LOANO, purworejo24.com– Harapan warga Dusun Sembuh, RT 01/RW 02, Desa Kebon Gunung, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, untuk memiliki akses jala yang layak akhirnya menjadi kenyataan.
Jembatan Merah Putih Presisi yang selama ini dinantikan kini telah rampung dan mulai dapat difungsikan dan dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya para petani.
Jembatan tersebut difungsikan sebagai Jalan Usaha Tani (JUT) yang memiliki peran vital dalam menunjang mobilitas warga serta memperlancar distribusi hasil pertanian.
Sebelum jembatan permanen ini dibangun, warga hanya mengandalkan jembatan bambu darurat sebagai akses utama. Kondisi ini kerap menjadi kendala, terutama saat musim hujan, di mana jembatan sering hanyut diterjang banjir. Akibatnya, aktivitas pertanian terganggu dan distribusi hasil panen tersendat.
Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini terwujud melalui pendanaan swadaya yang dihimpun oleh Kapolres Purworejo, dengan dukungan dari pemerintah daerah, masyarakat, serta sektor swasta. Semangat gotong royong menjadi fondasi utama dalam merealisasikan infrastruktur tersebut.
Kepala Desa Kebon Gunung, Fatah Kusumo Handogo, mengungkapkan rasa syukur atas rampungnya pembangunan jembatan yang telah lama dinantikan warganya.
“Selama ini kami hanya memiliki jembatan bambu yang sering rusak diterjang banjir. Dengan pembangunan jembatan ini, para petani akan sangat terbantu dalam mengangkut hasil pertanian,” ujarnya Sabtu (25/4/2026).
Atah sapaan akrabnya juga menyampaikan apresiasi kepada Polres Purworejo atas perhatian dan dukungan yang diberikan hingga pembangunan jembatan tersebut dapat terealisasi.
Kehadiran jembatan baru ini diproyeksikan mampu memangkas waktu tempuh hingga 20–25 menit, sekaligus meningkatkan keamanan dan efisiensi distribusi hasil pertanian dari Desa Kebon Gunung, Mudalrejo, hingga Maron.
Dengan mulai difungsikannya jembatan, masyarakat berharap akses transportasi menjadi lebih aman, lancar, dan berkelanjutan. Selain mempercepat distribusi hasil panen, keberadaan jembatan ini juga diyakini akan meningkatkan produktivitas pertanian serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
Saat ini jembatan sudah mulai bisa digunakan untuk pejalan kaki dengan akses yang lebih lebar. Namun, masih diperlukan penanganan lanjutan, baik melalui Dana Desa (DD) maupun dukungan pokok pikiran (pokir) untuk pengembangan Jalan Usaha Tani (JUT).
“Sementara itu, kendaraan roda tiga masih belum diperbolehkan melintas karena jembatan masih dalam tahap penyempurnaan. Semoga ke depan dapat membawa dampak positif bagi kesejahteraan warga, khususnya para petani di Dukuh Sembuh,” pungkasnya. (P24-byu)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








