Dengan Peralatan Seadanya, Damkar Lakukan OTT di Kutoarjo
Sebarkan artikel ini
Petugas Damkar Purworejo memeriksa hasil OTT
KUTOARJO, purworejo24.com – Banyaknya laporan dari masyarakat atas ditemukannya sarang tawon yang dianggap mengganggu, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Purworejo, Jawa Tengah gencar mengadakan OTT atau Operasi Tangkap Tawon. Dengan perlengkapan sederhana berupa alat pembasmi serangga, kapas dan pakaiaan Damkar, tim melakukan OTT pada malam hari saat suasana sepi.
Begitu mendapat laporan dari masyarakat, Tim OTT yang merupakan anggota Damkar mendatangi lokasi sarang tawon yang dianggap meresahkan warga. Seperti yang terjadi pada Selasa (17/12/2019) malam di kelurahan Senepo Kutoarjo. Pemilik toko Sinar Teknik Kutoarjo Kuntono, mengaku dirinya khawatir dengan keberadaan sarang tawon di salah satu ruangan di tokonya.
“Sejak 6 bulan lalu, tahu-tahu besar. Akhirnya saya lapor ke Damkar. Tawonnya besar, seukuran jari kelingking, sering masuk rumah. Para pekerja juga takut karena sering lewat dibawah sarang tawon itu,” kata Kuntono.
Petugas Damkar Purworejo melakukan OTT di komplek toko di Kutoarjo. (17/12/2019)
Rubino, Kasi Damkar dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Purworejo, OTT sengaja dilaksanakan pada malam hari. Hal ini dilakukan untuk mengurangi resiko adanya korban. Selain malam hari relatif sepi dari aktifitas masyarakat, penglihatan tawon juga berkurang pada malam hari.
“Kami menyebut ini tawon ndas, memang sampai malam ini sudah 7 kali laporan di bulan Desember. Banyak warga yang lapor. Pertama lewat telepon, kami sarankan melalui surat. Setelah kami menerima surat, baru kami akan laksanakan pada malam hari. Sengaja kami pilih malam hari karena gelap, tawonnya lamur. Juga mengantisipasi kemanan petugas kita sendiiri, ” ujar Rubino, saat ditemui usai OTT.
OTT pun dilaksanakan dengan peralatan sederhana. dengan mengenakan masker khas Damkar, dan berbekal kapas dan satu botol cairan pembasmi serangga, petugas pemadam kebakaran pun mendekati sarang tawon. Setelah lampu dipadamkan semua, petugas menutup lubang sarang tawon dengan kapas. Setelah menyisakan satu lobang, petugas kemudian menyemprotkan cairan pembasmi serangga ke dalam sarang tawon tersebut.
Petugas Damkar Purworejo melakukan OTT di komplek toko di Kutoarjo. (17/12/2019)
Kemudian petugas menutup semua lobang sarang tawon. Setelah ditunggu beberapa menit hingga tidak terdengar suara tawon berdengung, sarang tawon berukuran besar ini pun dibongkar dan dimasukkan karung yang sudah disiapkan. Sarang tawon beserta tawon yang sudah mati ini pun selanjutnya dapat dibuang ke tempat yang aman.
Rubino, mengatakan kegiatan OTT ini sudah dilakukan sejak 2018 lalu. Bulan Desember ini, OTT semakin gencar dilaksanakan oleh Satuan Pemadam Kebakaran Purworejo, Jawa Tengah. Dibanding bulan-bulan sebelumnya, laporan pada bulan Desember melonjak tajam.
JIka pada bulan-bulan sebelumnya rata-rata mereka menangani 3 laporan tiap bulan, hingga pertengahan Desember ini sudah ada 7 laporan yang masuk dan ditangani oleh Damkar Purworejo.
Rubino menyatakan sejauh ini belum ada laporan dari masyarakat di Purworejo adanya korban sengatan tawon vespa. Namun demi kewaspadaan, Damkar menindak lanjuti semua laporan yang masuk terkait keberadaan sarang tawon yang dianggap meresahkan.
“Memang akhir-akhir ini banyak warga yang takut dengan viralnya tawon vespa. Kami menghimbau masyarakat untuk segera lapor secara tertulis ke Damkar. Ini gratis sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat,” pungkas Rubino.(P24/Nuh)