PURWOREJO, purworejo24.com – Jumlah kasus kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Purworejo tahun 2022 naik signifikan dibanding tahun sebelumnya. Selain faktor kelalaian pengguna jalan, lubang jalan menjadi pemicu utama.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Purworejo, Iptu Eko Rosdianto, S.H., mengatakan, berdasarkan data Satlantas Polres Purworejo, jumlah kasus kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) di tahun 2022 per Januari 2022 – pertengahan Desember 2022 total mencapai 666 kasus. Jumlah korban meninggal sebanyak 106 orang, kerugian material mencapai Rp 411.800.000.
“Sementara di tahun 2021, total jumlah kasus kecelakaan ada 368 kasus, korban meninggal dunia sebanyak 96 orang dan kerugian material mencapai Rp 327.100.000. Ya naik signifikan,” ucapnya, kemarin 21 Desember 2022.
Dijelaskan, kasus kecelakaan yang melibatkan anak-anak menjadi penyumbang kasus kecelakaan cukup besar. Tahun 2022 angkanya tembus 214 kasus, sementara di tahun 2021 total ada 121 kasus. Melihat kasus ini, Satlantas Polres Purworejo terus melakukan himbauan dan sosialisasi, termasuk masuk ke sekolah-sekolah.
“Kami mengimbau orang tua untuk lebih mencintai anaknya, jangan mengizinkan anak berkendara di jalan umum jika belum mengantongi SIM. Alih-alih ingin memanjakan anak dengan membelikan sepeda motor, namun resiko yang harus dibayar lebih mahal. Tidak hanya membahayakan nyawa sang anak, tetapi juga beresiko membahayakan orang lain,” jelasnya.
Ditambahkan, terkait lubang jalan pemicu kecelakaan memang menjadi tengah menjadi fokus perhatian. Beberapa kasus, kecelakaan diakibatkan roda kendaraan terperosok, pengemudi jatuh atau oleng dan terlanggar kendaraan lainnya. Terlebih saat musim penghujan, lubang-lubang kadang tidak terlihat karena tergenang air.
“Lubang jalan dengan diameter tidak terlalu lebar tetapi dalam itu justru sangat berbahaya, khususnya untuk pengendara sepeda motor, lebih lagi motor matic. Jika kecelakaan tunggal itu masih beruntung, tetapi jika ada kendaraan lain yang melintas dan kehilangan jarak aman itu yang kerap mengakibatkan korban jiwa,” ungkapnya.
Disebutkan, sejumlah titik rawan kecelakaan akibat lubang tersebar hampir merata di ruas jalan nasional atau kabupaten. Titik terparah diantaranya di Jalan nasional Purworejo-Magelang. Tepatnya mulai dari pertigaan Kolam Arta Tirta Purworejo hingga tanjakan Margoyoso (Perbatasan kabupaten Purworejo- Magelang,red). Lubang jalan terpantau merata dengan lebar dan kedalaman relatif berbahaya bagi pengguna jalan.
Lubang-lubang jalan yang muncul sebagian memang sudah ditutup oleh pihak atau dinas terkait. Namun masih banyak lubang-lubang yang muncul kembali, baik itu lubang yang sudah ditutup kemudian mengelupas, atau lubang baru akibat intensitas hujan yang tinggi dan lintasan kendaraan bertonase berat. Sejumlah langkah antisipasi sudah dilakukan, salah satunya dengan menandai lubang dengan cat semprot warna putih.
“Selebihnya kami menghimbau kepada para pengguna jalan untuk ekstra hati-hati. Harapan perbaikan jalan bisa dilakukan. Sebab peningkatan arus lalu lintas diprediksi akan naik menjelang Nataru. Kasihan kendaraan luar kota yang belum hafal titik-titik lubangnya di mana,” ungkapnya.
Salah satu pengguna jalan, Bayu, mengungkapkan, lubang jalan saat tertutup air benar-benar seperti jebakan. Tidak jarang kasus kecelakaan justru akibat pengendara menghindari lubang jalan dan tidak menghiraukan kendaraan dari arah belakang atau berlawanan.
“Sangat membahayakan pengguna jalan seperti saya yang saban hari menggunakan sepeda motor, kadang lebih baik mengalah ketika harus bertemu kendaraan yang menghindari lubang,” keluhnya. (P24-bayu)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








