PURWOREJO, purworejo24.com – Sebanyak enam grup teater dari jenjang SMA, SMK, dan MA di Kabupaten Purworejo unjuk kreativitas dalam Festival Teater Pelajar Tahun 2026 Tingkat Kabupaten Purworejo yang digelar oleh Komite Teater Dewan Kesenian Purworejo (DKP) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Purworejo, Rabu (10/6/2026).
Bertempat di Gedung Kesenian WR Soepratman Purworejo, festival ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga wadah pembinaan karakter, pengembangan kreativitas, serta upaya menghidupkan kembali aktivitas teater di lingkungan sekolah yang dalam beberapa tahun terakhir cenderung mengalami penurunan.
Festival dibuka oleh Ketua DKP Agus Pramono dan diikuti enam kelompok teater sekolah, yakni Teater Tanjung SMAN 7 Purworejo, Teater Cakrawala SMAN 6 Purworejo, Teater Arunika SMAN 10 Purworejo, Teater Maheswari SMKN 3 Purworejo, Teater Bharasa SMK Bharasa Purworejo, dan Teater Raut SMAN 2 Purworejo.
Menariknya, seluruh peserta membawakan naskah lakon pilihan karya sastrawan dan teaterawan Purworejo yang telah disediakan panitia.
Langkah ini sekaligus menjadi upaya memperkenalkan karya-karya seni lokal kepada generasi muda serta memperkuat identitas budaya daerah melalui media pertunjukan teater.
Ketua Komite Teater DKP, Makhasin, menjelaskan bahwa penyelenggaraan festival ini dilatarbelakangi kerinduan para pegiat teater sekolah terhadap kompetisi dan ruang pertunjukan yang semakin jarang tersedia.
Menurutnya, teater memiliki peran penting dalam pendidikan karena tidak hanya mengembangkan kemampuan seni, tetapi juga membentuk karakter dan kepribadian peserta didik.
“Banyak ekstrakurikuler teater di sekolah yang saat ini mati suri. Lewat festival ini semoga teater pelajar di Purworejo kembali bergeliat,” ujarnya.
Makhasin menambahkan, melalui proses latihan dan pementasan, siswa belajar bekerja sama, mengelola emosi, berkomunikasi secara efektif, serta meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif.
Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting dalam kehidupan sosial maupun dunia kerja di masa depan.
Secara teknis, setiap kelompok diberikan waktu maksimal 50 menit, termasuk untuk proses penataan panggung.
Meski mengedepankan semangat pembinaan, panitia tetap menerapkan standar penilaian profesional dengan menghadirkan tiga juri yang memiliki kompetensi di bidang teater, yaitu Sumanang Tirta Sudjana, Dulrokhim, dan Charis Mun’im dari Kebumen.
Penilaian tidak hanya berfokus pada kualitas akting, tetapi juga mencakup aspek penyutradaraan, penghayatan naskah, tata artistik, kerja sama tim, hingga kemampuan peserta dalam menyampaikan pesan-pesan sosial dan kemanusiaan kepada penonton.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyiapkan penghargaan berupa uang pembinaan, trofi, dan sertifikat bagi para pemenang kategori Penyaji Terbaik I hingga Harapan III. Selain itu, terdapat penghargaan khusus untuk Aktor Terbaik, Aktris Terbaik, dan Artistik Terbaik guna memotivasi peserta mengembangkan potensi masing-masing.
Ketua DKP Agus Pramono mengapresiasi semangat para peserta yang tampil penuh totalitas meski jumlah peserta tahun ini masih terbatas. Ia menilai kualitas pertunjukan yang disajikan cukup baik dan menunjukkan potensi besar regenerasi seni teater di Purworejo.
Menurutnya, festival teater bukan semata-mata ajang mencari juara, melainkan ruang pembelajaran yang mendorong siswa berani berekspresi, menghargai proses, dan membangun solidaritas antarpelajar.
“Teater adalah seni kolektif yang mengajarkan kerja sama, empati, dan keberanian menyampaikan pesan-pesan kemanusiaan di atas pentas. Anak-anak tidak hanya menghafal naskah, tetapi juga menghidupkan karakter, mengasah rasa percaya diri, dan melatih mental,” ungkapnya.
Melalui festival ini, DKP dan Dindikbud Purworejo berharap ekosistem seni pertunjukan di sekolah dapat kembali tumbuh dan berkembang.
Kehadiran teater di lingkungan pendidikan dinilai penting karena menjadi sarana efektif untuk menanamkan nilai budaya, memperkuat literasi, serta membentuk generasi muda yang kreatif, kritis, dan berkarakter.
Dengan semangat kolaborasi antara seniman, sekolah, dan pemerintah daerah, Festival Teater Pelajar 2026 diharapkan menjadi langkah awal kebangkitan teater pelajar di Purworejo sekaligus melahirkan talenta-talenta seni yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat yang lebih tinggi. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







