EkonomiPemerintahanSeni BudayaWisata

Sambut Hari Pariwisata Nasional, Warga Krendetan Gelar Njoget Geguyuban

177
×

Sambut Hari Pariwisata Nasional, Warga Krendetan Gelar Njoget Geguyuban

Sebarkan artikel ini
Pementasan kesenian tradisional jaran kepang Wahyu Kudho Bekso Desa Krendetan, di halaman pendopo sanggar seni tari Aswahitha Desa Krendetan, Kecamatan Bagelen, Purworejo,
Pementasan kesenian tradisional jaran kepang Wahyu Kudho Bekso Desa Krendetan, di halaman pendopo sanggar seni tari Aswahitha Desa Krendetan, Kecamatan Bagelen, Purworejo,

BAGELEN, purworejo24.com – Omah Bagelen, Viavia Jogja, Aswahitha dan WKB, menggelar kegiatan Njoget Geguyuban berupa pementasan kesenian tradisional jaran kepang Wahyu Kudho Bekso Desa Krendetan, di halaman pendopo sanggar seni tari Aswahitha Desa Krendetan, Kecamatan Bagelen, Purworejo, Jawa Tengah, pada Minggu 25 September 2022.

Kegiatan Njoget Geguyuban itu digelar dalam rangka menyongsong Hari Pariwisata Dunia yang jatuh pada tanggal 27 September 2022, selain itu kegiatan itu juga untuk penyambutan sekaligus mengisi kegiatan penilaian Lomba Kampung Cantik di Desa Krendetan, sebuah lomba yang digelar oleh pemerintah Kecamatan Bagelen bersama Tim Penggerak PKK Kecamatan Bagelen dengan tujuan untuk membuat kampung yang bersih, dengan penataan lingkungan yang apik sehingga terlihat indah dan nyaman untuk warga sekaligus memupuk rasa kebersamaan warga dan gotong royong di masyarakat.

Lomba Kampung cantik itu diikuti oleh seluruh desa yang ada di Kecamatan Bagelen dengan jumlah 17 desa.

Dalam penilainnya di Desa Krendetan, tim penilai lomba Kampung Cantik mengunjungi tiga lokasi taman cantik yang dibuat oleh warga di tiga RT yaitu RT 1, RT 2 dan RT 3 Dusun Sidompyong Desa Krendetan.

“Dusun Sidompyong terpilih menjadi wakili Desa Krendetan dalam lomba Kampung Cantik pada Minggu 25 September 2022 ini,  pada tanggal 25 September 2022 ini, kebetulan saya dari Omah Bagelen bersama Viavia Jogja sebenarnya punya program untuk membuat acara merayakan Hari Pariwisata Dunia yang jatuh pada tanggal 27 September 2022, maka kita gabungkan, karena ini idenya sangat menarik di mana kita bisa memberikan kesempatan kepada kebudayaan yang ada di sini yaitu seni tradisional kuda kepang untuk tampil juga.

Jadi sekaligus dalam kegiatan masyarakat ini sekalian mereka dari pemerintah Kecamatan Bagelen dan pemerintah Desa Krendetan tahu potensi yang dimiliki Dusun Sidompyong,” ungkap Ketua Sanggar Tari Aswahitha yang juga Ouwner Omah Bagelen, Tut Wuri Trisilowati, saat ditemui disela kegiatan.

Kegiatan Njoget Geguyuban, lanjut Wuri, juga merupakan suatu latihan bagi warga dan sanggar, jika suatu saat nanti bila ada event, bisa ditangani sendiri oleh komunitas.

“Kami dari Omah Bagelen bersama Komunitas Viavia Jogja berusaha bagaimana potensi yang ada ini bisa dimanfaatkan, karena menurut informasi dinas bahwa dua tahun ke depan bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA) yang ada di Kulonprogo Yogyakarta sudah ready dan kita berada dekat dengan bandara itu, mungkin hanya sekitar 20 menitan sampai sini, dan masyarakat di sini masih merupakan petani juga serabutan.

Maka event ini sangat berpengaruh bagi warga masyarakat bawah, yaitu mengedukasi atau memberikan penjelasan kepada mereka bahwa mereka harus bisa menjadi sisi tawar, mereka harus belajar menyesuaikan, adaptasi dengan kebudayaan yang akan datang yaitu situasi keduniaan yang sangat bermacam-macam, misal bertemu dengan orang luar negeri atau turis,” jelasnya.

