PURWOREJO, purworejo24.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 DPRD Kabupaten Purworejo tahun 2026 dikemas melalui kegiatan Pasar Apresiasi yang mengedepankan pemberdayaan ekonomi kerakyatan, apresiasi seni, dan pelestarian budaya lokal. Berlangsung pada 22–28 Oktober 2026, kegiatan ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi sekaligus menikmati beragam potensi daerah.
Ketua DPRD Kabupaten Purworejo, Tunaryo, S.Sos., M.A.P., mengatakan, peringatan hari jadi lembaga legislatif tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum untuk mempererat hubungan antara DPRD dan masyarakat.
“Bagi kami, peringatan Hari Jadi DPRD bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk mempererat hubungan antara DPRD dan masyarakat, sekaligus memberikan ruang apresiasi bagi kreativitas, seni budaya, serta potensi ekonomi lokal Kabupaten Purworejo,” kata Tunaryo saat menyampaikan rangkaian kegiatan kepada awak media, di ruang sidang paripurna DPRD Purworejo, pada Sabtu (24/10/2026).
Menurutnya, Pasar Apresiasi 2026 dirancang agar gedung dan lembaga DPRD semakin dekat dengan masyarakat. Karena itu, kegiatan tidak hanya diisi agenda internal, tetapi juga menghadirkan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), seniman, komunitas, serta generasi muda.
Salah satu fokus kegiatan tersebut adalah pameran dan bazar UMKM yang melibatkan berbagai unsur. Tunaryo menyebutkan, terdapat 44 stan UMKM binaan DPRD, 16 stan lintas kecamatan yang mewakili wilayah Kabupaten Purworejo, serta 12 stan dari organisasi perangkat daerah (OPD) dan komunitas.
Beragam produk lokal, mulai dari kuliner hingga kerajinan dan fesyen, diharapkan mampu menarik minat pengunjung sekaligus memperluas jangkauan pemasaran produk lokal.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi ruang untuk memperluas jejaring pemasaran dan membuka peluang transaksi bagi para pelaku usaha lokal,” ujarnya.
Selain menggerakkan ekonomi masyarakat, Pasar Apresiasi 2026 memberikan ruang bagi seniman untuk memperkenalkan karya mereka kepada publik.
Tunaryo menjelaskan, pameran seni rupa antara lain menampilkan karya lukisan dari seniman asal Purworejo. Pameran juga melibatkan karya siswa SMP dan SMA di Kabupaten Purworejo serta karya seniman penyandang disabilitas.
Karya-karya tersebut tidak hanya dipamerkan, tetapi juga ditawarkan untuk dijual dengan harga yang sesuai. Langkah ini menjadi bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan prestasi para seniman, termasuk pelajar dan seniman penyandang disabilitas.
“Pameran ini menjadi bentuk apresiasi terhadap karya seni anak-anak Purworejo yang berprestasi. Kami berharap karya mereka semakin dikenal dan mendapatkan penghargaan dari masyarakat,” jelasnya.
Di bidang kebudayaan, panitia juga menyiapkan pagelaran wayang kulit dan penampilan kesenian tradisional khas Purworejo. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjaga keberlangsungan warisan budaya sekaligus mengenalkannya kepada generasi muda.
Ada hal berbeda dalam peringatan HUT ke-78 DPRD Purworejo tahun ini. Untuk pertama kalinya, rangkaian kegiatan turut diisi dengan ritual ruwatan.
Tunaryo mengatakan, ruwatan dilaksanakan sebagai ikhtiar spiritual dan doa untuk memohon keselamatan bagi pimpinan dan anggota DPRD, jajaran sekretariat, karyawan, serta seluruh pihak yang berkaitan dengan lembaga tersebut.
Pelaksanaannya mengikuti arahan dalang, antara lain melalui penyampaian wejangan dan kidung, dilanjutkan prosesi siraman. Perlengkapan dan pakaian yang digunakan dalam prosesi tersebut kemudian dilarung sesuai tata cara yang dipandu dalang.
“Harapan kami, seluruh anggota DPRD dan jajaran diberikan keselamatan serta dapat memegang teguh amanah dan sumpah yang telah diucapkan. Kami juga berharap hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi di lingkungan lembaga DPRD,” ungkapnya.
Ia menegaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memohon keselamatan dan kelancaran dalam menjalankan tugas serta tanggung jawab kepada masyarakat.
Rangkaian Pasar Apresiasi 2026 juga diisi dengan berbagai kegiatan yang dapat dinikmati masyarakat. Setelah mujahadah pada Kamis (22/10/2026), agenda berlanjut pada Sabtu (24/10/2026) melalui ruwatan, pameran seni rupa, stan UMKM, festival kuliner, serta pagelaran wayang kulit pada malam hari.
Pada Minggu (25/10/2026), masyarakat dapat mengikuti jalan sehat bertajuk Diratix Walk, menikmati pembagian hadiah atau doorprize, hiburan musik, serta pertunjukan kesenian tradisional.
Sementara itu, pada Senin (26/10/2026), agenda meliputi lomba menggambar dan mewarnai, fashion show batik Purworejo, kunjungan siswa ke gedung DPRD, penampilan komunitas, pembagian hadiah, konser musik, dan penutupan rangkaian kegiatan yang dijadwalkan pada hari tersebut.
Tunaryo mengajak masyarakat untuk turut meramaikan kegiatan dengan tetap menjaga ketertiban, menghargai karya seni, dan mendukung produk UMKM lokal.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila selama pelaksanaan HUT ke-78 DPRD Purworejo terdapat penutupan atau pengalihan arus jalan sementara yang mengganggu aktivitas warga.
“Kami mohon maaf kepada masyarakat apabila selama kegiatan berlangsung ada penutupan jalan sementara yang berdampak pada perjalanan dan aktivitas warga. Kami berharap masyarakat dapat memahami dan mendukung kegiatan ini,” ujarnya.
Tunaryo berharap, peringatan HUT ke-78 DPRD Purworejo tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendorong perekonomian lokal, mengembangkan kreativitas, dan melestarikan budaya daerah.
“Gedung rakyat adalah milik masyarakat. Karena itu, pada peringatan HUT DPRD tahun 2026 ini, kami fokus pada kerakyatan dan memberikan ruang seluas-luasnya bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, momentum hari jadi tersebut harus memperkuat komitmen DPRD dalam menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan, serta memperjuangkan aspirasi masyarakat demi pembangunan Kabupaten Purworejo yang lebih baik. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









