Pemerintahan

Bupati Yuli Hastuti Ajak Difabel Jadi Agen Penyelamat, Tegaskan Semua Orang Punya Hak yang Sama Saat Bencana

13
×

Bupati Yuli Hastuti Ajak Difabel Jadi Agen Penyelamat, Tegaskan Semua Orang Punya Hak yang Sama Saat Bencana

Sebarkan artikel ini
Saat kegiatan
Saat kegiatan

PURWOREJO, purworejo24.com– Penyandang disabilitas tidak seharusnya hanya dipandang sebagai kelompok yang membutuhkan pertolongan ketika bencana terjadi.

Mereka juga memiliki kemampuan untuk berperan aktif dalam upaya penyelamatan, pengurangan risiko, hingga membantu sesama penyandang disabilitas saat kondisi darurat.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Purworejo Yuli Hastuti saat menghadiri kegiatan peningkatan kapasitas penyandang disabilitas dalam kesiapsiagaan bencana yang diselenggarakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo.

Dalam kegiatan tersebut, Yuli menegaskan bahwa setiap orang memiliki hak yang sama untuk mendapatkan keselamatan ketika bencana terjadi, tanpa terkecuali penyandang disabilitas.

“Saudara punya hak yang sama untuk selamat. Oleh karena itu, ikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Jadilah agen penyelamat di rumah dan di kampung,” kata Yuli pada Rabu (4/11/2026).

Ia juga mengajak para peserta untuk menunjukkan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berkontribusi bagi lingkungan dan masyarakat.

“Tunjukkan bahwa difabel itu mampu. Difabel itu tangguh,” ujarnya.

Menurut Yuli, keterlibatan penyandang disabilitas menjadi bagian penting dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang inklusif. Sebab, mereka tidak hanya perlu mendapatkan perlindungan, tetapi juga harus diberi ruang untuk menyampaikan pengalaman, kebutuhan, serta masukan dalam penyusunan kebijakan kebencanaan.

Ia menilai, pengalaman penyandang disabilitas dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dalam memperbaiki pelayanan kebencanaan agar lebih mudah diakses dan sesuai dengan kebutuhan seluruh kelompok masyarakat.

“Tak kalah penting, saran dan masukan dari saudara sekalian juga sangat penting bagi penguatan penanggulangan bencana yang inklusif di Kabupaten Purworejo,” katanya.

Yuli juga mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat kebersamaan, solidaritas, dan semangat gotong royong dalam menghadapi berbagai potensi bencana.

Menurut dia, kesiapsiagaan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun petugas kebencanaan. Seluruh lapisan masyarakat perlu memiliki kesadaran untuk saling menjaga dan membantu ketika keadaan darurat terjadi.

Apresiasi Pendampingan Kelompok Difabel
Di sela kegiatan, Yuli juga menyampaikan apresiasi kepada YAKKUM yang selama ini turut mendampingi kelompok penyandang disabilitas di Kabupaten Purworejo.

Ia menyebut pendampingan tersebut telah berlangsung selama puluhan tahun. Jangkauan pendampingan yang awalnya hanya mencakup satu atau dua kecamatan kini telah berkembang hingga 12 kecamatan.

Yuli berharap jangkauan pendampingan tersebut dapat terus diperluas sehingga semakin banyak penyandang disabilitas yang mendapatkan kesempatan untuk berkembang dan berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat.

“Alhamdulillah, sekarang sudah 12 kecamatan. Tinggal kurang empat lagi,” tuturnya.

Kehadiran Yuli dalam kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk kembali menjalin silaturahmi dengan para penyandang disabilitas. Ia mengaku senang dapat bertemu dan berinteraksi langsung dengan kelompok yang selama ini menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah.

Ia pun menitipkan salam kepada para penyandang disabilitas yang belum berkesempatan hadir karena keterbatasan anggaran dan jumlah peserta yang dapat diundang.

Yuli berharap hubungan baik antara pemerintah daerah dan komunitas difabel tetap terjaga. Baginya, kebersamaan dan kepedulian perlu terus dibangun, termasuk melalui saling mendoakan dan memberikan dukungan.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purworejo Wasit Diono mengatakan, kegiatan peningkatan kapasitas tersebut bertujuan memperkuat kesiapsiagaan penyandang disabilitas ketika menghadapi situasi bencana.

Menurut dia, upaya membangun ketangguhan masyarakat harus melibatkan semua kelompok, termasuk penyandang disabilitas.

“Memang kita berdoa dan berharap Purworejo aman dari bencana. Namun, kita harus selalu siaga. Semuanya, termasuk penyandang disabilitas,” kata Wasit.

Ia menjelaskan, peserta kegiatan kali ini secara khusus berasal dari jajaran pengurus organisasi penyandang disabilitas. Mereka dipersiapkan agar dapat menjadi mitra BPBD ketika terjadi bencana, terutama dalam membantu proses evakuasi di lapangan.

Wasit menilai, keterlibatan penyandang disabilitas justru dapat memberikan perspektif yang lebih tepat dalam memberikan pelayanan kepada sesama penyandang disabilitas.

Sebab, mereka dinilai lebih memahami kebutuhan, kondisi, serta cara berkomunikasi dengan kelompoknya sendiri dibandingkan orang yang tidak memiliki pengalaman serupa.

“Secara otomatis, sebagai penyandang disabilitas, mereka lebih tahu bagaimana melayani sesama penyandang disabilitas,” jelasnya.

Ia menambahkan, peningkatan kapasitas tersebut tidak hanya berkaitan dengan keterampilan teknis, tetapi juga penguatan kemampuan dan profesionalisme dalam memberikan pelayanan kebencanaan.

Adapun pelatihan untuk masyarakat umum akan dilaksanakan melalui kegiatan tersendiri.
Purworejo Punya 10 Potensi Bencana
Wasit mengungkapkan, secara geografis Kabupaten Purworejo memiliki beragam karakteristik wilayah, mulai dari kawasan pegunungan, dataran rendah, hingga pesisir pantai.

Kondisi tersebut membuat daerah ini memiliki sekitar 10 jenis potensi bencana.
Beberapa di antaranya adalah tanah longsor, gempa bumi, tsunami, gerakan tanah, banjir, banjir bandang, angin puting beliung, hingga kekeringan.

Wilayah pesisir selatan Purworejo juga memiliki potensi ancaman tsunami dengan tingkat kerawanan tinggi.

Menurut Wasit, kondisi tersebut menjadi alasan penting mengapa kesiapsiagaan harus dibangun secara menyeluruh, termasuk memastikan penyandang disabilitas mendapatkan pelayanan yang setara ketika bencana terjadi.

Dalam situasi darurat, BPBD juga perlu memperhatikan kelompok yang membutuhkan penanganan khusus, seperti penyandang disabilitas dan ibu hamil.

“Kalau ada bencana, tentunya semua mendapat pelayanan yang sama. Namun, ada prioritas-prioritas, seperti penyandang disabilitas, ibu hamil, dan sebagainya. Mereka nantinya mendapatkan pelayanan khusus,” ujarnya.


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.