Pemilu 2024Politik

Tunggu Keputusan DPP Soal Capres, Pesan Mega Kader PDIP Diminta Jangan Ikuti Arus

36
×

Tunggu Keputusan DPP Soal Capres, Pesan Mega Kader PDIP Diminta Jangan Ikuti Arus

Sebarkan artikel ini
Syukuran pembukaan gedung baru PDIP Purworejo ditandai dengan pemotongan tumpeng dan pemukulan gong oleh ketua DPD PDIP Jawa Tengah, Bambang Wuryanto
Syukuran pembukaan gedung baru PDIP Purworejo ditandai dengan pemotongan tumpeng dan pemukulan gong oleh ketua DPD PDIP Jawa Tengah, Bambang Wuryanto

PURWOREJO, purworejo24.com – Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, diminta untuk tidak mengikuti arus isu atau wacana pencapresan menjelang pemilihan Presiden dan Wakil Presiden yang rencana akan dihelat pada tahun 2024 mendatang.

Hal itu ditegaskan oleh Ketua DPD PDIP Propinsi Jawa Tengah Bambang Wuryanto atau yang akrab dipanggil Bambang Pacul saat memberikan sambutan dalam acara syukuran peresmian penggunaan gedung DPC PDIP Kabupaten Purworejo yang baru, pada Minggu 12 Juni 2022.

Syukuran pembukaan atau penggunaan gedung baru itu ditandai dengan pemotongan tumpeng dan pemukulan gong oleh ketua DPD PDIP Jawa Tengah, Bambang Wuryanto, dan pementasan tari Dolalak dari group seni tari Dolalak Sri Lestari dari Grabag Purworejo.

Syukuran itu juga menjadi rangkaian kegiatan peringatan Bulan Bung Karno pada Juni tahun 2022 ini dengan tema Bung Besar yang diisi dengan pameran lukisan tunggal karya Bramantyo Astadi, pementasan teater monolog dari Komunitas Teater Purworejo, pementasan seni dari Kasuga Akustik dan festival mewarnai bagi anak-anak Paud dan TK.

“Ingat acara halal bihalal yang digelar pada Rabu tanggal 25 Mei 2022 lalu, bahwa ketua umum PDIP, ibu Megawati berpesan jangan ikut arus, arus deklarasi, dimana untuk PDIP itu menunggu perintah dari ketua umum. Kita satu komando tegak lurus menunggu keputusan dari ketua umum,” tegas Bambang Wuryanto.

Menurutnya, saat ini gencar ada narasi untuk seseorang agar orang tersebut bisa mendapatkan rekomendasi dari DPP, dimana narasi yang dibentuk adalah arus yang dibangun untuk mengarah kepada salah satu calon tertentu.

“Untuk bisa mendapatkan rekomendasi ini harusnya melalui pertimbangan dan itu merupakan keputusan DPP. Disebutkan secara kontitusi negara bahwa calon presiden itu diajukan oleh partai politik atau gabungan partai politik dan itu bagian untuk membangun arus dan ibu langsung katakan  hati-hati jangan sampai ikut arus.

PDIP belum mengarah ke siapapun dan kader PDIP solid dalam barisan, seperti dalam lambang PDIP, banteng itu barisan, semangat barisan, mata merah itu marah, marah dengan penindasan, namun dengan kata yang bagus kenapa kemudian digambar dengan moncong putih,” jelasnya.

Terkait keberadaan kantor, lanjut Bambang, kantor partai itu menjadi wajib karena itu merupakan rumah, yaitu rumah bagi kawan- kawan PDIP untuk merumuskan bersama-sama apa keinginan konstituen.

“Jadi kaya rumah aspirasi, semua giat partai di sini dan ini penting,” katanya.

Dalam kesempatan itu, ketua DPD Jawa Tengah juga membantu dukungan bagi DPC PDIP Kabupaten Purworejo untuk pengembangan pembangunan gedung baru dengan memberikan bantuan senilai 100 juta.

Sementara itu, ketua DPC PDIP Kabupaten Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, mengatakan, acara syukuran itu merupakan momen yang sangat membanggakan sekaligus mengharukan bagi pengurus dan kader PDIP di Purworejo.

“Setelah puluhan tahun kita berjuang bersama PDIP, puluhan tahun kita menjadi kader PDIP dan hari ini alhamdulillah kita sudah punya rumah sendiri yang kita nanti-nanti. Dan di rumah kita sendiri ini walaupun masih sangat sederhana tapi setidaknya ini menjadi tonggak sejarah untuk pertama kalinya banteng-banteng Purworejo ini punya rumah sendiri.

Kalau selama ini kita hanya banteng kos-kosan, hari ini kita sudah masuk rumah sendiri dan ini terbangun berkat dukungan semua,” kata Dion.

Disampaikan, dalam pembangunan gedung itu, dilakukan secara gotong royong oleh semua pengurus dan kader PDIP di Purworejo. Adapun syukuran itu dilakukan dalam rangkaian peringatan bulan Bung Karno.

“Bulan peringatan Bung Karno ini kita telah menggelar beberapa kegiatan yang pertama dari tanggal 5 Juni dengan pembukaan pameran dengan tema Bung Besar karya seniman Purworejo Bramantyo, pentas teater, pentas seni. Kemarin sore kita juga menyelenggarakan festival mewarnai bagi anak-anak TK dan Paud, ini adalah wujud kepedulian PDIP terhadap dunia kesenian dan pelaku seni di Kabupaten Purworejo,” katanya.

Adapun sebagai acara puncak, DPC PDIP Purworejo menyelenggarakan pentas kesenian tradisional yaitu tari dolalak dan peresmian gedung secara anofficial karena nanti resminya masih akan diresmikan secara during oleh ketua umum PDIP.

“Tapi kami meminta kepada ketua DPD untuk menandai masuknya rekan- rekan kader banteng dirumah kita ini,” ujarnya.

Dion juga berpesan kepada seluruh kader dengan mengutip kata Bung Karno yang tertulis dalam bukunya yang dinyatakan bahwa tugas utama partai pelopor adalah menambah tenaga kaum marhaen menambah tenaga kaum miskin sehingga semua kader PDIP adalah murid idiologis Bung Karno.

“Dan sudah kewajiban kita sesuai dengan arahan dukungan dari ketua DPD, kami berharap kader PDIP  di purworejo kedepan bisa menjadi partai sehat dan bisa menuju partai pelopor,” pungkasnya.(P24/Wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.