EkonomiPemerintahan

Dorong Modernisasi Pasar, Dua Menteri Resmikan Pasar Purworejo

64
×

Dorong Modernisasi Pasar, Dua Menteri Resmikan Pasar Purworejo

Sebarkan artikel ini
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi didampingi Menteri BUMN Erik Tohir, Bupati Purworejo meresmikan Pasar Purworejo
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi didampingi Menteri BUMN Erik Tohir, Bupati Purworejo meresmikan Pasar Purworejo

PURWOREJO, purworejo24.com – Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi didampingi Menteri BUMN Erick Tohir, Bupati Purworejo RH Agus Bastian, Ketua DPRD Purworejo Dion Agasi Setiabudhi dan perwakilan pedagang meresmikan Pasar Purworejo yang terletak di Jl. Kyai Brengkel No.28 Purworejo Jawa Tengah, pada Selasa 22 Februai 2022.

Peresmian itu ditandai dengan pemotongan pita penandatangan prasasti yang dilakukan Mendag.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim saya nyatakan pasar Purworejo resmi dibuka dan mudah-mudahan bisa melayani kebutuhan masyarakat,” kata Lutfi dalam sambutannya meresmikan Pasar Purworejo.

Muhammad Lutfi menambahkan, pihaknya akan mendorong modernisasi Pasar Purworejo baik dalam sistem maupun secara teknisnya. Hal itu harus dilakukan Pasar Purworejo yang menjadi sumber ekonomi masyarakat Purworejo dapat bersaing di dunia yang lebih modern.

“Pasar induk ini adalah titik pusat yang penting dan kalau bisa kita terus meng-upgrade terus, karena dengan adanya sistem distribusi harus kita modern kan, makanya tadi pak Erick membawa direktur BRI,” katanya.

Kedatangannya ke Purworejo juga didampingi oleh Direktur Pusat BRI yang siap bekerjasama dengan pemerintah daerah dalam hal modernisasi pasar. Sampai saat ini BRI sudah menyiapkan 6.000 pasar yang siap didigitalisasi salah satunya adalah pasar Purworejo.

“Bukan hanya payment-nya (pembayaran) tapi juga dalam informasinya,” katanya.

Bupati Purworejo, Agus Bastian, menyampaikan, awalnya Pasar Purworejo bernama Pasar Pagi Suronegaran tersebut berada di lahan milik Kereta Api Indonesia (KAI). Setiap tahunnya pemerintah daerah harus menyewa ratusan juta bahkan hampir 1 M per tahunnya.

“Yang semula bernama Pasar Suronegaran, dengan lokasi menyewa buka menumpang di tanah milik KAI, tentunya setiap tahun harga sewanya selalu naik sedangkan pasar ini sifatnya sosial, yang tadinya sewanya cuma 125 juta, terakhir sewanya hampir 1 Milyar, dan itu tidak pernah bisa dinego pak Menteri Erick,” katanya sambil melemparkan pernyataan kepada menteri BUMN ini.

Pasar tradisional yang sehari-hari menyediakan kebutuhan pokok ini dibangun diatas tanah seluas 21.638 Meter dengan luas bangunan 12.792 meter
mulai dibangun pada tahun 2020 menggunakan APBD senilai Rp 33.236.142.000,00 dan pembangunan  Pembangunan selesai pada tahun 2021.

“Sedangkan pembangunan lansdcape dengan APBD 2021 dengan nilai kontrak Rp 4.601.768.000,00″, pungkasnya.(P24/Bayu/Adv)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.