KALIGESING, purworejo24.com – Merintis usaha tak mesti harus punya modal besar ataupun pendidikan tinggi, asal ada kemauan dan usaha maka semuanya akan jalan menuju kesuksesan. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh pemuda bernama Muhyidin, yang tinggal di Desa Tawangsari Kecamatan Kaligesing, Purworejo, Jawa Tengah. Muhyidin, sukses menjalankan usaha bisnis peternakan kambing ras Kaligesing dan pembesaran kambing kurban. Usahanya dirintis setelah dia menyelesaikan pendidikan di pondok pesantren.
Atas dukungan kedua orangtuanya dirinya berhasil membangun usaha itu dari hanya memelihara beberapa ekor kambing kini berkembang menjadi puluhan ekor kambing.
“Saya mulai menekuni usaha ternak dan pembesaran kambing sejak tahun 2009 lalu, selepas pulang dari Pesantren,” ungkap Muhyidin saat ditemui di sela kesibukanya dalam memelihara kambing di rumahnya, pada Senin tanggal 28 Mei 2022.
Dikisahkan, saat pulang dari pondok, dirinya yang belum berkeluarga merasa bingung karena belum memiliki pandangan untuk melakukan usaha, lalu terbesit untuk memelihara kambing dengan cara menggaduh. Dari hasil menggaduh itu, dirinya berhasil memiliki puluhan ekor kambing yang dikembangkan secara mandiri.
“Saat ini ada sekitar 50an ekor kambing, yang 8 kambing saya pelihara sendiri di rumah, lainya saya gaduhkan ke warga lain dengan sistim bagi hasil,” katanya.
Tak hanya itu, Muhyidin juga sukses mengembangkan usaha penggemukan atau pembesaran kambing khusus untuk hewan kurban. Hasil pembesaran kambingnya telah laku di berbagai pasar lokal maupun di kota lain hingga ke Jakarta.
“Penjualan kambing kurbanya rata-rata pasarnya ke Jakarta, kalau untuk lokasl kita biasa ke pasar Banyuasin dan Solotiyang,” bebernya.
Untuk kambing, lanjutnya, tidak begitu terpengaruh dengan isu maraknya PMK, hingga saat ini pun kambing-kambing yang dipeliharanya selalu sehat dan berkembang dengan baik.
“PMK tidak berpengaruh sama sekali. Harga masih stabil, untuk hewan kurban rata-rata dengan harga kisaran 3-3,5 juta,” tegasnya.
Dengan beternak serta pembesaran kambing qurban, usaha itu menjadi salah satu sumber pendapatan keluarga saat ini.
“Omzet kotor ya sekitar 10 jutaan per bulan, dan ini menjadi salah satu sumber penghasilan keluarga. Selain itu kami juga sedang menanam pohon kates (pepaya), sebagai usaha lain untuk menambah penghasilan keluarga,” ujarnya.(P24/Wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