Tak hanya menggelar event, guna membuka pengetahuan dan kesiapan warga dalam menghadapi era global, juga akan dilakukan pelatihan, training-training juga kegiatan festival-festival agar warga bisa terus berkembang dan siap menghadapi era tersebut.

“Jadi jika nanti ada investor masuk, turis masuk, warga menjadi siap dan sadar dan bisa mengembangkan diri,” ujarnya.

Wuri berharap biisa membangun Purworejo selatan dengan potensi anak anak muda yang ada. Wuri juga ingin ke depan masyarakat bisa semakin sadar dan bisa menikmati kue pembangunan dalam kapasitas yang sama, kesempatan yang sama dan selalu berjuang untuk mendapatkan hak yang sama dalam mengembangkan diri dan mendapat apresiasi serta dihargai hasil karyanya.

Camat Bagelen, Khusairi, mengatakan, pihaknya telah melakukan kunjungan sekaligus penilaian Lomba Kampung Cantik itu sejak hari Rabu tanggal 14 September 2022 lalu. Penilaian itu dilaksanakan hanya tiga hari dalam sepekan yaitu pada hari Rabu, Sabtu dan Minggu. Dari 17 desa yang ada di wilayah Kecamatan Bagelen, ditargetkan penilaian akan selesai dalam waktu dua pekan.

“Sudah ada 13 desa yang dinilai dan alhamdulillah memang gumregah masyarakat sudah sangat bagus dan niat, bagus untuk kebersihan dan keindahan lingkungan,” katanya.

Dikatakan, ada beberapa desa yang memang telah dikonsepkan menjadi desa wisata dan diarahkan membuat taman cantik, seperti Desa Tlogokotes, Dadirejo dan Bapangsari, dimana pembuatan taman cantik diarahkan ke lokasi-lokasi yang diverifikasi oleh Dinas Pariwisata kaitannya dengan adanya lomba Desa Wisata yang digelar oleh Dinas Paemuda dan Pariwisata Kabupaten Purworejo.

“Mudah- mudahan taman cantik ini nanti menjadi area peristirahatan sementara bagi turis yang datang ke Purworejo sebelum melanjutkan ke tempat lokasi wisata lain, termasuk makanan khas Bagelen yang bisa menjadi produk pemasaran. Dengan adanya paket wisata itu bisa menarik minat mereka untuk berkunjung di Kecamatan Bagelen ini,” ujarnya.

Dengan hadirnya Komunitas Viavia Jogja di Bagelen, diharapkan bisa mengarahkan wilayah- wilayah di Kecamatan Bagelen menjadi paket wisata, di mana sementara ini Bagelen sedang digeliatkan paket wisata religi, olahraga ekstrim, ada taman- taman cantik.

“Ini bisa menjadi paket wisata dengan tempat wisata lain, seperti pantai Dewaruci, dimana Purworejo memang masih fokus di obyek wisata pantai Dewaruci dan kita bisa kerjasama untuk menarik wisatawan dari pantai Dewaruci untuk masuk ke wilayah Bagelen karena jaraknya juga tidak terlalu jauh,” jelasnya.

Pihaknya berharap paket wisata itu bisa terwujud seiring dengan akan dibangunnya kawasan selatan Purworejo sebagai kawasan Bording City atau Kota Perbatasan, dan Kecamatan Bagelen menjadi salah satu wilayah yang paling dekat dengan YIA Kulonprogo

“Kabarnya tahun depan akan mulai digarap dan nantinya bisa mengangkat wisata yang ada di Bagelen,” harapnya.

Sementara itu, Ketua RT 1  Dusun Sidompyong Desa Krendetan, Jumari, mengaku senang dan apresiasi atas terpilihnya Dusun Sidompyong menjadi wakil Desa Krendetan dalam lomba Kampung Cantik tingkat Kecamatan Bagelen.

“Kami mengangkat petilasan Banjaran yang kemudian diberinama Taman Banjaran, ditaman itu ada taman toga dan taman Srikandi Banjaran,” katanya.

Taman Banjaran itu, lanjutnya, diangkat karena Dusun Sidompyong memiliki suatu sejarah yaitu adanya Belik Banjaran. Belik itu sendiri ada menurut cerita aslinya karena ketiban jaran.

“Dan kami berharap daerah sini bisa menjadi tempat wisata untuk kemajuan Desa Krendetan,” pungkasnya.


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.