Pemerintahan

Jumat Kliwon di Bulan Suro, Ribuan Pusaka Musium Tosan Aji Purworejo Dijamas

282
×

Jumat Kliwon di Bulan Suro, Ribuan Pusaka Musium Tosan Aji Purworejo Dijamas

Sebarkan artikel ini
Prosesi jamasan keris dilakukan dengan diawali kirab pengambilan pusaka milik Bupati Purworejo, di pendopo Kabupaten Purworejo.
Prosesi jamasan keris dilakukan dengan diawali kirab pengambilan pusaka milik Bupati Purworejo, di pendopo Kabupaten Purworejo.

PURWOREJO, purworejo24.com – Sebanyak 1.159 pusaka yang ada di Museum Tosan Aji, Purworejo, Jawa Tengah, dilakukan penjamasan. Prosesi jamasan dilakukan dengan diawali kirab pengambilan pusaka milik Bupati Purworejo, di pendopo Kabupaten Purworejo dengan diiringi grup kesenian Cing Po Ling Manunggal Jati dari Desa Jatirejo.

 

Kirab itu dipimpin langsung oleh Kepala Dindikbud Kabupaten Purworejo, Wasit Diyono. Tiga keris pusaka yang akan dijamas dan dibawa dalam kirab beserta ubo rampe sesaji antara lain berupa bunga mawar, kelapa dan dupa.

Turut hadir dalam acara jamasan itu yaitu ratusan Kepala Sekolah SD dan SMP se-Kabupaten Purworejo, yang hadir lengkap dengan pakaian adat jawa.

Keris pusaka milik Bupati Purworejo, Agus Bastian yakni Sabuk Inten dengan luk 11 menjadi pusaka pertama yang dijamas, dengan proses penjamasan yaitu direndam dalam air kelapa bercampur pace, kemudian disiram dengan kembang dalam jambangan yang telah diberi minyak cendana, kemudian dibersihkan, dan terakhir dimasukkan (manjing) kembali ke dalam warangka keris, sebelum akhirnya diserahkan kepada Bupati kembali.

Penjamasan selanjutnya yaitu keris Tombak Baro Penatas dan keris Tilam Upih. Setelah menjamasi tiga keris pusaka tersebut, rombongan kirab kembali ke pendopo bersama Bupati.

Bupati Purworejo, Agus Bastian, saat ditemui usai penjamasan mengatakan, jamasan pusaka merupakan bentuk kesinambungan dan harus tetap dilestarikan sebagai budaya masyarakat Jawa.

“Ini sebagai bentuk upaya nguri-nguri budaya dan merawat peninggalan leluhur kita,” kata Bupati.

Disebutkan, ada 1.159 pusaka yang akan dijamas, adapun pusaka yang paling tua dan telah berusia 600-an tahun yakni Keris Tunjung Drajat. Dipilihnya jamasan di hari Jumat Kliwon di bulan Suro, karena hari Jumat Kliwon merupakan hari baik dalam tanggalan Jawa.

“Benda-benda pusaka itu juga nantinya akan dipamerkan di Art Center. Namun sementara ini masih di Tosan Aji dulu,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Kebudayaan pada Dindikbud Kabupaten Purworejo, Dyah Woro Setyaningsih, mengatakan, selain jamasan, di Musium Tosan Aji Purworejo ada kegiatan lain untuk merawat benda- benda pusaka dan benda cagar budaya yang mereka namai dengan kegiatan konservasi.

“Selain jamasan memang di kita itu ada kegiatan yang namanya konservasi, nah konservasi terhadap pusaka-pusaka ini juga telah dilakukan secara rutin baik berupa pusaka kerisnya maupun benda cagar budaya, dimana jamasan ini dilakukan juga agar pusaka tetap bisa baik dan bersih, hanya saja kegiatan ini diprosesikan menjadi kegiatan rutin tiap tahun dan memang ada yang dijamas secara khusus dalam jamasan ini,” katanya.

Untuk tahun ini, selain jamasan, juga dilakukan pementasan atau pagelaran wayang kulit ringkes Merkukuhan dengan lakon Sekar Jati Waseso oleh dalang Ki Suhut Widi Sasongko dari Banyuurip, Purworejo.

“Dalam jamasan kali ini, acara kami tutup dengan pementasan wayang pendek, harapannya ke depan tidak hanya wayang namun juga akan dilakukan secara besar lagi dengan ditambah ruwatan massal, dimana pementasan wayang pendek dilakukan oleh dalang yang khusus sebagai dalang ruwat,” pungkasnya.(P24/Wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.