Pemerintahan

Enam Tahun RSUD Tjokronegoro, Mutu Layanan Diperkuat dan Waktu Tunggu Obat Dipangkas

13
×

Enam Tahun RSUD Tjokronegoro, Mutu Layanan Diperkuat dan Waktu Tunggu Obat Dipangkas

Sebarkan artikel ini
Saat kegiatan
Saat kegiatan

PURWOREJO, purworejo24.com – Memasuki usia enam tahun, RSUD RAA Tjokronegoro Kabupaten Purworejo terus melakukan pembenahan untuk meningkatkan mutu pelayanan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat. Berbagai evaluasi dan masukan dari masyarakat menjadi dasar bagi rumah sakit untuk mengembangkan layanan yang semakin mudah, cepat, dan nyaman.

Hal tersebut mengemuka dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) RSUD RAA Tjokronegoro yang digelar di aula rumah sakit, Rabu (30/9/2026).

Forum tersebut dihadiri Anggota DPRD Purworejo Fraksi PPP Dapil 4, KH Ahmad Tawabi, Kepala Bagian Organisasi Setda Purworejo Sigit Kurniawan Saputro, Plt Kepala Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) dr. Budi Susanti, perwakilan Dinas Perhubungan, Organda, akademisi, tenaga kesehatan, komunitas, dan LSM.

Direktur RSUD RAA Tjokronegoro, dr. Nunik Sulistyaningsih, mengatakan rumah sakit yang berdiri pada 1 September 2020 itu kini memasuki tahun keenam perjalanan pelayanan kesehatan.

“Transformasi enam tahun RSUD Tjokronegoro ini bagaimana kami terus menguatkan mutu dan menghadirkan kepercayaan,” kata dr. Nunik dalam paparannya.

Menurutnya, berbagai masukan yang muncul dalam FKP tahun sebelumnya telah ditindaklanjuti. Di antaranya pembenahan area parkir yang ke depan akan dilengkapi atap untuk sepeda motor, peningkatan marka dan penerangan jalan di sekitar rumah sakit, serta penambahan kursi tunggu, khususnya di poli penyakit dalam dan saraf.

Perbaikan juga dilakukan pada waktu tunggu pelayanan. Pasien kini dapat memantau estimasi penyelesaian obat melalui telepon seluler. Selain itu, website rumah sakit diperbarui agar informasi pelayanan lebih mudah diakses masyarakat.

“Masukan dari FKP sebelumnya kami jadikan bahan untuk melakukan perbaikan. Tahun ini ada perubahan standar pelayanan publik, terutama pada rawat jalan, farmasi, dan hemodialisa,” jelasnya.

Pada layanan hemodialisa atau cuci darah, lanjut dr. Nunik, jumlah pasien menunjukkan peningkatan. Bahkan, pelayanan tersebut berlangsung setiap hari karena kebutuhan masyarakat yang terus ada.

Dari hasil survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM), RSUD Tjokronegoro memperoleh nilai 88,31. Unsur kewajaran biaya menjadi salah satu aspek dengan nilai tertinggi.

Sebagai rumah sakit kelas C, manajemen menargetkan nilai IKM meningkat menjadi 93 pada tahun depan.

“Target kami tahun depan IKM bisa mencapai 93. Ini menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan,” ujar dr. Nunik.

Untuk menampung keluhan dan masukan masyarakat, RSUD Tjokronegoro membuka sejumlah saluran pengaduan melalui akun pemerintah daerah, akun resmi rumah sakit, maupun media sosial.

Selama enam tahun, tercatat 66 pengaduan yang diterima. Sedangkan sepanjang Januari hingga September 2026 terdapat 11 pengaduan. Saluran WhatsApp menjadi media yang paling banyak digunakan masyarakat, sementara persoalan yang paling sering disampaikan berkaitan dengan prosedur pelayanan.

Manajemen juga melakukan penyesuaian ruang perawatan berdasarkan kebutuhan masyarakat. Tingginya kebutuhan kamar kelas I dan kelas III membuat ruang VVIP dialihkan menjadi ruang kelas III.

Salah satu perubahan pelayanan yang dilakukan adalah pada farmasi rawat jalan dan IGD. Penerbitan nomor antrean pelayanan farmasi kini dilakukan secara otomatis melalui Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) setelah dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP) memasukkan e-resep.

Sebelumnya, pasien atau keluarga harus menuju depo farmasi dan menyerahkan checklist bukti pelayanan kepada petugas farmasi.

Integrasi tersebut diharapkan mampu memangkas tahapan pelayanan dan mengurangi waktu tunggu pasien.

“Efisiensi waktu tunggu obat menjadi salah satu prioritas kami. Kami terus mencari cara agar pasien tidak terlalu lama menunggu, termasuk melalui integrasi sistem dan pengantaran obat melalui pos,” terang dr. Nunik.

Selain itu, RSUD Tjokronegoro terus mengembangkan layanan rawat jalan. Ke depan, layanan neurologi akan dikembangkan, termasuk konsultasi gigi.

Rumah sakit tersebut juga memiliki layanan unggulan bedah minimal invasif yang disebut menjadi satu-satunya layanan sejenis di Kabupaten Purworejo.

Ketua Komisi IV DPRD Purworejo KH Ahmad Tawabi dalam FKP memberikan pesan kepada jajaran direksi RSUD Tjokronegoro agar tidak melihat sedikitnya jumlah pasien sebagai sesuatu yang harus dikeluhkan.

“Kalau jarang pasien jangan mengeluh, malah bersyukur karena masyarakat Purworejo sehat,” kata Ahmad Tawabi.

Namun demikian, ia menekankan bahwa kualitas pelayanan rumah sakit juga memiliki peran penting dalam proses kesembuhan pasien.

“Kesembuhan sakit juga tidak terlepas dari pelayanan rumah sakit,” lanjutnya.

Menurut Ahmad, forum konsultasi publik menjadi ruang penting untuk mendengarkan secara langsung berbagai masukan dari masyarakat dan pemangku kepentingan terhadap pelayanan rumah sakit.

Dalam forum tersebut, peserta menyampaikan sejumlah kritik, saran, dan masukan kepada manajemen RSUD Tjokronegoro. Berbagai masukan itu kemudian dicatat sebagai bahan evaluasi untuk pengembangan layanan ke depan.

Dr. Nunik mengatakan pihaknya terbuka terhadap seluruh masukan yang disampaikan dalam forum.

“Masukan, saran, maupun kritik ini akan kami jadikan bahan untuk terus mengembangkan layanan agar RSUD Tjokronegoro semakin berkembang dan maju,” tegasnya.

Adapun lima prioritas perbaikan yang ditetapkan rumah sakit meliputi peningkatan mutu layanan secara berkelanjutan, efisiensi waktu tunggu obat rawat jalan, pemeliharaan ruang rawat jalan dan rawat inap agar semakin nyaman, peningkatan sarana dan prasarana berbasis kompetensi, serta edukasi pasien dengan mengedepankan budaya senyum dan sapa.

Kepala Bagian Organisasi Setda Purworejo Sigit Kurniawan Saputro dan Plt Kepala Dinkesda dr. Budi Susanti turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan FKP tersebut.

Keduanya berharap forum konsultasi publik tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi menghasilkan tindak lanjut konkret sehingga pelayanan RSUD Tjokronegoro terus berkembang dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Purworejo.

“Harapannya RSUD Tjokronegoro terus berkembang, maju, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” harapnya. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.