Pemerintahan

Dianggap Perlu, DPRD Purworejo Berharap Pembangunan Hotel Ganesha dan Pasar Darurat Kutoarjo Tetap Dilaksanakan Ditahun 2025 ini

242
×

Dianggap Perlu, DPRD Purworejo Berharap Pembangunan Hotel Ganesha dan Pasar Darurat Kutoarjo Tetap Dilaksanakan Ditahun 2025 ini

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Tunaryo
Ketua DPRD Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Tunaryo

PURWOREJO, purworejo24.com – Ketua DPRD Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Tunaryo, beranggapan pembangunan Hotel Ganesha perlu dilanjutkan dan pasar darurat Kutoarjo untuk segera dibangun ditahun 2025 ini, meskipun pemerintah telah mengeluarkan kebijakan untuk melakukan efisiensi anggaran dalam pelaksanaan APBN dan APBD tahun 2025 sesuai Keputusan Pemerintah dalam Impres nomor 1 tahun 2025.

Untuk pembangunan Hotel Ganesha itu saya rasa nanti perlu dilanjutkan, karena sudah terbangun artinya tinggal beberapa persen lagi untuk bisa beroperasi, besar harapan kita nanti hotel itu bener -bener bisa beroperasi sesuai dengan rencana untuk menambah PAD kita,” kata Tunaryo, saat ditemui dirumah dinas Ketua DPRD Purworejo, pada Sabtu (22/2/2025).

Untuk anggaran yang semula akan dialokasikan sebesar 11 miliar, saat ini DPRD  Purworejo masih membahasnya kembali, untuk disesuaikan dengan kondisi saat ini.

Kemarin ada yang menghendaki untuk di efisiensi sambil menunggu terkait untuk rekanan atau pengelola Hotel Ganesha itu ada. Karena yang untuk fisik kalau tidak salah memang dianggarkanl sebesar 6 miliar, dan yang 5 miliar itu nanti untuk interior atau pengisi hotel, namun itu nanti akan diselaraskan dengan pengelola hotel bila sudah ada,” ujarnya.

Untuk fisik lain yang krusial, lanjutnya, yaitu untuk pasar darurat di Kutoarjo. Karena untuk membangun pasar belum memungkinkan dan masih menjadi tanggung jawab PT Karsa Bayu, maka untuk menampung semua pedagang yang terdampak kebakaran lalu, direncanakan pembangunan tetap akan dilaksanakan ditahun 2025 ini dengan anggaran sekitar 5,8 miliar.

Sedangkan untuk Plaza Purworejo itu baru wacana, karena saat ini tahapanya adalah untuk mengembalikan menjadi aset pemda dulu, karena memang sudah habis masa kontrak dengan PT Inter Wheeller Dunia (IWD) dan kesiapan rencana pembangunan ditahun 2026, namun dibangun apa nanti kita belum berani menyampaikan takut salah juga, yang pasti untuk pengosongan ruko Plaza, karena itu merupakan aset pemda dan mau dibangun apa saja yang utama adalah nantinya demi kesejahteraan masyarakat Purworejo,” jelasnya.

Disampaikan, terkait efisiensi anggaran, di semua dinas atau OPD di Kabupaten Purworejo mengalami efisiensi anggaran, sehingga diperlukan refocusing atau rekomposisi anggaran sesuai skala prioritas mulai dari yang terpenting.

Ditahun 2025 ini fokusnya tetep pengentasan kemiskinan, untuk DPRD salah satunya dengan menghidupkan kelompok- kelompok usaha, lalu pembangunan jalan desa atau poros desa untuk memperlancar ekonomi, oleh karena itu untuk dana Pokir (pokok pikiran) anggota DPRD, tetap berjalan sesuai dengan janji kepada masyarakat selaku wakil rakyat. Kalau saya berharap, agar anggaran yang untuk pengentasan kemiskinan tidak terkena efisiensi,” tandasnya.

Tunaryo berharap, Kabupaten Purworejo dibawah kepemimpinan Bupati Hj Yuli Hastuti yang sudah berpengalaman di eksekutif dan Wakil Bupati Dion Agasi Setyabudi yang masih muda, bisa menarik banyak investor masuk ke Kabupaten Purworejo, terlebih saat ini pemda telah memiliki Perda Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) dan Perbup Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang menjadi etalase bagi investor yang ingin menanamkan modal dan berusaha di Kabupaten Purworejo, sehingga Kabupaten Purworejo bisa menjadi lebih maju dan sejahtera masyarakatnya.

Sebenarnya kita sudah membuka untuk kawasan industri terlepas itu dikawasan selatan maupun dikawasan utara dalam hal ini untuk daerah Loning dan Dilem, namun juga kita dalan hal menarik investor tidak lepas juga menyiapkan infrastrukturnya, untuk kelancaran mobilitas dan lainya, maka jalan- jalan harus sudah bagus dulu. Maka kita berharap dibawah kepemimpinaan mereka berdua nanti investor banyak yang masuk di Kabupaten Purworejo yang tentunya bisa menyerap tenaga kerja yang banyak, bisa mengurangi angka pengangguran. Selain itu harapan saya secara pribadi maupun secara lembaga, menaruh harapan besar untuk tahun 2025 ini bisa mengurangi kemiskinan, supaya di Purworejo bisa membuka lapangan kerja yang selebar- lebarnya, mengurangi pengangguran, selanjutnya tentunya kita juga sangat berharap masyarakat Kabupaten Purworejo bisa lebih sejahtera,” harapnya. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.