BENER, purworejo24.com – Ratusan warga Desa Wadas Kecamatan Bener Kabupaten Puworejo Jawa terlibat bentrok dengan aparat kepolisian Resor Purworejo. Bentrok itu terjadi saat petugas Polres Purworejo bersama TNI Kodim 0708 hendak membersihkan material pohon dan ranting serta batu yang melintang dan menghadang di jalan raya, Jumat (23/04/2021).
Warga yang menolak tanah Desa Wadas yang akan diambil batu untuk material pembangunan Bendungan Bener sempat menutup jalan menggunakan material pohon dan ban bekas. Pohon itu sengaja ditebang oleh warga sebagai bentuk blokade atau halang rintang wujud penolakan warga atas rencana akan dilakukannya sosialisasi dalam rangka inventarisasi dan identifikasi bidang tanah di Balai Desa Wadas.
Akibat peristiwa itu, sosialisasi batal dilaksanakan dan dipindah ke aula kantor Kecamatan Bener. Warga yang mendapat undangan sosialisasi dijemput dan diantar oleh petugas Polres Purworejo.
“Kami mendapat laporan jika terjadi penutupan jalan di Desa Wadas, maka kami bersama petugas kepolisian dibantu Brimob Kutoarjo dan anggota Kodim 0708 datang ke lokasi untuk membuka jalan itu,” ungkap Kapolres Purworejo, AKBP Rizal Marito kepada purworejo24.com saat ditemui di lokasi kejadian.
Dijelaskan, jalan yang ditutup oleh warga merupakan jalan umum dan jalan Kabupaten yang melintasi Desa Wadas, maka menurut Kapolres perlu bagi petugas untuk membuka akses jalan itu bagi kepentingan umum.
“Ini jalan kabupaten, tidak boleh kelompok masyarakat tertentu kemudian menguasainya dan melarang orang lain untuk melintas. Ini sama saja dengan mengganggu ketertiban umum sehingga harus ditertibkan,” tegas Kapolres.
Kapolres mengaku, dirinya bersama petugas kepolisian lain telah melakukan himbauan berkali-kali kepada warga, namun warga tetep kekeh tidak mengindahkan peringatan dan himbauan warga. Ratusan warga baik laki-laki dan perempuan yang tergabung dalam organisasi Gempadewa dan Wadon Wadas tetap bertahan dengan duduk menghadang petugas. Lantaran himbauan petugas tak hiraukan, petugaspun terpaksa membuka blokade jalan dan membubarkan warga.
Dalam pembubaran itu, bentrokpun tak bisa dielakkan, warga kemudian melempari petugas dengan batu, petugas membalas dengan tembakan gas air mata. Sejumlah orang yang terindikasi sebagai provokatorpun ditangkap dan dibawa oleh petugas. Petugaspun akhirnya berhasil membuka jalan dan membubarkan aksi warga.
“Kami bersama pak Wakapolres telah menghimbau berulang kali dan ini saya yakin ada yang memprovokasi, setelah kami cek mereka tidak kenal satu sama yang lainya. Dan itu merupakan orang luar bahkan bukan orang Purworejo yang sengaja akan mengganggu keamanan di Purworejo ini,” ujarnya.
Dari informasi yang dihimpun purworejo24.com sedikitnya 11 orang ditangkap oleh aparat kelpolisian. Dan sedikitnya 9 orang luka-luka akibat kejadian tersebut. (P24-Bayu/Wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








