BPBD Salurkan 9 Juta Liter Air Bersih untuk 17 Ribu Warga Terdampak Kekeringan
Sebarkan artikel ini
BPBD melakukan bantuan air bersih ke 54 desa di 11 kecamatan di Purworejo.
PURWOREJO, purworejo24.com – Dalam kurun waktu sekitar 4,5 bulan, atau 2 Juni sampai dengan 21 Oktober 2019 Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, telah mendistribusikan sebanyak 9 juta liter lebih air bersih di 54 desa di 11 Kecamatan di Kabupaten Purworejo.
Kusairi, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Purworejo menjelaskan jumlah air bersih yang didistribusikan oleh BPBD semakin meningkat. HIngga saat ini 9.225.000 liter air bersih telah disalurkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih 17.265 jiwa yang mengalami kesulitan air bersih.
“Saat ini yang membutuhkan air bersih sudah mencapai 235 titik di 54 desa, ini terhitung sejak awal bulan Juni kemarin,” ucapnya kepada purworejo24.com saat ditemui di kantornya Senin (21/10/2019).
BPBD melakukan dropping air bersih ke 54 desa di 11 kecamatand i Purworejo.
Lanjutnya, 11 Kecamatan yang terdampak kekekeringan antara lain Kecamatan Purworejo, Kaligesing, Gebang, Pituruh, Grabag, Bagelen, Kemiri, Bener, Loano, Bayan dan Kecamatan Purwodadi.
“Air bersih masih terus kami distribusikan kepada masyarakat di desa-desa terdampak kekeringan, sampai saat ini hanya ada 5 kecamatan yang tidak kekurangan air yaitu Kecamatan Bruno, Kecamatan Banyuurip, Kecamatan Ngombol, Kecamatan Kutoarjo, dan Kecamatan Butuh,” imbuhnya.
Pihaknya berharap masyarakat bisa memanfaatkan air dengan baik sehingga pemanfaatan air dapat maksimal. Hingga saat ini dari 54 Desa yang terdampak kekeringan, sebanyak 41 masuk SK Bupati dan 13 tidak masuk SK. Untuk desa yang tidak masuk SK Bupati dapat mengajukan langsung ke Bupati lewat bagian umum yang nantinya akan di kawal dan ditindak lanjuti oleh BPBD apabila sudah di setujui oleh bupati.
“Karena musim penghujan masih akan lama, mohon hemat dan bijak dalam memanfaatkan air bersih, dan bersabar dalam menunggu giliran distribusi bantuan air bersih karena semakin bertambah yang membutuhkan,” katanya.
Sementara itu Teguh Wardoyo, Kepala kelompok operasional (Kapoksi) Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung, Cilacap, mengungkapkan di Purworejo sendiri hujan akan turun pada akhir Oktober sampai awal November dengan rata-rata intensitas hujan normal.
“Normal artinya sifat hujannya sama dengan rata-rata hujan selama 30 tahun. (Prosentasenya antara 80-125%), panjang musim hujan 17, artinya musim hujan akan berlangsung selama 17×10 hari = 170 hari” tutupnya. (P24-Byu)