PURWOREJO, purworejo24.com – Puluhan penonton mengaku kehilangan ponsel saat menyaksikan penampilan sejumlah artis nasional dalam gelaran konser akbar Purworejo Sektakuler dalam rangka Hari Jadi ke 192 Kabupaten Purworejo, di alun-alun besar kota Purworejo, pada Jumat 24 Februari 2023.
Ada sebanyak kurang lebih 80-an ponsel berbagai merek yang hilang di malam itu. Mereka kemudian melaporkan kejadian ke pihak kepolisian yang berada di Posko Pelayanan Satlantas Polres Purworejo, yaitu tak berada jauh dari lokasi konser.
Irul (24), penonton asal Kecamatan Bruno mengaku kehilangan 1 unit ponsel merk Real Me di depan pangggung bagian barat. Saat itu, ia bersama sejumlah teman tengah asyik berjoget dan menikmati iringan musik. Tiba-tiba ada 4 sampai 5 pria di sebelahnya yang membentuk formasi seperti lingkaran dan tanpa diketahui menyerobot HP yang berada di dalam saku celananya.
“Kalau 4 orang lebih. Mereka kayak orang mabok, tangannya bikin lingkaran, mendorong-dorong, dan tiba-tiba menyahut HP saya entah dari arah mana,” ujarnya.
Mengetahui HP-nya raib, ia bersama sejumlah teman yang juga mengaku kehilangan langsung melaporkan ke petugas jaga di Pos Satlantas.
Nasib serupa dialami oleh Fajar Iman Arifin (19), penonton asal Kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo. Ia mengaku kehilangan 1 unit HP saat sedang berada di padatnya kerumunan penonton.
“Seingat saya mereka (terduga pelaku, red) masih muda-muda. Ada yang tindikan, ada yang tatoan juga,” sebutnya
Menurutnya, modus yang dilakukan para terduga pelaku nyaris mirip, yakni mendesak atau mendorong-dorong penonton yang menjadi target. Lalu saat tarhet lengah, mereka langsung melancarkan aksinya.
“Mereka sepertinya komplotan. Modusnya mengalihkan perhatian, ada yang mengagetkan dengan teriak ada ular di bawah kaki dan sebagainya,” ujar Fajar.
Sepengetahuan Fajar, banyak penonton lain yang menjadi korban perampasan atau pencurian ponsel. Tidak dapat berbuat banyak, mereka hanya dapat melaporkan peristiwa itu dan berharap HP miliknya kembali.
“Ada banyak banget yang laporan kehilangan HP,” katanya.
Tak hanya puluhan HP, salah satu penonton asal Bruno, juga kehilangan sepeda motor saat diparkir dan ditinggal menonton konser. Sepeda motor yang hilang itu yakni jenis scoopy warna merah.
“Saya parkir di tepi jalan, lalu pindah, dan saya tinggal nonton kedalam, setelah hilang saya cari motor sudah tidak ada,” kata Nata.
Merasa kehilangan bersama temannya dirinya berkeliling di sejumlah jalan untuk mencari motornya namun tetap tidak ketemu, dan akhirnya melapor ke petugas kepolisian.
Sementara itu, ketua panitia besar penyelenggara Hari Jadi ke 192 Kabupaten Purworejo, Stepanus Aan Isa Nugraha, mengaku prihatin dengan kejadian itu. Dirinya bersama panitia besar telah berusaha mengantisipasi agar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan dalam konser akbar itu.
“Ya memang dampak negatif dari semua jenis tontonan yang bersifat massal tentu potensi kerawanan., salah satunya dengan kerawanan pencurian, pencopetan, dan potensi kekerasan, biasanya kalau di konser itu kan sering terjadi perkelahian. Saya turut prihatin atas nama penyelenggara, atas kejadian yang mungkin tak mengenakkan, ada yang kehilangan dan senggolan dan sedikit risih saat nenonton walaupun sudah dapat diselesaikan,” kata Aan.
Mesti demikian, lanjutnya, menjadi harapan ke depan, tidak hanya untuk masyarakat nonton konser yang harus berhati hati, namun tentunya pihaknya akan lebih mengantisipasi hal- hal yang tidak diinginkan.
“Saya rasa tadi sudah banyak yang melapor ke pihak berwajib, mudah mudahan pelakunya bisa segera ditemukan, diproses, mempernggungjawabkan perbuatanya, tapi lebih lagi harapan ke depan masyarakat yang nonton baik baik saja lah, tidak usah memiliki niat yang tidak baik”, pungkasnya.(P24/Wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








