Religi

Ustadz Handy Bonny Ajak Jemaah Menempatkan Cinta pada Allah, Masjid Al Fatih Jadi Ruang Tumbuh Generasi Qur’ani

2
×

Ustadz Handy Bonny Ajak Jemaah Menempatkan Cinta pada Allah, Masjid Al Fatih Jadi Ruang Tumbuh Generasi Qur’ani

Sebarkan artikel ini
Ustadz Handy Bonny saat mengisi kajian dan tausiyah di Masjid Al Fatih Purwodadi
Ustadz Handy Bonny saat mengisi kajian dan tausiyah di Masjid Al Fatih Purwodadi

PURWOREJO, purworejo24.com – Menempatkan cinta pada tempat yang tepat menjadi salah satu kunci meraih kebahagiaan dan menjalani kehidupan yang penuh tanggung jawab. Pesan tersebut disampaikan Ustadz Handy Bonny dari Bandung dalam kajian bertema “Agar Cinta Penuh Rasa” di Masjid Al Fatih, Desa Purwodadi, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo, Sabtu (7/11/2026) malam.

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Safari Dakwah Jawa Tengah dan Surabaya pada 7–11 November 2026 tersebut dihadiri Camat Purwodadi Veny Yudha Apriyani, S.STP., M.H., Kepala Desa Purwodadi beserta jajaran, Ketua Yayasan Adnan Ibrahim Foundation Dr. Hj. Peni Sulistyowati, M.Si., pengurus DKM dan takmir masjid, serta masyarakat dari Purwodadi dan sekitarnya.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Handy Bonny mengungkapkan bahwa salah satu persoalan dalam kehidupan manusia adalah kekeliruan dalam menempatkan cinta. Menurutnya, kecintaan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya harus menjadi landasan dalam mencintai segala sesuatu di dunia.

“Permasalahan manusia itu salah dalam menempatkan cinta. Salah menempatkan cinta bisa bermasalah kehidupannya. Benar menempatkan cinta, insyaallah akan mendapatkan kebenaran dalam kehidupannya,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, ketika seseorang mampu menempatkan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya di atas segala-galanya, maka kecintaan terhadap pasangan, anak, keluarga, masyarakat, maupun aktivitas duniawi akan berjalan secara lebih baik.

“Jika kita mencintai Allah dan Rasul-Nya, insyaallah kita akan mampu mengendalikan kecintaan kita terhadap apa pun yang ada di dunia ini. Sehingga kita menjalaninya dengan penuh tanggung jawab, jujur, dan nilai-nilai kebaikan yang Allah dan Rasul-Nya perintahkan,” tambahnya.

Ustadz Handy Bonny juga mengapresiasi keterlibatan generasi muda dalam kegiatan keagamaan di Masjid Al Fatih. Ia berharap masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pembelajaran, silaturahmi, dan tumbuhnya berbagai kegiatan positif bagi anak muda.

Menurutnya, Safari Dakwah menjadi sarana mempererat silaturahmi antarkomunitas dakwah dan masjid sekaligus menghidupkan kembali kajian-kajian yang melibatkan generasi muda dan masyarakat.

“Menjadikan masjid kembali sebagai tempat berkumpul masyarakat dan pusat kebaikan, serta mengajak anak-anak muda terutama untuk mencintai masjid. Insyaallah kita bisa memperbaiki moralitas masyarakat, dimulai dari masjid,” tuturnya.

Ia mengaku senang dengan sambutan dan suasana Masjid Al Fatih yang dinilainya nyaman serta memiliki keterlibatan anak muda cukup aktif. Ia berharap ke depan dapat terjalin kolaborasi kegiatan pembelajaran dan dakwah yang bermanfaat bagi masyarakat.

Camat Purwodadi Veny Yudha Apriyani, S.STP., M.H., yang hadir mewakili Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Dalam sambutan Wakil Bupati yang dibacakannya, kegiatan pengajian dinilai menjadi upaya penting memperkuat keimanan, membangun akhlak mulia, serta membentuk generasi yang berilmu dan beradab di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Selaras dengan semangat membangun Generasi Qur’ani Al Fatih, masyarakat diharapkan tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami, menghayati, dan mengamalkan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Jadikan Al-Qur’an sebagai kompas moral di tengah derasnya arus perubahan. Dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai pusat orientasi hidup, saya yakin kita dapat menghadapi perkembangan teknologi tanpa kehilangan identitas keislaman,” demikian pesan Wakil Bupati.

Dalam kesempatan tersebut, Veny juga mengajak masyarakat mendukung penilaian Adipura Kabupaten Purworejo 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 10–11 November. Di Kecamatan Purwodadi terdapat tiga titik penilaian, yakni Terminal Purwodadi, Bank Sampah Desa Purwodadi, dan kawasan Pantai Dewaruci, Jatimalang.

Ia mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, memilah sampah organik dan anorganik, serta tidak membakar sampah. Menurutnya, kebersihan merupakan tanggung jawab bersama sekaligus bagian dari nilai keimanan.

“Jangan hanya mengandalkan pemerintah. Mari kita sama-sama menjaga kebersihan lingkungan dan fasilitas umum. Semoga Kabupaten Purworejo kembali meraih predikat terbaik dalam Adipura,” pesannya.

Foto bersama Istadz Handy Bonny
Foto bersama Istadz Handy Bonny

Sementara itu, Ketua Yayasan Jemaah Amal Jariah atau Adnan Ibrahim Foundation, Dr. Hj. Peni Sulistyowati, M.Si., mengatakan kajian tersebut merupakan bagian dari ikhtiar menghadirkan ruang pembelajaran dan penguatan keimanan bagi masyarakat.

Menurutnya, cinta merupakan fitrah sekaligus anugerah Allah SWT. Karena itu, penting bagi setiap orang untuk menempatkan cinta secara tepat agar kehidupan menjadi lebih tenang dan hubungan antarsesama semakin baik.

Ia berharap keberadaan Masjid Al Fatih dapat menjadi penggerak kegiatan positif di tengah masyarakat, sekaligus menjadi rumah belajar yang terbuka bagi semua kalangan.

Peni mengungkapkan, salah satu cita-cita almarhum suaminya, Dr. Adnan Ibrahim, adalah menjadikan masjid tersebut terbuka selama 24 jam. Selain sebagai tempat ibadah, masjid diharapkan menjadi sarana belajar bagi anak-anak dan remaja, termasuk mereka yang membutuhkan fasilitas internet untuk menunjang pendidikan.

“Beliau ingin masjid ini 24 jam dibuka, tidak pernah ditutup, dan menjadi sarana belajar. Anak-anak SMP dan SMA yang ingin belajar tetapi tidak punya Wi-Fi di rumah bisa datang ke masjid ini,” jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan kajian keagamaan di Masjid Al Fatih secara rutin dilaksanakan setiap Ahad dengan menghadirkan ustadz yang berbeda. Kehadiran Ustadz Handy Bonny diharapkan memberikan semangat baru, terutama bagi generasi muda.

“Tanpa masyarakat, masjid ini juga tidak ada artinya. Mudah-mudahan masyarakat terus dilembutkan hatinya oleh Allah sehingga dimudahkan langkah kakinya untuk menghangatkan masjid ini, menjadi rumah untuk bekal pulang,” ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut, Masjid Al Fatih diharapkan semakin berkembang sebagai pusat ibadah, pendidikan, dakwah, dan kegiatan sosial yang mampu mempererat kebersamaan sekaligus melahirkan generasi Qur’ani di Purwodadi. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.