KesehatanLingkungan HidupPemerintahan

Bantu Kesulitan Air Bersih, Kementerian ESDM Bangun 4 Sumur Bor di Purworejo

493
×

Bantu Kesulitan Air Bersih, Kementerian ESDM Bangun 4 Sumur Bor di Purworejo

Sebarkan artikel ini
Kementerian ESDM menyerahkan sumur bor bantuan di Desa Lugurejo, Kecamatan Butuh. (14/9/2019)
Kementerian ESDM menyerahkan sumur bor bantuan di Desa Lugurejo, Kecamatan Butuh. (14/9/2019)

BUTUH, purworejo24.com – Kementerian ESDM membangun 4 unit sumur bor di kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Hal ini dilakukan untuk memberikan solusi bagi masyarakat dalam mengatasi masalah kekeringan atau kesulitan air bersih.

Penyerahan sumur bor air tanah itu dilakukan langsung oleh Sekretaris Inspektur Jenderal Kementerian ESDM, Bapak Drs. Budiantono, MM, kepada masyarakat, di salah satu lokasi penerima bantuan, yaitu di Desa Lugurejo Kecamatan Butuh, pada Sabtu (14/9/2019).

“Sumur bor air tanah yang merupakan Program Badan Geologi, Kementerian ESDM pada Tahun Anggaran 2019 di wilayah Provinsi Jawa Tengah. Ada 4 sumur bor air tanah yang dibangun di Purworejo ini, dan tersebar di tiga Kecamatan, diantaranya Desa Banyuurip Kecamatan Banyuurip dan Desa Bulus serta Gintungan di Kecamatan Gebang,” ungkap Drs. Budiantono, MM, saat ditemui purworejo24.com.

Kementerian ESDM menyerahkan sumur bor bantuan di Desa Lugurejo, Kecamatan Butuh. (14/9/2019)
Kementerian ESDM membangun 4 sumur bor di Purworejo untuk atasi kesulitan air.  (

Kegiatan penyerahan itu juga dimaksudkan sebagai bahan sosialisasi kepada masyarakat bahwa pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian ESDM, bekerjasama dengan pemerintah daerah dan didukung oleh DPR RI (Komisi VII) telah memiliki program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat berupa pengentasan daerah sulit air bersih melalui pengeboran air tanah dalam.

“Hal ini dilakukan untuk memberikan solusi bagi masyarakat di wilayah Jawa Tengah, di mana beberapa daerah di wilayah ini masih mengalami permasalahan penyediaan air bersih karena kondisi alamnya,” ujarnya.

Diungkapkan, program penyediaan air bersih melalui pengeboran air tanah dalam  di Kementerian ESDM sudah dimulai sejak awal tahun 2000-an. Terhitung dari tahun 2005 s/d 2019, sebanyak 2335 unit sumur bor sudah dibangun dengan kapasitas debit air bersih mencapai sekitar 144,4 juta m3/tahun untuk melayani kurang lebih 6,6 juta jiwa masyarakat daerah sulit air bersih yang tersebar di 33 provinsi dan 312 kabupaten (tahun 2019 sebanyak 603 sumur bor masih dalam tahap koordinasi persiapan sampai pembangunan sarana).

Tahun 2019 ini, Kementerian ESDM berencana membangun 650 unit sumur bor, 47 diantaranya sudah selesai tahap pembangunannya yang tersebar di seluruh Indonesia per bulan Juli 2019. Diantaranya adalah 4 unit sumur bor di Kabupaten Purworejo.

“Sumur-sumur bor tersebut memiliki spesifikasi teknis yaitu kedalaman sumur antara 125 meter, debit air rata-rata 1,7 liter/detik, dengan konstruksi pipa besi galvanis diameter 6 inchi. Pasokan listrik sumur bor berasal dari PLN 3 Phase menggunakan pompa selam (submersible) 3 PK, dan dilengkapi dengan rumah panel, rumah pompa, dan bak penampungan air berkapasitas  5.000 liter. Setiap sumur bor mampu melayani kebutuhan air bersih sampai dengan 2.160 jiwa penduduk,” jelasnya.

Menurutnya, seiring dengan keberhasilan program dalam mengentaskan permasalahan air bersih di daerah sulit air, Kementerian ESDM terus berupaya menambah anggaran program ini agar lebih banyak menjangkau masyarakat di daerah sulit air. Hal ini dikarenakan jumlah daerah sulit air bersih di Indonesia masih cukup banyak, yang ditandai dengan masih banyaknya permintaan bantuan sumur bor air tanah dalam dari berbagai wilayah di Indonesia.

“Pada tahun anggaran 2018, Kementerian ESDM sudah membangun sumur bor sebanyak 506 unit yang tersebar di 179 kabupaten di seluruh wilayah Indonesia. Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan target sumur bor pada tahun 2017. Sementara pada Tahun Anggaran 2019  ini, target jumlah unit sumur bor yang akan dibangun oleh Kementerian ESDM ditingkatkan kembali menjadi 650 unit,” katanya.

Camat Butuh, Wasit Diono, mengatakan, Kecamatan Butuh merupakan wilayah banjir, bahkan bisa dipastikan jika musim penghujan sejumlah desa di Butuh mengalami kebanjiran.

“Tangisan warga Butuh, saat kemarau susah cewok rendeng susah ndodok. Jika kemarau kesulitan air bersih dan musim hujan kelebihan air. Salah satu yang perlu dientaskan, jika bendung Bener mungkin bisa untuk mengatasi kekeringan di musim kemarau. Tapi susah ndodok ini yang sulit dipecahkan. Kecuali jika Sungai Dlangu bisa dinormalisasi, namun kita berterima kasih sekali, atas bantuan sumur bor ini, bukan hanya sumur namun juga pengentasan Sungai Dlangu nantinya yang kami harapkan,” pungkasnya.(P24-Drt)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.