KONI dan PSSI Purworejo Dukung Pemkab Bangun Sport Center
Sebarkan artikel ini
PURWOREJO, purworejo24.com – Rencana Pemkab Purworejo, Jawa Tengah untuk memiliki sport center yang representatif disambut positif oleh sejumlah pihak. Pembangunan dengan dana sekitar Rp25 Miliar itu rencananya akan diawali dengan merehab Stadion WR Soepratman pada tahun 2020 nanti.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Purworejo, R Abdullah mengatakan, meskipun masih terlalu kecil anggaran yang diperuntukan untuk rehab stadion tersebut, tapi hal itu patut disambut positif oleh insan dan penggiat olahraga.
“Setidaknya tanda-tanda bupati mulai memperhatikan fasilitas olahraga mulai nampak. Semoga tiap tahun terus diperhatikan sarana dan prasarana olahraga agar dunia olahraga makin bergairah dan ujungnya melahirkan olahragawan berprestasi. Ingat stadion bukan hanya untuk sepakbola tapi untuk berbagai olahraga seperti atletik dan lain lain,” kata Abdullah ketika dihubungi purworejo24.com, Kamis (18/7/2019).
Bukan hanya stadion saja yang direnovasi, namun Abdullah juga berharap agar sarana olahraga lain ikut diperhatikan sehingga nantinya setelah dibangun sarana olahraga yang memadahi bisa menciptakan atlet-atlet handal dari Purworejo.
“Setelah stadion nanti wajib merenovasi dan mendirikan GOR baru sebagai sarana olahraga indoor. Kita semua berharap suatu saat dapat menggelar even-even olahraga skala nasional di Purworejo setelah fasilitas olahraga memadai,” harapnya.
Terpisah, Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Purworejo, Angko Setyarso Widodo, juga menyatakan dukungan atas rencana dibangunnya sport center itu karena kondisi stadion sepak bola milik Pemkab Purworejo ini dinilai sangat memprihatinkan.
Atap Stadion WR Supratman yang rusak parah. (18/7/2019)
“Sudah sejak lama, stadion yang menjadi markas Persikabpur Divisi 3 hingga divisi 1 ini terbengkalai, tidak pernah direnovasi. Atap tribun penonton terlihat berlubang di sana-sini. Rumput mengering, bahkan jaring gawang pun sudah tidak ada. Sama sekali tak meninggalkan bekas bahwa di stadion ini pernah menjadi base camp kesebelasan kebanggan kabupaten yang memiliki tagline Mulyo ini,” kata angko.
Angko menambahkan, rencananya tanggal 21 Juli 2019 nanti, stadion ini akan dipakai untuk uji coba dengan PSS Sleman. Bahkan pada Sabtu (13/7) lalu telah dipakai untuk seleksi lokal bibit muda berbakat yang akan diikutkan dalam kompetisi piala Suratin Cup zona Jawa Tengah.
“Terpaksa jala gawangnya saja saya perbaiki dengan uang pribadi dulu,” lanjutnya.
Menurut Angko, Purworejo sangat perlu memiliki stadion sepak bola yang representatif. Terlebih saat ini Pengcab PSSI tengah menyiapkan pemain untuk liga profesional pada tahun 2023 mendatang.
“Jika ingin memiliki tim sepak bola profesional, Pemkab harus menyediakan lapangan yang layak agar bisa menjadi home base para atlit. Membangun stadion bola sebenarnya tidak akan rugi jika dipergunakan untuk pertandingan profesional, dari pemasukan tiket saja bisa mencapai Rp 200 hingga Rp 400 juta sekali pertandingan. Belum pemasukan dari biaya sewa stadion dan lainnya. Jika ingin membangun, harus standar bisa untuk liga profesional,” tutupnya. (P24-Drt)