PURWOREJO, purworejo24.com – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Banyumas melakukan studi komparasi ke FKUB Kabupaten Purworejo di Gedung PLHUT Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purworejo, Kamis (5/11/2026).
Kunjungan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus berbagi pengalaman, strategi, dan praktik baik dalam menjaga kerukunan antarumat beragama.
Wakil Ketua I FKUB Kabupaten Purworejo, Pdt. Dr. Daniel Suharto, M.Th., menyampaikan bahwa kunjungan tersebut bukan sekadar pertukaran informasi, melainkan kesempatan bagi kedua daerah untuk saling belajar mengenai penguatan kelembagaan, pola pembinaan masyarakat, inovasi program, hingga tantangan dalam menjaga kerukunan.
Menurutnya, kerukunan tidak cukup hanya dibicarakan dan diprogramkan, tetapi harus diwujudkan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Kami berharap FKUB Banyumas dan FKUB Purworejo dapat saling bertukar pengalaman, baik mengenai keberhasilan, tantangan, pola pembinaan masyarakat, penguatan kelembagaan, maupun inovasi program yang bisa dikembangkan bersama,” ungkapnya.
Ia juga berharap FKUB dapat menjadi rumah bersama bagi seluruh umat beragama, tempat setiap keyakinan dihormati, perbedaan dirawat, dan persaudaraan terus diperkuat.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Setda Purworejo, Ahmad Jainudin, S.IP., M.M., yang hadir mewakili Sekretaris Daerah, menyampaikan apresiasi atas kunjungan FKUB Kabupaten Banyumas.
Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Purworejo bersama Bupati dan Wakil Bupati memberikan perhatian besar terhadap peran FKUB dalam menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat yang beragam.
Menurutnya, suasana kondusif dan minimnya konflik antarumat beragama di Purworejo selama beberapa dekade terakhir merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk FKUB.
“Alhamdulillah, di Kabupaten Purworejo dalam beberapa dekade terakhir hampir tidak ada gejolak yang bersifat konflik antaragama. Suasana ini sejalan dengan semangat Gugur Rukun yang menjadi karakter masyarakat Purworejo,” ujarnya.
Ia menegaskan, kerukunan menjadi salah satu indikator penting dalam mewujudkan visi pembangunan Purworejo yang Berdaya Saing, Sejahtera, Religius, dan Inovatif.
Jainudin juga menyoroti pentingnya memberikan ruang dan perlindungan terhadap hak konstitusional seluruh warga negara, termasuk masyarakat penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Menurutnya, pemerintah harus memastikan setiap warga memperoleh haknya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pada kesempatan tersebut, Ketua FKUB Kabupaten Banyumas, KH. Prof. Dr. Mohammad Roqib, M.Ag., memaparkan sejumlah pengalaman dan program unggulan FKUB Banyumas yang telah dikembangkan sejak organisasi tersebut berdiri pada 1996.
Ia menjelaskan, FKUB Banyumas memiliki karakter kelembagaan yang melibatkan berbagai unsur lintas agama dan penghayat kepercayaan. Bahkan, keterlibatan penghayat kepercayaan telah menjadi bagian dari perjalanan organisasi sejak awal pembentukannya.
Dalam menjalankan tugasnya, FKUB Banyumas memiliki tiga fokus utama, yakni pemeliharaan kerukunan, penyelesaian atau resolusi konflik, serta fasilitasi rekomendasi pendirian rumah ibadah sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kalau ada potensi persoalan yang berkaitan dengan kehidupan keagamaan, kami langsung berkoordinasi dengan kepolisian, Kementerian Agama, pemerintah daerah, hingga unsur masyarakat. Lebih baik kita berkomunikasi dan menyelesaikan persoalan sejak awal daripada menundanya hingga berkembang menjadi konflik,” jelasnya.
Selain itu, FKUB Banyumas mengembangkan sejumlah program kreatif untuk menanamkan nilai toleransi sejak dini. Di antaranya FKUB Go to School dengan metode permainan edukatif ular tangga, Forum Agamawan Muda (Forsa), Solidaritas Mahasiswa Lintas Iman, serta Solidaritas Siswa Lintas Iman.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran toleransi tidak hanya di kalangan tokoh agama, tetapi juga generasi muda.
Sementara itu, Ketua FKUB Kabupaten Purworejo, KH. Khabib Soleh, S.Pd.I., memaparkan berbagai program yang selama ini dijalankan FKUB Purworejo. Di antaranya Sekolah Madrasah Beragama, dialog lintas iman, penguatan kapasitas anggota FKUB, jalan sehat lintas agama, pembinaan desa sadar kerukunan, serta silaturahmi lintas agama pada momentum hari besar keagamaan.
FKUB Purworejo juga melakukan pemantauan tempat ibadah dan memperkuat komunikasi dengan tokoh agama di berbagai wilayah. Bahkan, pembinaan kerukunan dilakukan melalui keterlibatan para tokoh agama sebagai penggerak di tingkat kecamatan.
Khabib menyampaikan bahwa berdasarkan hasil verifikasi Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah pada 2026, Kabupaten Purworejo tercatat tidak memiliki konflik keagamaan maupun konflik terkait keyakinan.
“Capaian ini patut kita syukuri, tetapi kerukunan tidak boleh membuat kita lengah. Harus terus dirawat melalui komunikasi, silaturahmi, dan kerja sama seluruh elemen masyarakat,” ungkapnya.
Melalui studi komparasi tersebut, kedua FKUB berharap dapat saling mengadopsi praktik baik dan memperkuat sinergi dalam menjaga kehidupan masyarakat yang harmonis.
Pertemuan ini sekaligus menegaskan bahwa perbedaan wilayah dan latar belakang bukan penghalang untuk membangun persaudaraan. Sebaliknya, keberagaman menjadi kekuatan untuk mewujudkan kehidupan berbangsa yang rukun, damai, dan bersatu. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









