PURWOREJO, purworejo24.com – Puluhan pelajar SMA/SMK/MA se- Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, mengikuti Lokakarya Penulisan Feature di Pendopo Kabupaten Purworejo, pada Sabtu 23 Juli 2022.
Lokakarya penulisan feature dengan mengambil tema Tujuan Wisata di Purworejo, Ayo Piknik ke Purworejo itu diselenggarakan oleh Dosen Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia FIB Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta bekerjasama dengan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Purworejo serta Yayasan Nuhantra Bhakti Budaya Purworejo. Kegiatan itu juga melibatkan Tim Pengabdian pada Masyarakat (PkM) dari UGM
Hadir sebagai nara sumber dalam kegiatan itu, penyair-budayawan Purworejo, Soekoso DM, Dosen Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia FIB UGM, Dr. Sudibyo, M.Hum., Dr. Cahyaningrum Dewojati, M.Hum., Drs. Heru Marwata, M.Hum., dan Saeful Anwar, S.S, M.A., Mereka menyajikan materi yang sama yaitu tentang pengalaman menulis feature dengan berbagai versi pengalaman dari masing-masing narasumber.
Selain mendapat materi tentang cara menulis feature yang baik, para siswa yang hadir juga berkesempatan mendapatkan buku hasil karya penulisan dari narasumber yang diberikan kepada peserta yang aktif mengajukan pertanyaan.
Selanjutnya, hasil penulisan feature itu akan dijadikan sebuah buku dan menjadi menjadi media promosi pariwisata di Purworejo.
Dosen Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia FIB UGM, Dr. Sudibyo, M.Hum,, menjelaskan, lokakarya penulisan feature mengenai objek wisata di Purworejo ini bertujuan untuk turut serta mempopulerkan destinasi wisata di Purworejo agar semakin banyak dikenal, diminati, dan dikunjungi masyarakat.
“Kegiatan ini adalah merupakan pengabdian kepada masyarakat, lanjutan program pengabdian kepada masyarakat yang juga telah dilaksanakan pada tahun lalu yaitu dengan mengumpulkan cerita- cerita rakyat dan pesertanya adalah siswa SLTA.
Kali ini ada tema yang lebih pakem dan menonjol yaitu tentang pariwisata. Maka dalam kesempatan ini kami mengambil tema menulis feature di lokasi destinasi wisata,” jelas Sudibyo.
Dirinya berharap, dengan penulisan feature atau membaca feature tentang pariwisata Purworejo yang dituliskan oleh para peserta akan lebih banyak orang berminat datang di Purworejo.
“Ini kita juga memberikan pemahaman kepada para siswa atau anak muda bahwa di Purworejo ini kaya dengan pariwisata baik yang dikelola oleh pemda maupun desa yang ternyata memang secara keseluruhan belum diketahui oleh para pemuda. Saya rasa ini sebagai upaya untuk membantu mempromosikan wisata Purworejo kepada masyarakat luas,” ujarnya.
Menurutnya, potensi pariwisata Purworejo cukup menggeliat dan perlu didorong agar Purworejo yang letaknya sangat strategis ini bisa lebih dikenal destinasi wisatanya.
“Sebagaimana tahun lalu, tulisan para siswa ini nantinya juga akan diterbitkan dalam buku kumpulan feature setelah melalui proses konsultasi dan perbaikan, agar bisa menjadi salah satu bahan bacaan utama para pemandu wisata dan wisatawan yang akan mengunjungi Purworejo,” harapnya.
Penyair-budayawan Purworejo, Soekoso DM, mengapresiasi para dosen yang telah melaksanakan kegiatan itu dan berharap lokakarya tersebut akan meningkatkan budaya literasi menulis bagi pelajar.
“Saya kira ini sesuatu hal yang sangat bagus tentunya untuk membudayakan literasi khususnya untuk adik- adik generasi muda kita yang ke depan kita harapkan muncul sebagai penulis- penulis yang baik berupa feature untuk mempromosikan kepariwisataan di Purworejo,” kata Soekoso.
Menurutnya, dalam penulisan feature yang akan ditulis sesuai pandangam pribadi masing- masing dan karena obyek- obyek destinasi wisata di Purworejo itu sangat banyak tentunya perlu dikombinasikan yaitu antaranya pembuatan cerita-cerita atau karya feature atau juga karya tulis yang intinya memiliki satu kekhasan untuk menampilkan obyek wisata yang ada dengan cerita masing- masing.
“Diharapkan dengan lokakarya ini bisa mengembangkan bakat penulisan juga sebagai media promosi wisata daerah,” harapnya.
Soekoso juga berharap ke depan kegiatan itu tidak hanya berhenti dalam satu kegiatan, melainkan bisa ditindaklanjuti dengan pelatihan agar peserta dalam jangka waktu tertentu yaitu sekitar satu sampai tiga bulan untuk bisa kreatif menyusun karya-karya feature.
“Ke depannya dari sebagian hasil karya tulisan feature itu akan dipilih 20 atau 30 karya yang akan diterbitkan menjadi sebuah buku sebagai tahapan pertama promosi wisata di Purworejo,” pungkasnya.(P24/Wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







