Bencana AlamEkonomiLingkungan HidupPertanian

Puluhan Hektare Sawah di Purworejo Gagal Panen Diserang Hama Wereng

1141
×

Puluhan Hektare Sawah di Purworejo Gagal Panen Diserang Hama Wereng

Sebarkan artikel ini
Puluhan hektare sawaj di Pituruh mengalami gagal panen akibat serangan hama
Puluhan hektare sawaj di Pituruh mengalami gagal panen akibat serangan hama

PITURUH, purworejo24.com – Beberapa wilayah di Kecamatan Pituruh pada musim panen ini mengalami penurunan hasil panen secara drastis. Hampir 80 persen lahan sawah yang ditanami petani mengalami kegagalan panen, hal ini disebabkan karena banyaknya hama wereng yang menyerang padi di musim panen ini.

Desa yang terancam gagal panen dan gagal tanam pada masa tanam I yakni desa yang dialiri kali Kedunggupit Wetan atau Kali Awir yang tepatnya di Desa Kalikotes. Desa tersebut meliputi Kalikotes, Ngandagan, Karangganyar, Prigelan, Ngampel, Pituruh, Sikambang, Kendalrejo, Tunjungtejo, Pepe, dan Kalimati.

Diungkapkan Ketua Polosoro Pituruh sekaligus Kades Tunjungtejo Suhariyono bahwa hal ini merupakan salah satu musibah yang diperoleh petani. Kegagalan panen ini pada masa tanam kali ini merupakan dampak dari jebolnya kali kedunggupit wetan beberapa waktu yang lalu sehingga pasokan air tersendat.

“Lahan yang dimilik Desa Tunjungtejo 64,11 (ha), 80 persen lahan sawah dikatakan gagal panen, karena bisa dilihat dari padi yang ada di sawah banyaknya hama wereng yang menyerang, ” katanya kepada purworejo24.com, Selasa (28/04/2020)

Puluhan hektare sawah di Pituruh mengalami gagal panen akibat serangan hama
Puluhan hektare sawah di Pituruh mengalami gagal panen akibat serangan hama

Namun berbeda dengan daerah yang dialiri kali Kedunggupit Kulon, wilayah tersebut tidak terpengaruh dengan masa tanam dan hama wereng karena pasokan air mencukupi. Sementara itu para petani sudah mencoba berbagai usaha untuk menghilangkan hama wereng ini namun beberapa upaya yang dilakukan gagal.

“Beberapa petani sudah ada yang mengatasi dengan menyemprot dengan obat wereng sampai delapan kali, tapi tetap saja hama wereng ini tidak bisa mati, masih saja datang menyerang padi yang ada disawah, ” katanya.

Ia menambahkan bahwa desa Tunjungtejo gagal panen. Ini merupakan desa yang paling parah diserang oleh hama wereng. Wereng tersebut menjadi salah satu cobaan para petani selain Virus Covid-19.

“Petani mengungkapkan ini musibah pageblug tenanan (beneran), ini juga ditambahi dengan adanya musibah penyebaran virus covid-19. Delapan Puluh persen lahan sawah masa panen saat ini gagal, dikarenakan hama wereng yang menyerang petani,” tambah Suhariyono.

Sementara itu kondisi yang demikian sudah ia sampaikan kepada pemangku kebijakan yang ada di beberapa desa yang terkena dampak wereng ini.

“Ini sudah disampaikan ke beberapa kades di Kecamatan Pituruh, untuk menindaklanjuti kondisi seperti ini mau bagaimana, jika untuk teruskan ini kan beresiko ada padi yang ditanam selanjutnya sama, dikhawatirkan terkena hama wereng juga,” tandasnya. (P24-Bayu)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.