Politik

DPC PDI Perjuangan Purworejo Gelar Musancab, Kukuhkan Pengurus PAC di 16 Kecamatan

14
×

DPC PDI Perjuangan Purworejo Gelar Musancab, Kukuhkan Pengurus PAC di 16 Kecamatan

Sebarkan artikel ini
Sofwan Dedy Ardyanto dan Dion Agasi Setiabudi
Sofwan Dedy Ardyanto dan Dion Agasi Setiabudi

PURWOREJO, purworejo24.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Purworejo menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) serentak se-Kabupaten Purworejo di Gedung Pertemuan Jati Indah, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung secara tertutup tersebut menjadi momentum reorganisasi dan regenerasi kepengurusan partai di tingkat kecamatan.

Dalam Musancab tersebut, DPC PDI Perjuangan Purworejo mengukuhkan jajaran Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) di 16 kecamatan.

Nama-nama yang dikukuhkan antara lain Jaka Hartana (Kaligesing), Marmila (Bagelen), Suwarto (Purwodadi), Alipman (Banyuurip), Ganang (Kutoarjo), Pamuji (Grabag), Sucipto (Gebang), Rendi (Loano), Timbul Susilo (Bener), Pancolo (Bruno), Dimas S Aji (Purworejo), Sugi Handoko (Ngombol), Murwanto (Bayan), Riski (Kemiri), Gus Sukron (Butuh), dan Nirman (Pituruh).

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Purworejo yang juga Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, mengatakan bahwa Musancab merupakan agenda rutin lima tahunan sebagai bagian dari proses reorganisasi dan regenerasi partai.

Kegiatan hari ini kita melakukan reorganisasi melalui Musyawarah Anak Cabang. Ini agenda rutin lima tahunan. Organisasi tentu membutuhkan reorganisasi dan regenerasi, sehingga ada pergeseran dan pergantian kepengurusan di tingkat kecamatan,” kata Dion.

Ia menjelaskan, proses penjaringan calon Ketua PAC telah dimulai sejak Februari dan Maret 2026 melalui mekanisme usulan dari tingkat desa dan ranting. Dari 127 nama yang diusulkan, sebanyak 64 orang mengikuti tahapan seleksi berupa tes tertulis, Computer Assisted Test (CAT), psikotes, hingga wawancara.

Hasil dari seluruh tahapan itu kemudian menghasilkan tiga nama di setiap kecamatan sebagai calon ketua, sekretaris, dan bendahara yang ditetapkan oleh DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah,” jelasnya.

Menurut Dion, pengurus PAC yang baru dikukuhkan nantinya memiliki tugas penting untuk melanjutkan reorganisasi hingga tingkat desa atau ranting pada Juni mendatang. Selain itu, kader partai juga diminta aktif membantu masyarakat melalui pendataan sosial dan advokasi layanan kesehatan.

Kami meminta seluruh kader untuk mendata kondisi masyarakat, termasuk rumah warga yang tidak layak huni dan kondisi ekonomi masyarakat. Selain itu, kader juga harus membantu masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan, seperti penderita gagal ginjal, jantung, atau penyakit menahun lainnya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, DPC PDI Perjuangan Purworejo juga rutin menggelar kegiatan sosial setiap tanggal 10 setiap bulan secara bergilir di kecamatan-kecamatan, berupa pembagian makan gratis dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.

Kegiatan Musancab tersebut dihadiri anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Sofwan Dedy Ardyanto, Vita Ervina, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, anggota DPRD Kabupaten Purworejo, jajaran fungsionaris DPC, pengurus kecamatan, serta perwakilan pengurus ranting desa. Total peserta yang hadir diperkirakan mencapai sekitar 1.700 orang.

Sofwan Dedy Ardyanto menegaskan bahwa Musancab merupakan bagian dari konsolidasi partai untuk memperkuat struktur organisasi hingga tingkat bawah.

Keunggulan PDI Perjuangan adalah kekuatan barisan partai sampai tingkat desa. Karena itu, penataan struktural menjadi prioritas agar partai tetap solid dalam menjalankan agenda-agenda kepartaian,” ujarnya.

Ia mengapresiasi proses penjaringan dan penyaringan pengurus PAC yang berlangsung kondusif dan mengedepankan musyawarah mufakat.

Dinamika dan gesekan dalam organisasi itu wajar, tetapi yang patut diapresiasi adalah semua proses berjalan dewasa dan mengutamakan musyawarah. Cerita-cerita konflik seperti dulu sudah tidak ada,” katanya.

Sofwan berharap kepengurusan baru mampu menjaga soliditas partai dan aktif hadir di tengah masyarakat, tidak hanya menjelang agenda elektoral.

PAC dan ranting harus terlibat langsung dalam menerima dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Tugas ideologi kepartaian itu harus berjalan setiap saat, bukan hanya menjelang Pemilu 2029,” tegasnya.

Dion Agasi juga mengajak seluruh kader untuk tetap bersatu pasca reorganisasi. Menurutnya, perbedaan dan dinamika dalam proses pemilihan pengurus merupakan hal yang wajar dalam organisasi.

Yang namanya reorganisasi pasti ada yang gembira dan ada yang kecewa. Tapi semua harus kembali disatukan dan disolidkan demi perjuangan yang lebih besar, yakni menghadirkan manfaat bagi masyarakat dan memperjuangkan kaum marhaen di Kabupaten Purworejo,” pungkasnya. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.