Lingkungan Hidup

Dukung Upaya Penghijauan dan Konservasi Lingkungan, Muda Ganesha Purworejo Adakan Penanaman Pohon di Tiga Desa

116
×

Dukung Upaya Penghijauan dan Konservasi Lingkungan, Muda Ganesha Purworejo Adakan Penanaman Pohon di Tiga Desa

Sebarkan artikel ini
Penanaman pohon di Desa Semagung, pada Sabtu (26/4/2025)
Penanaman pohon di Desa Semagung, pada Sabtu (26/4/2025)

BAGELEN, purworejo24.com – Dalam rangka mengisi rangkaian kegiatan Reuni Akbar Muda Ganesha tahun 2025, alumni SMA Negeri 1 Purworejo mengadakan kegiatan penanaman pohon di Desa Semagung, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, pada Sabtu (26/4/2025).

Penanaman pohon itu dilakukan Muda Ganesha untuk mendukung upaya penghijauan dan konservasi lingkungan di Kabupaten Purworejo, terutama di daerah yang rawan longsor.

Bupati Purworejo, Hj Yuli Hastuti bersama Muspika Bagelen dan Pemdes Semagung, hadir serta ikut menanam pohon di acara tersebut.

Ketua Panitia Reuni Akbar Muda Ganesha (MG) SMAN 1 Purworejo tahun 2025, Paminto Bambang P, menyanpaikan bahwa kegiatan penghijauan dilaksanakan dalam rangka untuk melestarikan lingkungan, untuk mencegah terjadinya banjir dan sebagai upaya agar tidak kekurangan air di daerah lokasi yang ditanami.

Dimana warga di desa sini kalau musim kemarau itu mengalami kesulitan air, karena jumlah pohon disini sudah menurun, sehingga perlu diadakan penghijauan /reboisasi,” ujarnya.

Selain di Desa Semagung, penanaman pohon juga dilaksanakan di Desa Kaliharjo Kecamatan Kaligesing dan Desa Karangrejo Kecamatan Loano. Kegiatan penanaman pohon itu sudah dilaksanakan sejak bulan Januari 2025 lalu.

Karena pada bulan tersebut sampai sekarang masih dalam kondisi hujan namun intensitas air memang sudah menurun, sehingga kemarin sudah mulai tanam dengan harapan tanaman itu tumbuh, dan setelah dicek alhamdulillah tanaman sudah semi atau tumbuh. Nanti 10 tahun kedepan diharapkaan pohon- pohon ini bisa bermanfaat,” harapnya.

Kegiatan penanaman pohon, lanjutnya, adalah suatu bentuk kepedulian dari Muda Ganesha untuk merawat lingkungan, merawat kampung halaman, dimana MG merasa lahir dan besar di desa sehingga dalam momen Reuni Akbar ini dilakukan kegiatan sosial untuk kepentingan masyarakat disekitar Purworejo.

Kegiatan ini masih berlanjut dengan kegiatan lain, seperti pembuatan sumur bor di Desa Karangrejo Kecamatan Loano yang sudah dilakukan, dan nanti kedepan sedang direncanakan perijinan untuk membuat sumur bor di Kecamatan Kemiri, saat sedang dalam proses. Karena setelah sukses di Karangrejo, Loano, Camat Kemiri juga bersurat untuk minta bantuan pembuatan sumur bor, karena disana juga memang terjadi kekeringan ketika musim kemarau,” ujarnya.

Tanaman yang ditanam dalam kegiatan ini ada sekitar 2.050 tanaman, dengan berbagai jenis diantaranya pohon durian, manggis, pucung, alpukat, petai, rambutan, klengkeng.

Kita minta bibit dari Dinas Pertanian, yang kebetulan di dinas itu ada yang MG juga. Seperti tahun 2020 yang lalu juga sama, yang waktu itu di Desa Kaligono, saya kebetulan minta di Jogja, waktu itu malah ada sekitar 10 ribu bibit. Dan ini gratis karena pemerintah mendukung kalau ada kegiatan reboisasi. Dan output dari kegiatan ini adalah diharapkan bahwa dari semua kegiatan yang dilaksanakan ini semua bermanfaat bagi masyarakat, khususnya Purworejo dan kita mengimbau kepada seluruh warga MG, ini loh awal kita dari sini, sehingga kita mengajak rekan MG dari mana saja,” jelasnya.

Dkrektur PDAM Tirta Perwitasari Purworejo, yang juga alumni SMA Negeri 1 Purworejo, Hermawan Wahyu Utomo, menambahkan, konservasi itu dilaksanakan untuk menjaga situs- situs geologi yang ada di lokasi penanaman.

Jadi outputnya nanti juga kita berusaha untuk situs- situs geologi itu bagus, jadi air  hujan bisa meresap ketanah, sehingga tidak terjadi longsor, selain itu juga untuk menjaga banjir. Manfaat lain yaitu pohon – pohon itu nanti bisa berbuah, disatu sisi masyarakat nanti ada hasilnya juga konservasi terjaga,” ujarnya.

“Pada intinya dalam Reuni Akbar ini MG semua berkarya bersama untuk negeri, bersama mengukir prestasi disemua bidang,” tandasnya.

Sementara itu bupati Purworejo, Hj Yuli Hastuti dalam sambutanya menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada keluarga besar Muda Ganesha, yang telah mengadakan kegiatan penanaman bibit pohon penghijauan di Desa Semagung Kecamatan Bagelen.

Penanaman pohon merupakan salah satu bentuk investasi jangka panjang yang tidak hanya bermanfaat bagi kita saat ini, tetapi juga bagi anak cucu kita di masa depan. Pohon-pohon yang kita tanam hari ini akan menjadi warisan hijau yang memberikan oksigen, menyerap polusi, menahan erosi, dan menjaga keseimbangan ekosistem. Kegiatan ini juga selaras dengan upaya Pemerintah Kabupaten Purworejo dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mewujudkan pembangunan berkelanjutan,” katanya.

Menurutnya, gerakan penghijauan seperti ini merupakan bagian dari tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh elemen termasuk para alumni.

Semangat “Muda Ganesha” yang penuh energi, kepedulian, dan kecintaan terhadap tanah kelahiran sangat kami apresiasi. Semoga kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi menjadi awal dari gerakan-gerakan positif lainnya untuk Purworejo yang lebih hijau, lebih lestari, dan lebih maju,” lanjutnya.

Bupati mengajak kepada warga untuk menjaga dan merawat pohon-pohon yang telah ditanam ini dengan penuh cinta.

Sebagaimana merawat kenangan dan persahabatan yang tumbuh sejak di bangku sekolah dahulu, saat bersama menuntut ilmu di SMA Negeri 1 Purworejo,” ujarnya. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.