Pemerintahan

Luncurkan Corporate University, Bupati Purworejo Dorong ASN Adaptif, Inovatif, dan Profesional

3
×

Luncurkan Corporate University, Bupati Purworejo Dorong ASN Adaptif, Inovatif, dan Profesional

Sebarkan artikel ini
Saat kegiatan launching
Saat kegiatan launching

PURWOREJO, purworejo24.com – Pemerintah Kabupaten Purworejo meluncurkan Purworejo Corporate University (Corpu) sebagai langkah strategis membangun budaya belajar berkelanjutan sekaligus memperkuat kompetensi aparatur sipil negara (ASN). Melalui program ini, ASN didorong tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi dan solusi nyata bagi masyarakat.

Peluncuran Purworejo Corporate University yang diinisiasi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Purworejo tersebut berlangsung di Hotel Morazen, Rabu (28/10/2026).

Kegiatan ini dirangkaikan dengan penutupan Program Khusus Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Transformasi Jenjang Administrator serta penyerahan penghargaan bidang kepegawaian kepada perangkat daerah dan peserta RPL.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Purworejo Yuli Hastuti SH, Wakil Bupati Dion Agasi Setiabudi S.Kom., M.Si., Deputi Bidang Transformasi Pembelajaran ASN Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Dr Tri Ema Irawati S.Sos., M.Pol.Adm., Sekretaris BPSDMD Provinsi Jawa Tengah Dr Anom Priyantoro S.Pd., M.Pd., perwakilan BKN Regional I, serta jajaran kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purworejo.

Dalam sambutannya, Bupati Yuli Hastuti menegaskan, Purworejo Corporate University bukan sekadar program pelatihan atau kegiatan seremonial. Lebih dari itu, Corpu menjadi gerakan perubahan untuk membangun budaya kerja, budaya belajar, dan budaya berbagi pengetahuan di seluruh perangkat daerah.

“Purworejo Corporate University yang hari ini kita resmikan bukan sekadar program pelatihan dan bukan pula kegiatan seremonial. Ini adalah sebuah gerakan perubahan budaya kerja, budaya belajar, dan budaya berbagi pengetahuan di seluruh perangkat daerah,” tegasnya.

Menurut Bupati, pengembangan kompetensi ASN tidak boleh hanya bergantung pada pendidikan dan pelatihan formal di ruang kelas. Pembelajaran juga harus tumbuh dari pengalaman sehari-hari, pelaksanaan tugas, penyelesaian persoalan, hingga kolaborasi antarpegawai dalam menghasilkan inovasi.

Dengan pendekatan tersebut, pengetahuan dan pengalaman kerja diharapkan menjadi modal penting bagi ASN untuk meningkatkan kinerja organisasi sekaligus memperbaiki kualitas pelayanan publik.

Karena itu, Bupati meminta seluruh kepala perangkat daerah berkomitmen mendukung implementasi Purworejo Corporate University. Setiap organisasi perangkat daerah harus mampu menjadi organisasi pembelajar yang membuka ruang bagi pengembangan kompetensi secara berkelanjutan.

“Setiap perangkat daerah harus menjadi organisasi pembelajar yang mampu membangun ekosistem pembelajaran secara berkelanjutan,” ujarnya.

Bupati juga menekankan bahwa pengembangan kompetensi ASN harus memiliki arah yang jelas dan berkaitan langsung dengan kebutuhan organisasi serta prioritas pembangunan Kabupaten Purworejo.

Sejumlah persoalan strategis yang perlu menjadi sasaran pembelajaran antara lain percepatan penanganan stunting, pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pelayanan publik, transformasi digital, penguatan ekonomi masyarakat, serta reformasi birokrasi.

Menurutnya, keberhasilan pengembangan kompetensi tidak cukup diukur dari bertambahnya pengetahuan atau banyaknya kegiatan pelatihan yang diikuti. Hal terpenting adalah kemampuan ASN menerapkan pengetahuan tersebut untuk memperbaiki kinerja dan menyelesaikan persoalan di lapangan.

“Jangan sampai pembelajaran hanya menambah pengetahuan, tetapi tidak menghasilkan solusi dan perubahan yang nyata,” pesannya.

Melalui Purworejo Corporate University, Pemkab Purworejo ingin memastikan proses pembelajaran berjalan lebih terarah, terintegrasi, dan selaras dengan tantangan pembangunan daerah. Dengan demikian, peningkatan kapasitas ASN dapat memberikan dampak langsung terhadap efektivitas pemerintahan dan manfaat pelayanan yang diterima masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta Program Khusus Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Transformasi Jenjang Administrator yang telah menyelesaikan program tersebut.

Ia menyebut pelaksanaan program ini menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Purworejo karena menjadi yang pertama di Jawa Tengah sekaligus salah satu pelopor di tingkat kabupaten/kota di Indonesia.

Bupati berharap kompetensi dan pengalaman yang diperoleh peserta tidak berhenti setelah program berakhir, tetapi diterapkan dan dikembangkan di lingkungan kerja masing-masing.

“Teruskan dan kembangkan apa yang telah saudara pelajari. Jadikan sebagai budaya kerja di unit kerja masing-masing sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh organisasi dan masyarakat,” ungkapnya.

Selain penutupan program RPL, penyerahan penghargaan bidang kepegawaian kepada sejumlah perangkat daerah dan peserta juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut.

Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas upaya peningkatan kualitas tata kelola kepegawaian. Bupati berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh perangkat daerah untuk terus membangun pengelolaan kepegawaian yang tertib, akuntabel, dan profesional.

Peluncuran Purworejo Corporate University menandai komitmen Pemkab Purworejo dalam membangun birokrasi yang tidak berhenti belajar, mampu beradaptasi dengan perubahan, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Semoga apa yang kita laksanakan hari ini menjadi satu rangkaian gerakan besar untuk menciptakan ASN Purworejo yang kompeten, adaptif, inovatif, dan berintegritas,” pungkas Yuli Hastuti.

Melalui penguatan budaya belajar tersebut, ASN diharapkan semakin profesional dalam menjalankan tugas, mampu melahirkan terobosan dalam penyelenggaraan pemerintahan, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas bagi masyarakat Kabupaten Purworejo.


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.