Sidang Lanjutan Kasus Korupsi Direktur PDAU Purworejo, PN Tipikor Semarang Panggil 7 Kepala Sekolah

oleh -
Sidang perkara tindak pidana korupsi direktur PDAU Purworejo di Pengadilan Negeri Tipikor)Semarang
Sidang perkara tindak pidana korupsi direktur PDAU Purworejo di Pengadilan Negeri Tipikor)Semarang

SEMARANG, purworejo24.com – Kasus korupsi yang menyeret Direktur Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Kabupaten Purworejo Didik Prasetya Adi kali ini memasuki tahap sidang pemeriksaan saksi.

Sebanyak 7 kepala sekolah perwakilan dari puluhan sekolah yang menjadi rekanan PDAU dalam proyek pengadaan barang dan jasa turut dipanggil dalam sidang pada Kamis, 8 September 2022 siang.

Diketahui perkara tindak pidana korupsi direktur PDAU tersebut dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang pada 10 Agustus 2022 yang lalu.

“Ya benar, hari ini dilakukan sidang pukul 10.30 s/d 12.30 WIB di ruang sidang Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Semarang,” kata Kasi Intel Kejaksaan Negeri Purworejo, Issandi Hakim.

Ia menyebut sidang tersebut sesuai dengan Penetapan Hakim Nomor 60/Pid.Sus-TPK/2022/PN.Smg tanggal 11 Agustus 2022. Pengadilan Tipikor semarang telah melaksanakan sidang terkait Dugaan Tindak Pidana Korupsi Penyimpangan Pengelolaan Keuangan PDAU Kabupaten Purworejo TA. 2020.

“Agenda hari ini Pemeriksaan Saksi sebanyak 7 (tujuh) orang yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Purworejo,” katanya.

Issandi menambahkan, Didik telah didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Subsidier Pasal 3 jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” katanya.

Seluruh keterangan para saksi yang dihadirkan oleh JPU lanjut Issandi, telah mendukung pembuktian dugaan perbuatan pidana yang telah dilakukan oleh terdakwa sebagaimana dalam surat dakwaan.

“Kesemuanya kepala sekolah yakni Sunaryo, S.Pd, Bandi, S.Pd, Irawan, S.Pd, Sriyati, S.Pd, Slamet, S.Pd, Ika Rahayu W., S.Pd dan Sri Winarningsih, S.Pd,” katanya.

Diketahui sebelumnya, Didik ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana korupsi dalam penyalahgunaan keuangan perusahaan PDAU tahun 2020-2021. Penyalahgunaan tersebut dilakukan terhadap keuntungan dari belanja Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari beberapa sekolah yang ada di Purworejo ke PDAU.

Nilai total pengadaan barang dari dana BOS tersebut mencapai Rp 5,7 Miliar. Dalam hal ini ada potensi keuntungan sejumlah Rp 646.053.924. Namun keuntungan tersebut diduga tidak dimasukkan kas PDAU melainkan masuk kantong pribadi.

“Persidangan ditunda dan akan dilanjutkan pada hari kamis, tanggal 15 September 2022 dengan agenda pembuktian yakni lanjutan pemeriksaan saksi-saksi,” imbuh Kasi Intel.

Saat ini, tersangka penyelewengan keuntungan dari dana bantuan sekolah itu tidak ditahan. Namun, yang bersangkutan menjadi tahanan kota karena mengajukan penangguhan.

“Dalam penetapan penahanan hakim cuma ditahan kota,” sebut Kasi Intel.(P24-bayu)