EkonomiLingkungan HidupPemerintahan

Berkah Kemarau Panjang, Warga Ketangi Panen Raya Tembakau

585
×

Berkah Kemarau Panjang, Warga Ketangi Panen Raya Tembakau

Sebarkan artikel ini
Berkah Kemarau Panjang, Warga Ketangi Panen Raya Tembakau
Berkah Kemarau Panjang, Warga Ketangi Panen Raya Tembakau

PURWODADI, purworejo24.com – Petani tembakau di Desa Ketangi , Purworejo, Jawa Tengah menggelar tasyakuran panen raya tembakau. Musim kemarau yang panjang tahun ini membawa berkah bagi para petani tembakau karena tanamannya menghasilkan kualitas tembakau yang baik

Acara yang dikemas dengan Tasyakuran Panen Raya Tembakau Desa Ketangi bersama Camat Purwodadi, Herry Raharjo, dilaksanakan di salah satu lahan milik petani di Desa Ketangi, Kecamatan Purwodadi pada Jumat (13/9/2019). Para petani tembakau menggelar panen raya setelah tiga bulan bekerja keras merawat tanaman mereka.

“Panen musim tahun ini tergolong sukses, karena memasuki musim kemarau panjang, selama musim tanam hingga panen ini belum turun hujan,” kata Amin Nurahmin (35), petani tembakau sekaligus Ketua Panitia Tasyakuran Panen Raya Tembakau, saat ditemui purworejo24.com, disela kegiatan.

Warga Ketangi memilah hasil panen tembakau di desanya
Warga Ketangi memilah hasil panen tembakau di desanya

Meskipun dibayang-bayangi dengan anjloknya harga jual tembakau, petani menyambut gembira dan bersemangat dalam memanen tanamannya. Dikatakan, kualitas tembakau jenis Bandungan yang ditanam tahun ini cukup bagus, namun sayang harga tembakau kering anjlok dibandingkan harga tahun lalu.

“Saat ini harga tembakau kering berkisar antara 60-80 ribu per kilogram, turun dari harga tahun lalu yang mencapai 100 ribu perkilogramnya, namun demikian harga begitu petani masih untung,” ungkapnya.

Disampaikan, petani Desa Ketangi menanam tembakau di hamparan tepian sungai Bogowonto, petani mengubah lahan itu sebagai lahan tembakau saat memasuki bulan kemarau. Adapun lahan yang ditanami tembakau mencapai 70 hektar dari 90 hektar lahan yang ada.

“Sebenarnya ada tiga musim tanam yang dilakukan warga Ketangi, yaitu menanam jagung, kacang dan tembakau. Khusus tembakau kita tanam saat musim kemarau tiba,” jelasnya.

Diungkapkan, tembakau desa Ketangi hanya dijual kepada para perajin rokok lokal yang ada diwilayah Purworejo, khususnya rokok kemenyan.

“Dulu pernah bekerja sama dengan PT Sadana, pemasok tembakau pada HM Sampoerna, dengan jenis tembakau paiton yang ditanam. Namun setelah uji lab, dinyatakan kadar tar dan nikotin jenis tembakau Ketangi terlalu tinggi, maka kerjasama itu dihentikan. Dan sekarang petani hanya menanam tembakau jenis Bendungan, untuk kebutuhan rokok lokal Purworejo,” jelasnya.

Camat Purwodadi, Herry Raharjo, mengapresiasi dan bangga terhadap potensi yang di miliki desa Ketangi. Kegiatan panen raya yang baru pertama digelar itu dapat memacu semangat para petani dalam membudidayakan tanaman tembakau di Desa Ketangi, tembakau yang dikenal paling bagus diwilayah Purworejo.

“Soal harga tembakau, menurut saya, harga produk apapun itu merupakan mekanisme pasar. Namun pengelolaan kedepan inilah yang akan menjadi PR kita. Salah satu bentuk dukungan pemerintah, baik desa, bisa dilakukan dengan cara membentuk Bundes di desa Ketangi. Desa bisa membantu petani, mulai tanam hingga panen, dan hasil panen bisa dibeli oleh Bundes,” katanya.

Herry Raharjo juga menambahkan bahwa Panen Raya Tembakau bagus sebagai kegiatan tradisi di Desa Ketangi.

“Sehingga kedepan bisa dikemas panen raya secara baik dan menjadi obyek wisata di desa Ketangi. Jika Jawa Tengah punya Temanggung sebagai penghasil tembakau, maka Purworejo punya desa Ketangi sebagai desa penghasil tembakau,” pungkasnya. (P24-Drt)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.