EkonomiIklimLingkungan HidupPemerintahanPertanian

Sering Sebabkan Banjir, Warga Minta Pemerintah Normalisasi Sungai Lereng

320
×

Sering Sebabkan Banjir, Warga Minta Pemerintah Normalisasi Sungai Lereng

Sebarkan artikel ini
Penebaran bibit ikan di Sungai Lereng. (13/10/2019)
Penebaran bibit ikan di Sungai Lereng. (13/10/2019)

PURWODADI, purworejo24.com – Warga di tepian Sungai Lereng, Purworejo, Jawa Tengah merasa resah dengan kondisi Sungai Lereng yang kini kondisinya sangat parah. Selain semakin dangkal, juga tidak terdapat tanggul sehingga sering menyebabkan banjir di setiap musim penghujan.

Kondisi ini terungkap saat dilakukan kegiatan penanaman bibit pohon dan tebar benih ikan di sungai Lereng, Desa Gesing Kecamatan Purwodadi, pada Minggu (13/10/2019) pagi. Sejumlah warga bersama Pemerintah Desa Gesing dan Pemerintah Kecamatan Purwodadi, sejak lama telah mengajukan normalisasi sungai itu, namun hingga saat ini tanda-tanda akan dilaksanakan normalisasipun belum ada.

Acara penanaman bibit pohon serta penebaran bibit ikan di sungai Lereng Desa Gesing. (13/10/2019)
Acara penanaman bibit pohon serta penebaran bibit ikan di sungai Lereng Desa Gesing. (13/10/2019)

“Kami telah berupaya dengan mengajukan surat resmi baik kepada Pemkab Purworejo, ke Balai Besar Sungai Serayu Opak (BBWSO) Yogyakarta, dan ke DPUPR untuk meminta dilakukan normalisasi di sungai Lereng ini, namun hingga kini belum ada kabar,” ungkap Kepala Desa Gesing, Landung Priyanto, bersama Camat Purwodadi, Herry Raharjo.

Menurutnya, sungai lereng yang melintasi desa itu, merupakan sungai yang sangat vital bagi pertanian yang ada di wilayah desa Gesing.

Sungai Lereng telah mengalami kerusakan dan pendangkalan sejak lama, sungai itu membentang dengan panjang sekitar 20 kilo meter dengan melewati wilayah Kecamatan Purwodadi, Ngombol, Grabag, bahkan hingga sampai ke Kebumen dan Yogyakarta.

“Yang dikenal selama ini Sungai Lereng itu yang melewati Kecamatan Butuh, Grabag, Ngombol dan Purwodadi, padahal aslinya Sungai Lereng itu membentang dari arah barat ke timur dengan panjang kurang lebih 20 kilometer, namun Sungai Lereng tersambung dengan beberapa sungai lain yang akhirnya juga sama bermuara di laut selatan,” katanya.

Tak hanya dinormalisasi, keinginan warga lokasi Sungai Lereng di Desa Gesing juga akan dibangun embung, sehingga kebutuhan air saat kemarau bisa mencukupi utamanya untuk pertanian di wilayah itu.

Warga berharap ada normalisasi Sungai Lereng
Warga berharap ada normalisasi Sungai Lereng

Sementara itu, Koordinator kegiatan penanaman bibit pohon serta penebaran bibit ikat di sungai Lereng Desa Gesing, Kyai Muhammad ES atau yang akrab di sapa Kyai Merah, mengatakan, kegiatan itu digelar dalam rangka memperingati Dirgahayu TNi ke 74, yaitu kegiatan yang digelar oleh Komunitas Jogokali bersinergi dengan Kodim 0708 Purworejo, Yon Mekanik 412/BES, dan komunitas pecinta lingkungan masyarakat, organisasi, pondok pesantren, mahasiswa dan pelajar.

“Ada 10 ribu bibit pohon yang rencana kita tanam, dengan jenis pohon Sengon, Albasia dan Kantil, serta penebaran bibit ikan dengan jumlah 12 ribu bibit ikan Lele di Sungai Lereng Desa Gesing ini. Namun karena masih kemarau, sebagai simbolis masih kita tanam 1000 pohon, dan sisanya nanti setelah hujan dengan cara akan dibagikan kepada masyatakat melalui pemerintah desa,” jelasnya.

Kegiatan itu, lanjutnya, diharapkan bisa menjadi sarana ajakan bagi masyatakat untuk lebih mencintai lingkungan utamanya kelestarian sungai di Purworejo.

“Besar harapan kami, seperti yang diingin warga masyatakat, ada perhatian besar dari Pemerintah untuk menormalisasi Sungai Lereng ini, agar pada musim hujan nantinya tidak selalu terjadi banjir,” harapnya.(P24-Drt)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.