EkonomiSeni Budaya

Demi Bertahan Hidup Selama Pandemi Covid-19, Seniman Jual Kendang Hingga Sepeda Motor

579
×

Demi Bertahan Hidup Selama Pandemi Covid-19, Seniman Jual Kendang Hingga Sepeda Motor

Sebarkan artikel ini
Seniman jual kendang untuk biaya hidup
Seniman jual kendang untuk biaya hidup

PURWOREJO, purworejo24.com – Akibat dari lamanya masa Pandemi Covid-19, membuat para seniman panggung dan kru terpaksa menjual alat pentas dan barang berharga lainnya. Hal itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya di saat tidak ada pentas yang dapat menghidupinya.

Diceritakan oleh Muji Waluyo, seorang Dalang asal Desa Wirun kecamatan Kutoarjo yang juga penasehat Pepadi mengakui bahwa beberapa dari rekan-rekannya rela menjual Gong, Kendang dan alat-alat pentas lainnya untuk menghidupi keluarganya. Tidak hanya itu beberapa dari seniman panggung seperjuangannya juga banyak yang beralih profesi.

“Gong perunggu yang menjual pak Dalang Bagong Hadi Widodo, harga asli 8 juta ditawar akhirnya laku 5,5 karena ia butuh uang,” katanya kepada Purworejo24.com pada Minggu (21/06/2020).

Seniman menjual gong untuk biaya hidup di masa pendmi Covid-19.
Seniman menjual gong untuk biaya hidup di masa pendmi Covid-19.

Muji yang juga anggota Komite Pedalangan dan Karawitan Dewan Kesenian Purworejo,menambahkan seniman yang lainnya seperti Sarjono mau menjual gawang kelir (alat pegelaran wayang) yang dibanderol 10 jutaan. Ia menambahkan tidak hanya itu, bahkan sampai ada seniman yang beralih profesi sebagai tukang angkringan karena masa pandemi Covid-19 ini tidak bisa pentas.

“Sejak Maret kami tidak manggung, Seperti mas Gunawan menjadi pedagang Angkringan orang Desa Keduren Kecamatan Purwodadi dia biasa berjualan di barat SMA Purwodadi,” katanya.

Ia mengaku pada hari Senin besok ia akan mengirim surat ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Parbud) terkait audiensi oleh beberapa seniman dan dijadwalkan hari Rabu para seniman datang semua ke kantor Parbud untuk audiensi dengan menggunakan pakaian adat jawa.

Sementara itu Subakir atau akrab di kenal dengan Bokir Al-Kantara nasibnya juga tidak jauh berbeda seorang MC ini harus menjual motornya untuk menghidupi keluarganya. Lebih parahnya lagi istrinya juga sebagai penyanyi juga reesend saat pandemi Covid-19.

“Saya bahkan dalam rangka menghemat yang biasanya makan 3 kaki sehari saat ini hanya 2 kali sehari mas. Bahkan bisa sehari sekali, kita sudah tidak tahan lagi kalau harus berpangku tangan saja,” katanya.

MC asal Purwoeejo, Bokir Al-Kantara dan istri.
MC asal Purwoeejo, Bokir Al-Kantara dan istri.

Ia berharap para pemegang kebijakan dapat memberikan solusi atas permasalahan para pemain panggung. Sampai saat ini ia dan rekan-rekannya belum bisa pulih dari dampak Covid-19.

“Harapannya segera diberi ijin untuk pentas dan mohon kami dari para seniman untuk dapat diperhatikan,” tandasnya. (P24-Bayu)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.