7 Hewan Ternak di Purworejo Positif PMK

oleh -
Petugas melakukan penyemprotan disinfektan di sekitar kandang
Petugas melakukan penyemprotan disinfektan di sekitar kandang

PURWOREJO, purworejo24.com – Setelah bertahan cukup lama dari gempuran wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Kabupaten Purworejo Jawa Tengah akhirnya ikut terdampak. Tujuh Hewan ternak sapi di Kecamatan Bagelen dinyatakan positif.

PMK pertama kali ditemukan di Purworejo berada di wilayah Kecamatan Bagelen tepatnya di Desa Somorejo di salah satu peternakan milik warga. Forkopimcam Kecamatan Bagelen, Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) bersama BPBD setempat langsung mendatangi lokasi dan melakukan penyemprotan disinfektan di sekitar kandang.

Kepala DPPKP Kabupaten Purworejo Wasit Diono mengatakan dari sample yang diambil oleh Balai Besar Veteriner (BBBet) Wates 7 ekor sapi positif terjangkit PMK.

“(Sapi yang di Desa Somorejo) tujuh mas,”katanya singkat saat dikonfirmasi melalui pesan singkat pada Senin 20 Juni 2022.

Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purworejo Budi Wibowo menjelaskan, pihaknya telah melaksanakan pengambilan sample air liur ternak sapi sejumlah 7 ekor oleh Balai Besar veteriner ( BBVet) Wates. Hal itu dilakukan setelah adanya laporan dari warga Bagelen tersebut tentang adanya gejala virus PMK pada ternak sapi diwilayahnya.

“Total jumlah sapi 65 ekor (yang ada di peternakan) terdampak 22 ekor, dari awal terjangkit tanggal 8 Juni 2022 sudah langsung ditangani oleh pemilik sapi dan dokter hewan setempat,” katanya.

Diketahui awalnya salah satu peternak di wilayah tersebut membeli sapi jenis limosin sejumlah 8 ekor, saat membeli sapi dalam keadaan sehat, namun setelah 3 minggu dikandang mulai timbul gejala.

Pihaknya menambahkan belum ada ternak yang mati akibat kejadian tersebut. Budi juga terus melakukan langkah-langkah pencegahan agar kejadian ini tidak meluas.

“Karena sejak awal langsung ditangani oleh pemilik sapi, sekarang sudah mulai ada progres kesembuhan,” katanya.

Budi Wibowo mengimbau kepada masyarakat agar lebih waspada dan mengamati perkembangan ternaknya. Terkait menjelang hari raya Idul Adha, BUdi mengingatkan agar membeli hewan ternak yang benar-benar sehat.

“Apabila ada tanda-tanda yang mengarah ke penyakit PMK agar segera menghubungi dokter hewan terdekat atau ke dinas pertanian. Berkaitan dengan pelaksanaan Idul Adha besok agar masyarakat membeli hewan yang betul-betul sehat, bukan membeli hewan yang murah saja,” katanya. (P24-bayu)

Tinggalkan Balasan