PPKM Diperpanjang, Seluruh Desa di Purworejo Dirikan Posko Penanganan Covid-19

oleh -
Foto bersama usai kegiatan perpanjangan PPKM di Desa Bajangrejo
Foto bersama usai kegiatan perpanjangan PPKM di Desa Bajangrejo

PURWOREJO, purworejo24.com – Pemerintah pusat mengintruksikan semua desa mendirikan Posko Penanganan dan Pengendalian Covid-19 dan melakukan  Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro. Kegiatan pembatasan kegiatan masyarakat tersebut akan berlangsung mulai dari tanggal 22 Februari hingga 08 maret 2021 mendatang.

Instruksi ini ini berlaku di seluruh Indonesia, tak terkecuali di Purworejo. Salah satunya pemerintah Desa Bajangrejo Kecamatan Banyuurip Desa Bajangrejo Kecamatan Banyuurip yang bersama instansi TNI dan Polri mendirikan Posko Penanganan dan Pengendalian Covid-1. Posko ini menjadi posko percontohan yang dipilih Polres Purworejo untuk proses pelaksanaan peresmian posko PPKM. Desa Bajangrejo dipilih karena tingkat penularan virus Covid-19 paling sedikit di Kecamatan Banyuurip.

“Hari ini di telah dilaksanakan kunjungan tim asistensi dan supervisi (Polres Purworejo) berkaitan dengan progam pemerintah PPKM mikro tahap 2,” kata Kapolsek Banyuurip Iptu Beny Murtopo kepada purworejo24.com usai kegiatan dihalaman balai desa Bajangrejo pada Selasa (23/02/2021)

Pihak menambahkan dikecamatan Banyuurip sendiri juga telah dibentuk sebanyak 27 posko PPKM yang terdiri dari 24 desa dan 3 kelurahan. Dari posko-tersebut diharapkan mampu mengurangi laju persebaran virus Covid-19 kususnya di daearh Banyuurip sendiri.

Pembentukan posko tahap 2 ini juga didasari intruksi mendagri no 2 tahun 2021 serta Surat Edaran Gubernur jateng nomor 443.5/0003363 tentang perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro di Jawa Tengah. Akibat adanya perpanjangan tersebut warga akan dibatasi dalam hal berkerumun seperti warung dan toko-toko juga dibatasi operasinya hingga pukul 20.00 Wib.

“Warung makan, hajatan akan dibatasi sesuai kapasitas gedung yang akan digunakan,” katanya.

Iptu Beny juga menambahkan untuk memastikan jalannya PPKM di masyarakat dari satgas Covid desa juga sudah membentuk 4 seksi yang terdiri dari seksi penanganan, seksi pencegahan, seksi penindakan dan seksi administrasi. Hal itu dilakukan agar masyarakat lebih tertib dalam menjalankan PPKM selama kurang lebih 2 minggu.

Sementara itu kepala Desa Bajangrejo Sunardi mengatakan diwilayahnya termasuk sangat minim sekali dengan persebaran kasus Covid-19. Selama tahun 2020 saja hanya 5 orang yang terpapar virus Covid-19 dan tahun 2021 hanya 1 orang dan kesemuanya selesai menjalani isolasi mandiri.

Dengan populasi sekitar 250 KK dengan jumlah 700an jiwa angka terpapar virus Covid-19 di Desa Bajangrejo menjadi yang terendah di Kecamatan Banyuurip. Hal itu karena pihak desa sangat responsif terhadap segala hal yang berhubungan dengan dampak Covid-19 di desanya bahkan segala elemen desa mualai dari aparatur desa, babinsa, babinkamtibmas, bidan desa dan tokoh-tokoh masayarakat dilibatkan dalam penanganan Covid-19.

“Ketika ada pasien terkonfirmasi reaktif Covid-19 kami mendapat informasi dari puskesmas dan langsung kita tindak lanjuti kemudian ke satgas Jogo Tonggo, kita juga sudah menyiapkan ruang isolasi,” tandasnya. (P24-Bayu)