BAGELEN, purworejo24.com – Watoe Toempang Resto and View yang berlokasi di puncak bukit Watoe Toempang, ikut Desa Krendetan, Kecamatan Bagelen, Purworejo, Jawa Tengah, resmi dibuka untuk umum, pada Kamis (20/2/2025).
Pembukaan ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Porapar) Kabupaten Purworejo, Stephanus Aan Isa Nugroho, bersama Muspika Bagelen dan diserahkan kepada Direkrur Watoe Toempang Resto and View, Sunyoto didampingi istri.
Watoe Toempang Resto and View adalah sebuah tempat yang menyajikan kuliner dan menjadi destinasi view wisata Watoe Toempang di Desa Krendetan, Kecamatan Bagelen.
“Hari ini merupakan satu waktu yang kita anggap paling tepat untuk melakukan opening perdana, sebenarnya dari launching ini belum 100 persen si, masih dalam taraf pembangunan, masih banyak tahapan- tahapan yang harus kita lalui untuk menjadi paket wisata yang bisa memenuhi harapan dari warga Kabupaten Purworejo dan sekitarnya,” kata Sunyoto, saat ditemui usai acara pembukaan.
Keunggulanya Watoe Toempang Resto and View adalah dengan mengangkat menu kearifan lokal, yaitu Sego Penek. Menu tersebut menjadi icon di Watoe Toempang Resto and View ini.
“Disamping itu juga ada keindahan alam yang sangat memukau, artinya sambil menikmati Sego Penek pengunjung bisa menikmati keindahan alam yang ada di sekitar lokasi bukit Watoe Toempang ini,” ujarnya.
Dilokasi itu juga telah dilengkapi dengan sejumlah faasilitas untuk pengunjung, seperti mushola, toliet /wc, gasebo- gasebo, aula untuk pertemuan dan tempat parkir yang memadahi.
“Aula untuk pertemuan secara formal ada dibagian bawah, kemudian yang diatas ada gasebo yang bisa menjadi tempat berkumpul bersama keluarga, jadi kita memberikan ruang untuk warga masyarakat disini untuk tetep bisa aktifitas seperti apa yang nenjadi harapan warga,” jelasnya.
Watoe Toempang Resto and View buka setiap hari mulai pukul 09.00 wib hingga malam hari. Selain Sego Penek diilokasi itu juga menyajikan menu yang rekomemded seperti Sop Iga dan Tengkleng, dengan kisaran harga 35 ribu untuk saat ini.
“Dinamai Watoe Toempang ikarena dilokasi ini ada batu yang saling tumpang dan sejak dahulu lokasi ini dinamai bukit Watoe Toempang kemudian tempat ini kita diambil namanya sebagai icon Watoe Toempang,” ungkapnya.
Disebutkan, untuk harga, ada paket hemat dan ada paket eklusif. Direstaurant itu menyajikan menu yang tidak terlalu mahal dan sangat merakyat, bagi para pecinta kuliner mulai dari kalangan SD hingga SMA, bahkan yang mempunyai taraf ekonomi lebih tinggi, menengah keatas juga akan layani, dan ada paket- paket tersendiri untuk yang premium.
“Minuman brand kita adalah Kopi Liberika, Kopi Keling dari daerah Tepus, Somorejo, Bagelen, dan ini merupakan asli produk dari UMKM lokal Bagelen,” lanjutnya
Sunyoto berharap bagi orang- orang yang menikmati perjalanan dari Bandara YIA yang akan melanjutkan ke bandara selanjutnya yang terkena delay atau dicancel atau delay dialihkan ke lokasi Watoe Toempang agar mereka tetap nyaman sambil menunggu penerbangan berikutnya. Dimana jarak antara Watoe Toempang Resto and Vew dengan bandara YIA hanya berjarak 7 KM, dan bisa ditempuh dengan waktu sekitar 10-15 menit saja.
“Harapan kedepan Watoe Toempang bisa menjadi tempat destinasi wisata kuliner bagi warga untuk menikmati kelezatan menu khas disini dan menikmati keindahan panorama yang ada disekitar Watoe Toempang ini,” harapnya.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Porapar) Kabupaten Purworejo, Stephanus Aan Isa Nugroho, menyanpaikan atas nama pemerintah Kabupaten Purworejo memberikan apresiasi setinggi- tingginya kepada Sunyoto yang sudah ikut berpartisipasi untuk membangun Purworejo dengan membuka Watoe Toempang Resto and View di Desa Krendetan, Kecamatan Bagelen ini.
“Menurut apa yang saya lihat sendiri diacara pembukaan ini yang pertama sangat luar biasa, ini bergerak disektor kuliner dengan resto dan view, tapi pengembangan kedepanya yang luar biasa akan dikolaborasikan dengan potensi lokal sekitar untuk beberapa desa seperti Bapangsari dengan adanya Benteng Kalimaro, Sumorejo dengan kopi lalu Desa Bagelen dengan religinya dan lain sebagainya,” katanya.

Menurutnya, dari posisi potensinya, Watoe Toempang Resto and View memiliki peluang atau potensi yang bagus, lokasi ini hanya memiliki kurang dari 10 menit dari bandara YIA. Artinya lokasi itu bisa menjadi alternatif pilihan yang luar biasa, yang sangat potensial untuk dikembangkan berangkat dari kuliner dengan menu unggulanya yaitu Sego Penek dan Kopi Liberika.
“Saya rasa ini akan menjadi pemantik dan pemancing minat banyak orang yang lewat disekitar area Purworejo dan tentunya pangsa pasarnya orang- orang yang cinta kuliner yang nanti akan kita kolaborasikan dengan paket- paket wisata yang lain,” ujarnya.
Aan berharap pembukaan Watoe Toempang Resto and View ini bisa menjadi pemicu untuk stekholder terkait untuk bersama- sama berkolaborasi mengembangkan pintu gerbang dari timur Kabupaten Purworejo yaitu di Kecamatan Bagelen.
“Dan peluang ini saya rasa bisa menggaet banyak sekali aktifitas tidak hanya pariwisata tetapi UMKM juga potensi lokal yang lain dengan pelaku- pelaku bisnis yang ada seperti perhotelan, biro jasa, restaurant dan lainya,” harapnya. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








