Ganti Rugi Belum Dibayar, Ratusan Warga Segel Kantor BPN dan Tuntut Penghentian Proyek Bendungan Bener

oleh -
Ratusan warga terdampak Bendungan Bener memadati kantor BPN Purworejo untuk menuntut pembayaran ganti rugi
Ratusan warga terdampak Bendungan Bener memadati kantor BPN Purworejo untuk menuntut pembayaran ganti rugi
head banner Universitas Putra Bangsa Kebumen

PURWOREJO, purworejo24.com – Ratusan warga terdampak pembangunan Bendungan Bener, Purworejo Jawa Tengah kembali melakukan aksi untuk yang kesekian kalinya guna menuntut penghentian pengerjaan proyek sebelum ganti rugi dibayar. Warga juga menuntut kepastian waktu kepada pemerintah terkait pembayaran ganti rugi tanah yang telah disepakati.

Ratusan warga kembali melakukan aksi dengan mendatangi kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Purworejo pada Rabu (5/5/2021) siang. sMereka melakukan aksi karena merasa tertipu atas janji BPN Purworejo untuk membayar ganti rugi warga terdampak Bendung Bener yang sampai saat ini belum dibayarkan. Untuk itu masyarakat menuntut penghentian proyek dan mengeluarkan alat-alat proyek yang berada di lokasi pembangunan.

Ketua masyarakat terdampak Bendung Bener, Eko Siswoyo, menjelaskan bahwa masyarakat menyesalkan pihak pemangku kebijakan seperti BPN, BBWS serta LMAN yang sampai saat ini terkesan lambat untuk melakukan pembayaran ganti rugi. Masyarakat menyesalkan sikap dari pemangku kebijakan padahal saat ini menjelang lebaran dan masyarakat sangat membutuhkan uang.

“Ketika lahan belum dibebaskan tidak boleh dikerjakan, silahkan dikeluarkan alat-alatnya,” ujar Eko Siswoyo menyampaikan kepada kepala BPN Eko Suharto di depan kantor Jl. Kesatrian No.1, Plaosan, Purworejo, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Dialog antara warga dan perwakilan BPN Purworejo
Dialog antara warga dan perwakilan BPN Purworejo

Eko Siswoyo menambahkan ratusan masyarakat mendatangi Kantor BPN Purworejo dengan banyak membawa aspirasi warga. Setidaknya ada 6 tuntutan yang disampaikan warga . Pertama warga menuntut kepastian realisasi pembayaran uang ganti rugi bagi warga yang sudah menandatangani musyawarah, kedua menuntut BPN untuk memusyawarahlan data yang masih harus ada perbaikan, yang ketiga kepastian apraisal untuk lahan yang belum di-apraisal, keempat memastikan pembayaran uang ganti rugi sebelum hari raya Idul Fitri, kelima kepastian waktu musyawarah bentuk dan nilai ganti rugi pengadaan tanah untuk lahan yang sudah di-apraisal.

“Yang keenam aktivitas pengerjaan Bendung Bener diistirahatkan lagi sampai proses pembayaran uang ganti rugi selesai seluruhnya.” ujarnya.

Untuk diketahui masing-masing desa yang terdampak yakni Desa Bener, Nglaris, Limbangan, Guntur, Kedung Loteng, dan Karangsari Kecamatan Bener, serta Desa Kemiri di Kecamatan Gebang. Masyarakat melalui perwakilan bahkan menyampaikan pihaknya akan membawa masa yang jauh lebih banyak ketika tuntutan tidak ditepati lagi serta akan menyegel kantor BPN pada aksi selanjutnya.

“Jika masih tidak menepati janji kita akan datang dengan masa yang lebih banyak dan akan menyegel kantor BPN,” tagas eko.

Sementara itu Eko Suharto kepala BPN Purworejo menjelaskan bahwa terkait tuntutan masyarakat tersebut pihaknya hanya bisa menyampaikan kepada BBWS sebagai yang berwenang dalam hal tersebut. Pihaknya menyampaikan dengan total 1654 bidang tanah pada musyawarah sebelumnya akan dibayarkan sebanyak 243 bidang tanah.

“Sedang kami usulkan ke BBWS, kemudian dinilai KJPP dan saya akan mengecek lebih dahulu (data yang bermasalah di BPN) dan UGR akan dibayarkan hari senin,” pungkas Eko. (P24-Bayu)