PURWOREJO, purworejo24.com – Lembaga Kaderisasi Nasional (LKN) DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menggelar Pendidikan Kader Penggerak Bangsa (PKPB) angkatan ke-4 di Aula Ponpes Al-Falah, Baledono, Kabupaten Purworejo, Jumat (14/8/2026).
Kegiatan kaderisasi yang diinisiasi anggota DPR RI Fraksi PKB daerah pemilihan Jawa Tengah VI, Abdullah, tersebut diikuti 100an peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Purworejo. Kegiatan berlangsung selama dua hari, satu malam dengan menghadirkan instruktur dari LKN DPP PKB.
PKPB tidak hanya diarahkan sebagai forum konsolidasi internal partai, tetapi juga menjadi ruang pembekalan bagi peserta agar memahami nilai kebangsaan, keorganisasian, politik, serta kemampuan menjadi penggerak di tengah masyarakat.
Perwakilan LKN DPP PKB, Zaini Rahman, mengatakan kaderisasi merupakan bagian penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia di tubuh partai. Menurutnya, kader tidak cukup hanya memiliki keberanian bergerak, tetapi juga membutuhkan kapasitas berpikir, kemampuan bertindak, serta integritas moral.
Ia mengutip pemikiran Imam Al-Mawardi mengenai kriteria seorang pemimpin atau pejabat yang harus memiliki kompetensi. Tiga aspek penting tersebut meliputi kemampuan berpikir, kemampuan bertindak, dan integritas moral.
“Kompetensi itu ada tiga, pertama kompetensi berpikir, kemudian kompetensi bertindak, yang ketiga kompetensi moral atau integritas moral,” ujarnya.
Zaini menambahkan, materi kaderisasi selama kegiatan juga akan diarahkan pada penguatan pemahaman peserta mengenai sejarah, nilai, serta orientasi perjuangan NU dan PKB.
Menurutnya, kaderisasi diperlukan agar aktivitas politik tidak berhenti pada kepentingan elektoral, tetapi memiliki visi dan orientasi yang jelas.
Ia juga menekankan pentingnya kader memiliki pemahaman terhadap kebijakan publik.
Dengan demikian, kader diharapkan mampu menghubungkan perjuangan politik dengan kebutuhan masyarakat, termasuk kelompok yang selama ini berada di ruang sosial yang kurang mendapatkan perhatian.
Sementara itu, Ketua DPC PKB Kabupaten Purworejo, Muhaimin, menjelaskan PKPB merupakan salah satu jenjang kaderisasi yang diselenggarakan PKB. Untuk kaderisasi yang menjadi tanggung jawab anggota DPR RI, peserta direkrut melalui masing-masing anggota Fraksi PKB.
“Berdasarkan absensi panitia, kegiatan ini diikuti 98 peserta. Forum ini menjadi wadah pemberian doktrinasi dan ideologisasi terkait muatan kepartaian sekaligus keterampilan teknis berorganisasi untuk menjadi penggerak di masyarakat,” jelasnya.
Muhaimin menyebut para peserta pada Pemilu 2024 telah melalui berbagai tahapan dalam aktivitas politik, mulai dari tergerak, bergerak hingga menggerakkan. Melalui PKPB, mereka diharapkan semakin memahami alasan, nilai dan tujuan yang mendasari gerakan tersebut.
Menurutnya, kaderisasi juga menjadi sarana membangun kesamaan visi. Meski proses rekrutmen kader dapat berasal dari berbagai tingkatan, mulai dari anggota fraksi DPRD kabupaten, provinsi hingga DPR RI, seluruhnya diarahkan pada satu tujuan organisasi.
“PKB itu kadernya input-nya dari mana saja. Ada yang direkrut anggota fraksi kabupaten, provinsi maupun DPR RI. Tetapi muaranya satu, output-nya adalah Partai Kebangkitan Bangsa,” katanya.
Ia menambahkan, PKB di Purworejo terus mendorong kader agar memiliki kepedulian terhadap masyarakat, khususnya kelompok marginal dan masyarakat yang selama ini belum memperoleh keberpihakan yang cukup dalam kebijakan publik.
Sementara itu, Irham Tamrin, yang mewakili Abdullah, mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari konsolidasi internal untuk memperkuat kapasitas kader sekaligus mempersiapkan regenerasi organisasi.
Menurutnya, PKPB angkatan ke-4 ini menjadi tahap awal yang diharapkan dapat dilanjutkan dengan kaderisasi secara lebih luas hingga tingkat kecamatan.
“Harapannya nanti ini bisa menyeluruh. Ini dimulai dari pendidikan kader penggerak, kemudian diharapkan bisa berlanjut sampai tingkat kecamatan,” ujarnya.
Selain kaderisasi, kegiatan tersebut juga menjadi momentum memperkuat sinergi dengan berbagai pihak. Sejumlah unsur Forkopimda turut hadir dalam pembukaan, di antaranya perwakilan kepolisian dan Kejaksaan Negeri Purworejo.
Irham menjelaskan, kehadiran mitra komisi tersebut bukan hanya sebagai bentuk hubungan kelembagaan, tetapi juga untuk membangun komunikasi sehingga persoalan masyarakat, termasuk warga Nahdliyin, dapat lebih cepat disampaikan dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan.
Kegiatan PKPB angkatan ke-4 ini menghadirkan sejumlah instruktur LKN DPP PKB, di antaranya KH Adnan Anwar, KH Zainul Rahman, KH Hariri Makmun, serta Fuad Fahmi.
Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai kaderisasi, kebangsaan, ke-NU-an, organisasi, politik, serta penguatan kapasitas kader.
Melalui kaderisasi tersebut, peserta diharapkan tidak sekadar menjadi anggota atau simpatisan partai, tetapi mampu menjadi kader yang memiliki pengetahuan, kemampuan organisasi, integritas, serta kepekaan terhadap persoalan masyarakat.
Dengan demikian, pendidikan kader menjadi investasi penting bagi keberlangsungan organisasi sekaligus mendorong lahirnya sumber daya manusia yang mampu berkontribusi dalam kehidupan sosial, kebangsaan, dan pembangunan daerah. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









