PURWOREJO, purworejo24.com – Pada musim panen periode ke dua yakni Juli-September 2019 mendatang, Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Kabupaten Purworejo menargetkan produksi mencapai 202.881 ton gabah kering panen (GKP). Jumlah tersebut didapat dari hasil panen padi dengan asumsi 7 ton per hektar.
Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura DPPKP Purworejo, Eko Anang, mengharapkan tingkat produksi hasil panen padi mampu meningkat dengan 7 ton GKP per hektar, sehingga jika produksi panen kali ini dikalikan jumlah lahan yakni 28.983 hektar maka akan menghasilkan 202.881 GKP.

“Harapanya meningkat dibanding tahun lalu yang hanya mencapai 6,5 ton GKP per hektar,” kata Eko Anang, Rabu (9/7/2019).
Adapun jenis padi yang ditanam di wilayah Purworejo meliputi varietas Ciherang, Mekongga, Situbagendit dan Pandanwangi. Peningkatan produksi yang diharapkan tentunya harus didukung oleh sistem pengairan yang baik. Meski terdapat banyak jenis padi, tetapi rata-rata petani menanam jenis Ciherang dan Mekongga.
“Selain produksinya tinggai, varietas ini juga lebih tahan wereng dan perawatannya relatif mudah,” lanjutnya.
Di Purworejo sendiri, setidaknya ada tujuh kecamatan yang tercatat sebagai daerah lumbung padi. Ketujuh kecamatan tersebut meliputi Kecamatan Purwodadi, Ngombol, Pituruh, Banyuurip, Grabag, Kutoarjo dan Butuh.
“Seluruh lahan pertanian di 7 kecamatan tersebut seluas 28.983 hektar. Untuk panen tahap ke dua akan dimulai pada pertengahan bulan Juli ini,” tutupnya. (P24-Byu)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








