Ditinggal Umroh Gudang Katering Barokah di Baledono Roboh
Sebarkan artikel ini
Ditinggal umroh gudang katering roboh.
PURWOREJO, purworejo24.com – Sebuah bangunan rumah yang difungsikan sebagai garasi dan gudang perlengkapan katering di Kelurahan Baledono, Purworejo Jawa Tengah roboh rata dengan tanah. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun kerugian akibat kejadian ini diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah karena selain bangunan rusak, sepeda motor dan perlengkapan katering rusak tertimpa reruntuhan bangunan. Robohnya bangunan milik Kuswatiningsih di RT 5 RW 3 Kelurahan Baledono, Purworejo Jawa Tengah ini terjadi pada Selasa (28/1/2020) pagi sekitar pukul 03.45 WIB. Hujan deras pada Senin (27/1/2020) sore selama hampir dua jam diduga menjadi penyebab bagian bawah bangunan terkikis air sehingga pondasi rumah rapuh, dan roboh keesokan paginya.
“Kemarin sore kan hujan deras. Ini longsor terjadi pada jam 4 kurang seperempat pagi. Dulu pernah ada longsor pas hujan pertama,” ungkap Yulian Dwi Aryanto, salah satu kerabat Kuswatinigsih.
Ditinggal umroh gudang katering roboh.
Saat kejadian berlangsung. gudang dalam keadaan tidak berpenghuni, sedangkan rumah induk hanya dihuni satu orang anggota keluarga yang berjaga selama pemilik rumah menjalankan ibadah umroh. Kuswatinigsih, pemilik bangunan, sejak beberapa hari lalu berangkat umroh dan baru akan pulang pada jumat mendatang.
Kerugian akibat kejadian ini diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Selain bangunan roboh total, satu unit sepeda motor dan perlengkapan usaha Katering Barokah juga rusak berat akibat tertimpa reruntuhan bangunan.
Warga mengatur lalu lintas
“Tidak ada korban. Ada motor satu, tadi sudah dievakuasi,” jelas Aryanto.
Sejak pagi, warga sekitar pun bergotong royong, untuk menyelamatkan barang-barang berharga. Warga pun secara swadaya melakukan pengaturan lalu lintas. Robohnya bangunan ini sempat mengakibatkan tersendatnya lalu-lintas karena banyak pengendara kendaraan yang melambat untuk melihat bangunan yang roboh.
Jalan penghubung antar desa ini juga ditutup sebagian karena ada sebagian bahu jalan tergerus air pada bagian bawah sehingga membahayakan pengguna jalan yang melintas. (P24-Nuh)