PendidikanPolitik

Workshop Bina Talenta Kemdiktisaintek Dorong Riset Perguruan Tinggi Lebih Berdampak bagi Purworejo

17
×

Workshop Bina Talenta Kemdiktisaintek Dorong Riset Perguruan Tinggi Lebih Berdampak bagi Purworejo

Sebarkan artikel ini
Foto bersama usai kegiatan
Foto bersama usai kegiatan

PURWOREJO, purworejo24.com – Penguatan talenta akademik dan pemanfaatan hasil riset untuk menjawab kebutuhan masyarakat menjadi perhatian dalam Workshop Bina Talenta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI Tahun 2026.

Mengusung tema Penguatan Talenta Akademik melalui Inovasi Teknologi dan Hilirisasi Riset untuk Meningkatkan Daya Saing di Kabupaten Purworejo”, kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, Rabu-Kamis (5-6/8/2026), di tiga perguruan tinggi, yakni STIE Rajawali, Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP), dan Institut Teknologi Bisnis dan Kesehatan Bhakti Putra Bangsa Indonesia (IBISA) Purworejo.

Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Komisi X DPR RI, Kemdiktisaintek RI, dan IBISA Purworejo. Workshop diarahkan untuk memperkuat kapasitas talenta akademik sekaligus mendorong agar hasil penelitian dan inovasi perguruan tinggi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung peningkatan daya saing daerah.

Dalam kegiatan di IBISA Purworejo, Kamis (6/8/2026), anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Bramantyo Suwondo, M.IR, yang akrab disapa Mas Bram, menekankan pentingnya kualitas sumber daya manusia dan kemampuan berinovasi di tengah perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat.

Menurutnya, kemajuan teknologi, kecerdasan buatan, transformasi digital, dan persaingan global telah mengubah cara daerah membangun keunggulan. Kekayaan sumber daya alam saja tidak cukup apabila tidak diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia, kemampuan berinovasi, serta keberanian mengubah ilmu pengetahuan menjadi solusi konkret.

Karena itu, ia menyambut positif Workshop Bina Talenta sebagai bagian dari upaya mewujudkan paradigma Diktisaintek Berdampak”, yakni mendorong pendidikan tinggi, sains, dan teknologi agar tidak berhenti pada lingkungan akademik, tetapi mampu menjadi penggerak transformasi sosial dan ekonomi.

Talenta akademik bukan hanya mahasiswa yang berprestasi atau dosen yang produktif menghasilkan publikasi ilmiah. Talenta akademik adalah insan yang memiliki rasa ingin tahu, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, integritas, serta keberanian menciptakan solusi bagi persoalan masyarakat,” kata Bramantyo.

Ia menilai Indonesia membutuhkan lebih banyak talenta yang mampu mengembangkan teknologi, menciptakan inovasi, membangun kewirausahaan berbasis ilmu pengetahuan, serta menghasilkan karya yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi dinilai memiliki posisi strategis. Kampus tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang untuk melahirkan inovator, peneliti, pemimpin, dan pencipta lapangan kerja.

Bramantyo juga menilai IBISA Purworejo memiliki posisi strategis karena mengembangkan tiga bidang yang penting bagi pembangunan masa depan, yakni teknologi, bisnis atau kewirausahaan, dan kesehatan.

Ketiga bidang tersebut, menurutnya, dapat dikembangkan menjadi berbagai inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Purworejo.

Contohnya antara lain pengembangan teknologi tepat guna untuk sektor pertanian, digitalisasi UMKM guna memperluas akses pasar, inovasi layanan kesehatan berbasis teknologi, pengembangan aplikasi digital untuk pelayanan publik, hingga penelitian yang dapat meningkatkan produktivitas masyarakat.

Semua itu merupakan bentuk nyata bagaimana kampus dapat memberikan dampak bagi daerah,” ujarnya.

Namun, ia mengingatkan bahwa inovasi tidak cukup jika hanya berhenti pada tahap penelitian. Salah satu tantangan penting yang harus diperkuat adalah hilirisasi riset.

Hilirisasi riset merupakan proses membawa hasil penelitian dan inovasi agar dapat diterapkan serta dimanfaatkan secara nyata, baik dalam bentuk produk, teknologi, kebijakan, maupun model bisnis.

Riset tidak boleh berhenti di laboratorium. Ia harus hadir di sawah para petani, di ruang praktik tenaga kesehatan, di bengkel para pelaku industri, di toko-toko UMKM, dan di tengah kehidupan masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bramantyo menekankan pentingnya membangun ekosistem inovasi yang melibatkan berbagai pihak. Menurutnya, perguruan tinggi tidak dapat berjalan sendiri dalam mengembangkan riset dan inovasi.

Perguruan tinggi membutuhkan pemerintah, pemerintah membutuhkan dunia usaha, dunia usaha membutuhkan peneliti, sementara peneliti membutuhkan masyarakat sebagai mitra dalam penerapan inovasi.

Karena itu, kolaborasi antara akademisi, pemerintah daerah, dunia usaha dan dunia industri, serta masyarakat menjadi salah satu kunci agar inovasi dapat berkembang dan memberikan dampak lebih luas.

Ia berharap IBISA dapat menjadi salah satu simpul kolaborasi yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendorong kemajuan Purworejo.

Bramantyo juga mengajak sivitas akademika IBISA untuk berani melakukan riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, memperluas kerja sama, serta memastikan hasil penelitian tidak berhenti pada penemuan atau publikasi.

Ukuran keberhasilan perguruan tinggi bukan hanya banyaknya publikasi ilmiah, tetapi seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat dari ilmu yang dihasilkan,” ujarnya.

Ia optimistis, apabila talenta akademik unggul, inovasi teknologi, dan hilirisasi riset dapat berjalan secara berkelanjutan, Purworejo akan memiliki daya saing yang semakin kuat dan mampu mengambil peran dalam pertumbuhan ekonomi serta pembangunan di Jawa Tengah.

Workshop Bina Talenta Kemdiktisaintek Tahun 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi forum berbagi pengetahuan, tetapi menjadi momentum untuk melahirkan kolaborasi baru, memperkuat kapasitas akademik, dan mendorong lebih banyak hasil riset yang benar-benar menjawab persoalan masyarakat.

Dengan demikian, perguruan tinggi dapat semakin kuat menjalankan perannya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan sumber daya manusia yang memberikan dampak nyata bagi daerah dan Indonesia. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.