EkonomiPemerintahanPertanian

Proyek Sebabkan Air Irigasi Tak Mengalir, Belasan Kades Geruduk UPT Pemelihara Jaringan Irigasi

162
×

Proyek Sebabkan Air Irigasi Tak Mengalir, Belasan Kades Geruduk UPT Pemelihara Jaringan Irigasi

Sebarkan artikel ini
Seorang kades sedang menandatangani usulan reschedule yang akan disampaikan ke BBWSO
Seorang kades sedang menandatangani usulan reschedule yang akan disampaikan ke BBWSO

PURWOREJO, purworejo24.com – Belasan Kepala Desa dari Kecamatan Banyuurip, Kabupaten Purworejo, mendatangi kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemelihara Jaringan Irigasi (PJI) wilayah Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Kedatangan mereka guna meminta jadwal ulang atau reschedule atas pelaksanaan pekerjaan revitalisasi irigasi Kedung Putri yang sedang dilaksanakan.

Menurut para Kades tersebut, adanya pengerjaan proyek menyebabkan aliran irigasi tak mengalir atau terhenti. Hal itu membuat para petani tak bisa memaksimalkan masa tanam. Masa tanam yang sudah mulai berlangsung akan tersendat jika jadwal pengairan dan pengerjaan proyek terus dilanjutkan tanpa adanya reschedule.

Setelah dilakukan musyawarah antara belasan Kades bersama UPT PJI wilayah Purworejo, akhirnya UPT setuju untuk mengusulkan jadwal pengeringan ulang atau reschedule berkaitan dengan pekerjaan revitalisasi kepada Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO) Yogyakarta sebagai pemilik pekerjaan revitalisasi irigasi Kedung Putri.

“Diawal musim tanam kemarin sudah kami disulitkan dengan pupuk, lalu harga gabah yang turun drastis, kini petani bertambah prihatin lagi dengan tidak mengalirnya air disaat petani mulai mengolah lahan saat musim tanam kedua,” ungkap Ketua Polosoro Banyuurip yang juga Kades Condongsari, Cahyo Saptono, saat ditemui purworejo24.com di sela musyawarah.

Terkait kegiatan revitalisasi aliran irigasi, para Kades meminta jadwal ulang pekerjaan rehab agar air bisa tetap mengalir dan dimanfaatkan oleh petani untuk kepentingan olah tanah. pihaknya mengaku jika jadwal yang sudah ada hari ini yaitu seminggu air dialirkan dan seminggu lagi air tidak dialirkan maka akan menyulitkan petani.

“Karena tanpa air mustahil untuk dikerjakan,” katanya.

Sementara itu, UPT PJI wilayah Purworejo, Edi Nur Widyoko, menjelaskan, pekerjaan revitalisasi saluran irigasi Kedung Putri merupakan kewenangan dari pihak BBWSO Yogyakarta. Sebelum dikerjakan telah dilakukan sosialisasi dan dalam pelaksanaan pekerjaan disepakati bahwa pada bulan April 2021 mendatang dilakukan jadwal air mengalir seminggu dan berhenti mengalir seminggu.

“Tapi karena perkembangan waktu petani mulai olah tanah di bulan April, kalau jadwal air seminggu mati seminggu mengalir dirasa kurang. Maka minta untuk dilakukan rescedule dengan jadwal, supaya bulan April hingga pertengahan Juni 2021 air bisa tetap mengalir secara normal untuk dimanfaatkan olah tanah,” katanya.

Dijelaskannya, saluran irigasi Kedung Putri mengairi persawahan di 68 desa di tujuh kecamatan yang ada di Kabupaten Purworejo, yaitu di Kecamatan Loano, Kecamatan Purworejo, Kecamatan Banyuurip, sebagian Kecamatan Ngombol, sebagian Kecamatan Purwodadi, sebagian Kecamatan Bayan, dan sebagian Kecamatan Gebang dengan luasan 4.341 hektare sawah.

Selanjutnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUPR) Kabupaten Purworejo, Suranto, mengapresiasi atas aspirasi yang disampaikan oleh Polosoro Kecamatan Banyuurip kepada UPT PJI wilayah Purworejo.

“Usulan reschedule untuk pelaksanaanya kami akan meneruskan ke pengelola kegiatan dari BBWSO Yogyakarta. Terkait dengan kontrak kerja yang sudah dilaksanakan oleh pihak ketiga dengan pemerintah dan apabila terjadi keterlambatan atau kemunduran tentu ada sanksi, dan tentu BBWSO akan mempertimbangkan, pekerjaan diupayakan bisa jalan tetapi layanan kepada masyarakat pengguna air juga tidak terganggu,” katanya (P24-Bayu)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.