Pemerintahan

DPR RI Akan Usur Dugaan Penghilangan Sinyal dan Padamnya Listrik Di Desa Wadas

41
×

DPR RI Akan Usur Dugaan Penghilangan Sinyal dan Padamnya Listrik Di Desa Wadas

Sebarkan artikel ini

PURWOREJO, purworejo24.com – Anggota Komisi III DPR RI Taufik Basari akan menelusuri Dugaan Penghilangan Sinyal seluler dan pemadaman listrik yang ada di Desa Wadas. Ia menilai hilangnya sinyal seluler dan padamnya listrik di wilayah Desa Wadas tidak wajar.

Hal itu disampaikan Taufik saat melakukan kunjungan kerja di Desa Wadas bersama anggota komisi 3 lainnya seperti Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmond J Mahesa, Asrul Sani, Pangeran Khairul Saleh dan rombongan. Hilangnya sinyal seluler, internet dan Padamnya listrik di kawasan tersebut diketahui setelah pihaknya melakukan dialog dengan warga Desa Wadas Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo.

“Penghilangan sinyal di desa ini (Wadas) harus kita telusuri, karena itu adalah hak setiap warga untuk mendapatkan informasi dan komunikasi itu adalah hak konstitusional,” katanya kepada purworejo24.com disela-sela kunjungan pada Kamis 10 Februari 2022.

Dari hasil pantauan DPR RI Fraksi Nasdem tersebut dari pernyataan warga terungkap sebelum adanya pengukuran sinyal seluler di desa tersebut normal namun mulai pada tanggal 7 Februari malam sinyal seluler mendadak hilang. Tidak hanya itu listrik di desa tersebut sempat padam hingga tanggal 9 siang baru mulai menyala lagi.

“Saya melihat ada temuan fakta penghilangan sinyal di desa ini, kemungkinan sinyalnya diturunkan atau dihilangkan,” katanya.

Pihaknya akan terus mengumpulkan semua informasi terkait kedua hal tersebut yang nantinya akan digunakan dalam pengambilan keputusan apakah terbukti adanya pemadaman disengaja dan penghilangan sinyal oleh oknum. Ketika menanyai warga pihaknya juga curiga bahwa warga tersebut ada yang sudah diarahkan terkait jawaban-jawabannya.

Sementara itu hak senada juga disampaikan oleh Desmond J Mahesa, Dijelaskan, terkait masalah pemadaman listrik dan gangguan sinyal telekomunikasi di desa Wadas juga akan dibicarakan dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Sebab, keterangan dari sejumlah warga, dugaan adanya upaya pemadaman listrik dan pengacauan sinyal telekomunikasi muncul sebelum Selasa (8/2). Sebelumnya, listrik masih menyala dan warga desa masih bisa bebas berkomunikasi menggunakan telepon selular masing-masing.

“Ada apa dengan yang ngejim (mengacaukan sinyal) gituloh, merasa terganggu oleh kedatangan Komisi 3 nnti kita masalah kan dengan Kapolri di Jakarta ,” jelasnya. (P24-bayu)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.