PURWOREJO, purworejo 24.com – Sejumlah pengurus Organisasi Kepemudaan Karang Taruna Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, menggelar pertemuan pengurus di ruang pertemuan gedung B DPRD Kabupaten Purworejo, pada Sabtu tanggal 12 Maret 2022.
Pertemuan dengan konsep gendu-gendu rasa antar pengurus itu membahas tentang rencana temu karya untuk menggiatkan kembali Karang Taruna dengan mematangkan program kerja di tahun 2022.
Berbagai rencana kegiatan diusulkan dalam pertemuan itu, guna membangkitkan kembali semangat organisasi kepemudaan di Kabupaten Purworejo.
“Pada intinya pertemuan kali untuk sebagai bentuk pemantaban keorganisasian dan kekompakan dalam rangka ke depan yaitu temu karya membahas program kerja karang taruna kabupaten untuk tahun 2022-2023,” kata Cahyo Saptono selaku Ketua I, Karang Taruna Kabupaten Purworejo bersama saat ditemui usai pertemuan.
Cahyo yang juga Kepala Desa Condongsari, Kecamatan Banyuurip, berharap ke depan seluruh pengurus karang taruna kabupaten dan seluruh ketua karang taruna kecamatan bisa hadir dalam rapat program kerja itu.
“Setiap pertemuan atau musyawarah di karang taruna itu namanya temu karya, yaitu disini kami kandung maksud untuk pemantaban, harapan kami semua pengurus karang taruna hingga ditingkat kecamatan itu bisa selalu aktif dan produktif, sehingga bisa memberikan sumbangsih bagi Kabupaten Purworejo, pada intinya ini untuk lebih menggiatkan kembali organisasi karang taruna di Purworejo, utamanya bagi kecamatan- kecamatan yang saat ini belum aktif,” jelasnya.
Disampaikan, anggota karang taruna adalah setiap pemuda dan pemudi yang berumur 11 tahun hingga 45 tahun, namun dalam keanggotaanya terbagi atas dua macam keanggotaan yaitu anggota aktif dan anggota pasif.
“Perlu kita sampaikan, harapan kami di setiap kecamatan itu bisa aktif dan nanti diharapkan setiap desa bisa dibina dan karang taruna desa juga bisa menjadi aktif. Jadi penentu keaktifan karang taruna itu bukan hanya ditingkat kabupaten saja namun justru ditingkat desa,” ujarnya.
Menurutnya, sebagai generasi muda harus lebih aktif lagi dalam kegiatan atau mengangkat potensi yang ada di daerah masing-masing, dengan menunggu tapi yang harus aktif.
“Organisasi kepemudaan karang taruna itu sifatnya adalah pengabdian jadi bukan profit dan pemuda itu adalah penentu generasi yang akan datang, diharapkan pemuda- pemudi karang taruna ini bila ada kegiatan tentu kegiatan-kegiatan negatif bisa terkurangi yaitu dengan melakukan kegiatan yang positif dan itu yang utama”, bebernya.
Dirinya melihat, secara sosial saat ini masih banyak kegiatan pemuda yang arahnya masih negatif, kenakalan remaja masih banyak terjadi saat ini.
“Selain kita sebagai pengurus karang taruna kabupaten untuk mengaktifkan kembali, kami berharap dari pemerintah baik dari pusat, propinsi, daerah maupun kecamatan dan desa ada support pembinaan secara administrasi. Karena saya melihat beberapa era ini pemerintah kurang dalam memperhatikan karang taruna, ini yang menjadi kesedihan atau keprihatinan kita saat ini,” pungkasnya.(P24/Wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







