PURWOREJO, purworejo24.com– Kelompok Tani Makmur Desa Krendetan, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, menyampaikan persoalan ketersediaan air dan kondisi jalan usaha tani dalam kegiatan reses Anggota DPRD Kabupaten Purworejo Drs. Subeno, Selasa (15/9/2026).
Perwakilan Kelompok Tani Makmur, Sofyan, mengatakan petani di wilayah tersebut masih menghadapi keterbatasan sumber air untuk memenuhi kebutuhan pengairan lahan pertanian.
Karena itu, kelompok tani mengusulkan pembangunan sumur sibel agar kebutuhan air pertanian dapat terpenuhi, terutama ketika ketersediaan air tidak mencukupi.
“Kalau bisa pak nanti ada dibuatkan sumur, karena di sini untuk pengairan pertanian sulit,” kata Sofyan
Selain persoalan pengairan, petani juga menyoroti kondisi jalan usaha tani yang belum memadai. Kondisi tersebut dinilai menyulitkan petani ketika mengangkut hasil pertanian dari lahan menuju permukiman maupun akses jalan utama.
Sofyan mengusulkan peningkatan atau pembangunan jalan usaha tani yang dapat menghubungkan sejumlah desa. Salah satu jalur yang menjadi perhatian adalah jalur Buhmangu–Simengit yang meliputi wilayah Desa Bagelen, Krendetan, dan Bapangsari.
“Jalannya rusak parah jadi petani saat mau angkut hasil pertanian susah pak,” kata Sofyan
Menurut dia, usulan pembangunan jalur tersebut sebenarnya telah disampaikan sejak 2019. Namun, hingga kegiatan reses digelar, usulan tersebut belum terealisasi.
Persoalan pertanian itu menjadi salah satu aspirasi yang disampaikan masyarakat dalam kegiatan reses Drs. Subeno di Desa Krendetan.
Kegiatan tersebut diikuti Pemerintah Desa Krendetan, kelompok masyarakat, kelompok tani, kader posyandu, serta warga setempat.
Dalam reses tersebut, masyarakat tidak hanya menyampaikan persoalan pertanian. Aspirasi juga mencakup penerangan jalan provinsi, fasilitas kelompok masyarakat, pelayanan kesehatan, hingga kondisi jembatan.
Warga lainnya, Sapto Mulyono menyampaikan kondisi penerangan di sejumlah ruas jalan yang berada di sekitar jalan provinsi. Menurut dia, masih terdapat ruas jalan yang minim penerangan sehingga berpotensi mengurangi keamanan dan kenyamanan masyarakat, khususnya pada malam hari.
Ia berharap usulan penambahan lampu penerangan dapat disampaikan kepada pihak yang memiliki kewenangan.
“Kalau bisa diusulkan lampu. Jalan provinsi kurang penerangan, kalau bisa diusulkan,” kata Sapto.
Sementara itu, dari kelompok hadrah Lentera Hati, Handayani menyampaikan kebutuhan peralatan untuk menunjang kegiatan kelompok. Peralatan yang dibutuhkan antara lain drum kecil, ketipung, dan jimbe.
Kelompok tersebut juga mengusulkan bantuan seragam untuk menunjang kegiatan dan penampilan kelompok hadrah.
“Kalau boleh kita dibantu seragam juga pak agar warga tambah semangat,” katanya.
Handayani yang juga menyampaikan aspirasi Posyandu Panca Tunggal 1 mengusulkan bantuan alat pemeriksaan kesehatan, khususnya stik untuk pemeriksaan kadar gula darah.
Menurut dia, ketersediaan peralatan tersebut akan membantu kegiatan pemeriksaan kesehatan masyarakat yang dilakukan melalui posyandu.
Aspirasi lain disampaikan Parjono terkait kondisi jembatan yang mengalami kerusakan. Ia berharap jembatan tersebut dapat segera diperbaiki atau setidaknya dilakukan pengamanan agar tidak membahayakan masyarakat yang melintas.
Masyarakat juga berencana melakukan kerja bakti pada Minggu sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap kondisi jembatan.
Dalam kesempatan tersebut, Drs. Subeno mengapresiasi berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat. Ia mengatakan reses merupakan kesempatan bagi anggota DPRD untuk mendengarkan secara langsung kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Berbagai usulan yang disampaikan masyarakat akan kami catat dan menjadi bahan untuk diperjuangkan sesuai kewenangan serta kemampuan anggaran pemerintah daerah nantinya,” kata Subeno
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









