150 Pendonor Darah Sukarela Dapat Penghargaan dari PMI
Sebarkan artikel ini
Bupati serahkan penghargaan terhadap pendonor darah sukarela. (1/10/2019)
PURWOREJO, purworejo24.com – Sebanyak 150 orang pendonor darah sukarela di Kabupaten Purworejo mendapat penghargaan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Purworejo.
Pemberian penghargaan itu diberikan langsung oleh Bupati Purworejo, Agus Bastian SE MM, di Pendopo Agung Kabupaten Purworejo, pada Selasa (1/10/2019).
“Tahun ini ada sekitar 150an orang yang mendapat penghargaan, dengan rincian pendonor 10 kali sebanyak 76 orang, 25 kali sebanyak 50 orang, 50 kali sebanyak 10 orang, 75 kali sebanyak 6 orang dan 100 kali sebanyak 8 orang,” ungkap Wakil Ketua PMI Cabang Purworejo, drg Ernawan Cahya Winardi, saat ditemui purworejo24.com usai acara.
Penerima penghargaan dari PMI berfoto bersama dengan Bupati Purworejo.
Pihaknya mengapresiasi dan berterima kasih kepada seluruh pendonor sukarela di Purworejo, yang telah menyumbangkan darahnya untuk kemanusian.
“Apabila menyumbangkan darahnya sampai 100 kali, tidak terhitung berapa orang yang sudah tertolong jiwanya, kurang lebih dengan 30 liter sudah diberikan darahnya ke orang lain selama 25 sampai 35 tahun,” katanya.
Menurutnya, tindakan kemanusiaan seperti itu merupakan tindakan yang tidak ternilai harganya sehingga pantas para pendonor itu disebut sebagai pejuang kemanusiaan.
“Kehadiran pendonor disini menegaskan kembali bahwa kita semua, kepada kita semua arti pentingnya persaudaraan, makna solidaritas dan kepedulian terhadap sesama serta meneguhkan kembali arti kesetiakawanan sosial. Saya mengajak kepada seluruh warga bangsa untuk mengikuti teladan para pendonor darah sukarela tadi. Dengan tetesan darah yang kita miliki, kita dapat memberikan sumbangan yang sangat berarti bagi kehidupan saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu pula, PMI menekankan arti penting reaktualisasi nilai-nilai solidaritas dan kepedulian terhadap sesama. Aksi solidaritas terhadap sesama selalu muncul sangat kuat pada momen-momen bencana, mulai dari tsunami, gunung meletus, banjir, dan bencana lainnya.
“Ini sebuah hal yang sangat positif, perlu diteruskan, perlu kita perluas agar tidak hanya muncul dalam bencana tapi keseharian. Salah satunya melalui program donor darah. Dengan program donor darah, masyarakat diajak untuk berempati, rasa tenggang rasa sesama, yang mana ini merupakan bagian dari nilai-nilai kesetiakawanan nasional,” ujarnya.
Salah satu pendonor sukarela, Kardi SKM., yang merupakan Kepala Puskesmas Wirun, Kecamatan Kutoarjo mengaku telah melakukan donor darah sebanyak 105 kali sejak tahun 1981.
“Sejak kelas 2 SMA saya sudah rutin tiap tiga bulan sekali mendonorkan darah. Kebetulan sekolah saya dekat dengan kantor PMI,” katanya.
Saat dia bekerja di sebagai tenaga kesehatan di RS dr Kariyadi Semarang, Kardi makin semangat berdonor karena sering melihat pasien yang kesulitan memperoleh darah.
Sementara itu, Bupati Purworejo, Agus Bastian SE MM berharap agar PMI semakin gencar mempromosikan program donor darah sukarela baik lewat media dosial maupun media lainnya sehingga dalam keadaan kritis, masyarakat yang membutuhkan darah dapat langsung berhubungan dengan pendonor sukarela. (P24-Drt)