Trans Jateng Rute Kutoarjo-Borobudur Akan Diluncurkan Awal September 2020
Sebarkan artikel ini
Audiensi bersama antara Dinas Perhubungan, Organda, dan sejumlah pengurus moda angkutan di kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Purworejo, (27/7/2020)
PURWOREJO, purworejo24.com – Moda transportasi Trans Jateng rute Stasiun-Kutoarjo (Purworejo) -Borobudur (Magelang), Jawa Tengah dipastikan akan di luncurkan dan mulai beroperasi pada awal bulan September 2020 mendatang. Rencananya peresmian akan dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dengan menghadirkan pejabat terkait.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Konsorsium dan Operator Trans Jateng yang juga sebagai Ketua Organda Purworejo, Wahyu Muji Mulyana, dalam audiensi bersama antara Dinas Perhubungan, Organda, dan sejumlah pengurus moda angkutan di kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Purworejo, pada Senin (27/7/2020) malam.
Hadir dalam audiensi itu, Plt KaDishub Purworejo, yang juga selaku Asisten Sekda 2 Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Purwirejo, Drs Boedi Hardjono, Kasi Angkutan Umum, Wahyudi S.Sos, MM, Kabid Lalu Lintas, Desi Wulandari S.E, MM, Dewan Pertimbangan Organda, Drs Agus Budi Supriyanto, Msi, Sekretaris Organda, Widodo Solikhun dan juga Pengurus Organda yang lain.
“Trans Jateng untuk koridor Stasiun Kutoarjo-Borobudur sudah siap, bahkan kendaraan, bengkel, garasi, petugas/karyawan juga siap ready,” kata Wahyu.
Audiensi bersama antara Dinas Perhubungan, Organda, dan sejumlah pengurus moda angkutan di kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Purworejo, (27/7/2020)
Disebutkan, nantinya akan ada sekitar 14 armada bus Trans Jateng yang akan berhenti di 20 halte yang membentang di sepanjang jalur Kutoarjo – Borobudur. Halte-halte itu diantaranya halte Stasiun Kutoarjo, terminal sub Kutoarjo, terminal angkot utara Pasar Kutoarjo, traffic light jembatan Kali Jali, SMPN 23 Bayan, Akper Pemkab Grantung, GOR Sarwo Edi Wibowo, perempatan Sucen, pertigaan Seren, Ponpes Berjan, Plaza Purworejo, Pasar Maron, Pasar Kaliboto, SMPN 19 Bener, serta Kalijambe. Berikutnya masuk wilayah Magelang yakni Pasar Margoyoso, Krasak, bundaran Salaman, Kembanglimus, dan berakhir di terminal Borobudur.
“Untuk masalah pembangunan halte Trans Jateng memang belum siap, karena bukan wewenang dari pihak kami, tapi rencananya awal bulan Agustus ini akan segera dibangun,” jelas Wahyu.
Bus Trans Jateng, jelas Wahyu, mempunyai kapasitas 33 penumpang termasuk untuk penumpang berdiri dengan fasilitas kursi untuk lansia dan difabel. Nantinya bus ber-AC itu akan beroperasi mulai pukul 05.00 hingga pukul 20.00.
“Tarif yang dibanderol yakni Rp 4.000 untuk penumpang umum dan Rp 2.000 untuk pelajar, pekerja, dan veteran dengan menunjukkan kartu anggota. Adapun jarak tempuh sekitar 1,5 jam dari stasiun Kutoarjo hingga terminal Borobudur dan sebaliknya,” tambah Wahyu.
Wahyu mengungkapkan, kehadiran Bus Trans Jateng tidak serta merta akan menggusur keberadaan angkutan umum lainnya seperti mikrobus, bus medium maupun angkot/angkudes. Menurutnya, sistem yang akan diterapkan yakni dengan menggabungkan kepemilikan yakni 1 Bus Trans Jateng ditukar dengan 4 angkot/angkudes, 3 mikrobus, atau 2 bus medium.
“Dengan demikian para pengusaha kendaraan umum diharapkan menjadi investor, termasuk para supir yang kendaraannya digabung menjadi skala prioritas menjadi supir Bus Trans Jateng apabila memenuhi kriteria,” ujarnya.
Plt Kepala Dishub Purworejo, yang juga selaku Asisten Sekda 2 Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Purworejo, Drs Boedi Hardjono, berharap masyarakat nantinya bisa lebih mencintai dan memanfaatkan moda angkutan umum Trans Jateng itu, serta saling menjaga keharmonisan dan keamanan antara angkutan umum dengan Trans Jateng demi kemajuan kota Purworejo.(P24-Drt)