PURWOREJO, purworejo24.com – Kasus Bantuan BOS Afirmasi terus bergulir. Hari ini, Kamis (22/4/2021), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Purworejo memanggil sejumlah pihak yang terkait dengan paket bantuan di bidang pendidikan, yang belakangan santer diisukan terjadi korupsi dalam proses pengadaannya. Namun sayangnya rapat yang memanggil sejumlah pihak terkait tersebut dinyatakan tertutup sehingga membuat sejumlah wartawan kecewa.
Dari pantauan purworejo24.com sidang dimulai pukul 09.00 WIB. Selain anggota komisi 4 DPRD, terlihat sejumlah orang memasuki ruangan. Diantaranya Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dindikpora), dan beberapa kepala sekolah. Belasan wartawan yang datang untuk melakukan peliputan tidak diperkenankan mengikuti dan mendengarkan rapat pembahasan secara langsung.
Andi Mahestya, salah satu wartawan yang berada di lokasi saat dimintai keterangan mengungkapkan, dirinya kecewa dengan tertutupnya agenda sidang tersebut. Pasalnya pada sidang-sidang sebelumnya sidang DPRD terbuka, ia mencurigai ada yang ganjil atas kasus BOS Afirmasi tersebut.

“Ya kami wartawan kecewalah kita butuh informasi pertemuan ini (Rapat Dengar Pendapat) tapi ini sidangnya malah tertutup,” katanya.
Belasan wartawan tersebut hanya duduk-duduk di depan ruang rapat Komisi IV DPRD dan menunggu pembahasan selesai untuk melakukan wawancara dengan para peserta rapat. Namun, meskipun sudah menunggu cukup lama hingga rapat selesai sekitar pukul 10.45 WIB, mereka
tidak banyak mendapat cukup informasi dari para peserta RDP. Kepala Dindikpora Kabupaten Purworejo Sukmo Widi Harwanto maupun beberapa kepala sekolah memilih bungkam saat diwawancarai wartawan saat keluar dari ruang rapat.
“Silakan wawancara saja dengan DPRD,” katanya sembari berjalan membelah kerumunan wartawan yang menunggunya didepan pintu rapat.
Hal serupa juga dilakukan oleh empat kepala sekolah SD yang hadir dalam RDP tersebut yakni kepala sekolah SDN Tridadi, SDN Purbowono, SDN Prapaglor dan SDN Karanggedang. Mereka juga bungkam enggan memberikan keterangan kepada para wartawan.
Ketua Komisi IV, Rani Sumadyaningrum yang menyusul keluar dari ruang rapat saat dimintai konfirmasi terkait kenapa rapat digelar tertutup juga tidak mau memberikan keterangan.
“Silakan tanya saja ke Pak Dullah. Saya harus lapor dulu ke pimpinan,” katanya sambil berlalu.
Wakil Ketua Komisi IV, M Abdullah menyampaikan bahwa alasan rapat digelar secara tertutup lantaran pihaknya ingin agar para kepala sekolah maupun kepala dinas dalam menyampaikan pendapatnya dapat lebih terbuka.
“Kami ingin mendengarkan apa yang sebenarnya terjadi. Jika digelar terbuka, kami khawatir justru mereka akan canggung menyampaikan yang sebenarnya terjadi soal apa yang telah ramai diberitakan di media,” ujarnya.(P24/Bayu)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







