PURWOREJO purworejo24.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo memperkuat komitmen penanggulangan penyakit AIDS/HIV, Tuberkulosis (TBC), dan Malaria (ATM) dengan mendorong seluruh desa mengalokasikan dukungan anggaran melalui Dana Desa tahun 2027.
Komitmen tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Komitmen dan Dukungan Anggaran Dana Desa dalam Penanggulangan Penyakit ATM yang digelar di Ruang Arahiwang Setda Purworejo, Selasa (8/9/2026). Kegiatan tersebut melibatkan Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermasdes).
Sekretaris Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo, dr. Budi Susanti, M.Sc., mengatakan dukungan pemerintah desa sangat penting untuk memperkuat program kesehatan yang selama ini telah berjalan melalui Dinas Kesehatan dan puskesmas.
“Harapannya seluruh desa di 2027 menganggarkan untuk penanggulangan ATM,” kata Budi.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari target besar Kabupaten Purworejo untuk mempertahankan keberhasilan eliminasi malaria sekaligus mengejar eliminasi TBC dan HIV.
Purworejo, kata dia, telah berhasil mencapai eliminasi malaria pada 2026. Namun, keberhasilan tersebut harus terus dipelihara agar tidak terjadi penularan kembali maupun Kejadian Luar Biasa (KLB).
“Di tahun 2026 kami sudah eliminasi malaria, tapi butuh pemeliharaan sehingga tidak terjadi KLB lagi. Di tahun 2028 kami akan eliminasi TBC dan di tahun 2030 kami akan eliminasi HIV,” jelasnya.
Budi menjelaskan, penanggulangan TBC saat ini diarahkan pada upaya menemukan penderita sebanyak mungkin untuk kemudian segera mendapatkan pengobatan. Strategi tersebut dinilai penting untuk memutus mata rantai penularan.
“Sekarang prosesnya mencari penderita TBC sebanyak-banyaknya. Ketika kami temukan, diobati, sehingga memutuskan rantai penularan. Harapannya di 2028 angka penularannya sudah turun dan kasus TBC juga turun,” ujarnya.
Ia menegaskan, penanggulangan TBC tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan. Pemerintah pusat hingga daerah terus mendorong keterlibatan lintas sektor karena penyakit tersebut masih menjadi persoalan serius secara nasional.
“Secara nasional, 11 sampai 14 orang meninggal per jam karena TBC,” ungkapnya.
Karena itu, penanganan TBC kini membutuhkan gerakan bersama lintas sektor, termasuk pemerintah daerah, pemerintah desa, hingga institusi lainnya.
Dalam penanganannya, TBC dan HIV juga memiliki keterkaitan erat. Budi menjelaskan, setiap penderita TBC diwajibkan menjalani pemeriksaan HIV. Sebaliknya, penderita HIV juga harus diperiksa TBC.
“Biasanya penemuan kami di awal, sakitnya TBC ternyata dicek juga HIV. Ada program nasional, semua penderita TB wajib diperiksa HIV. Begitu juga semua penderita HIV wajib dicek TB,” jelasnya.
Kebijakan tersebut menjadi bagian penting dalam menemukan kasus secara lebih dini sekaligus memastikan pasien mendapatkan penanganan yang tepat.
Sementara untuk malaria, kewaspadaan tetap harus dijaga, terutama di wilayah yang memiliki karakteristik geografis dan riwayat malaria.
Budi menyebut terdapat 153 desa yang berada di wilayah pegunungan dan menjadi daerah yang perlu mendapat perhatian dalam kewaspadaan malaria. Karena itu, meski eliminasi telah dicapai, upaya sosialisasi dan pencegahan tetap diperlukan.
Rapat koordinasi tersebut diikuti para sekretaris desa dan sekretaris kelurahan. Seluruh 494 desa di Kabupaten Purworejo menjadi sasaran sosialisasi yang dilaksanakan dalam tiga hari.
Untuk agenda terakhir pada Selasa (8/9/2026), peserta berasal dari wilayah Kecamatan Kutoarjo, Purworejo, Ngombol, dan Pituruh. Dua agenda sebelumnya telah dilaksanakan pada tanggal 1 dan 2 September 2026.
Budi berharap sinergi antara organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah desa, puskesmas, dan seluruh elemen terkait dapat mempercepat pencapaian target eliminasi penyakit.
“Harapannya dengan bahu-membahu antara OPD terkait dan desa, tercapai eliminasi. Warga Purworejo sehat, penduduknya sehat,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh pihak menjaga komitmen bersama agar target eliminasi TBC pada 2028 dan HIV pada 2030 dapat diwujudkan.
“Mohon doanya, semoga kita bisa eliminasi TB, eliminasi HIV,” pungkasnya. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









