EkonomiSeni BudayaSosialWisata

Kembangkan Desa Wisata, Warga Desa Pandarejo Dilatih Membatik Oleh Dosen ISI Yogyakarta

147
×

Kembangkan Desa Wisata, Warga Desa Pandarejo Dilatih Membatik Oleh Dosen ISI Yogyakarta

Sebarkan artikel ini
Sejumlah warga remaja dan anak- anak di Desa Pandanrejo, Kecamatan Kaligesing, Purworejo, Jawa Tengah, mengikuti kegiatan pelatihan membatik di Balai Patunggon Krapyak RT 01 RW 02 Blok Setedun, Dusun Klepuh Desa Pandanrejo.
Sejumlah warga remaja dan anak- anak di Desa Pandanrejo, Kecamatan Kaligesing, Purworejo, Jawa Tengah, mengikuti kegiatan pelatihan membatik di Balai Patunggon Krapyak RT 01 RW 02 Blok Setedun, Dusun Klepuh Desa Pandanrejo.

KALIGESING, purworejo24.com – Sejumlah warga remaja dan anak- anak di Desa Pandanrejo, Kecamatan Kaligesing, Purworejo, Jawa Tengah, mengikuti kegiatan pelatihan membatik di Balai Patunggon Krapyak RT 01 RW 02 Blok Setedun, Dusun Klepuh Desa Pandanrejo.

Pelatihan yang diberikan oleh dosen dan mahasiswa dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta itu dilakukan untuk membantu warga Desa Pandarejo dalam menumbuhkan seni sebagai desa wisata di Desa Pandanrejo.

Mereka diajari cara membatik kain dengan cap kertas yang dikombinasikan menggunakan daun dengan warna sintetis agar menjadi batik yang unik dan beda dengan daerah lain.

Dosen Fakultas Seni Rupa jurusan Kriya ISI Yogyakarta, Toyibah Kusumawati, saat ditemui disela kegiatan pada Senin, 29 Mei 2022 mengatakan, kegiatan pelatihan membatik itu merupakan kegiatan pengabdian masyarakat untuk menumbuhkan seni di Desa Pandanrejo.

“Kita turun ke masyarakat untuk berbagi ilmu, di mana kita punya ketrampilan yang bermacam- macam, diantaranya adalah tekstil (batik), kalau di sini saya mengajari batik dengan cap kertas, kemudian saya kombinasikan dengan cap menggunakan daun dengan warna sintetis, dengan harapan hasilnya nanti memang unik berbeda dengan daerah lain dan ke depan diharapkan ini bisa menjadi ciri khas kerajinan yang ada di desa Pandanrejo ini,” ungkap Toyibah.

Pelatihan membatik, lanjutnya akan dilakukan dengan rentan waktu 12 kali pertemuan selama satu bulan di bulan Mei ini. Kegiatan itu sendiri diikuti oleh sekitar 9 remaja dan anak- anak yang ada di Desa Pandanrejo.

“Saya tertarik melakukan kegiatan di Desa Pandanrejo, karena disini merupakan desa wisata, harapan saya bisa menjadi desa wisata yang lebih berkembang lagi dan harapan saya khusus bagi kelompok ini bisa membantu masyarakat sini biar punya kerajinan khusus yang bisa menjadi salah satu mata pencaharian sekaligus untuk mendukung desa wisata Pandanrejo,” ujarnya.

Disampaikan, kegiatan pengabdian maayarakat ini dilaksanakan dengan melibatkan satu dosen dan satu mahasiswa yang menjadi slah satu program kegiatan dari LPM ISI Yogyakarta.

“Saya ikut bangga dengan masyarakat desa Pandanrejo, yang bersemangat untuk memajukan desa untuk menjadi desa wisata, dengan harapan nantinya masyarakatnya bisa menjadi makmur,” harapnya.

Ditambahkan, kegiatan pengabdian masyarakat itu hampir dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Kegiatan itu merupakan program kegiatan LPM ISI Yogyakarta yang meliputi program  penyuluhan seni dan program pengembangan wilayah seni.

“Kedepan kegiatan ini juga masih akan dilakukan, kita sudah mengajukan proposal untuk kegiatan di bulan Juli dan Agustus,, yang rencananya akan melibatkan dua orang dosen dan 6 mahasiswa dengan bidang yang berbeda beda, diantaranya batik, kerajinan kayu yang nantinya bisa menjadi membantu penyediaan souvenir khas desa Pandanrejo lalu desain interior yang bisa membantu penataan taman lingkungan dan penataan home stay, serta bidang komunikasi visual yang menjadi permintaan pihak desa untuk membantu di bidang dokumentasi, promosi, juga di bidang musik yang akan membantu di seni musik kulintang, band, dan drumb band di SD Pandanrejo, semoga pengajuan itu bisa di kabulkan dan terlaksana kembali,” pungkasnya.(P24/Wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.