KUTOARJO, purworejo24.com –Upaya memperkuat budaya literasi di Kabupaten Purworejo terus dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek Resensi Buku bagi Guru) yang digelar Komunitas Kelas Literasi Guru (KLG) Kabupaten Purworejo bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinpusip) Kabupaten Purworejo, Sabtu (22/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung Perpustakaan Dinpusip Kabupaten Purworejo, Jalan Mardiusodo Nomor 10, Kutoarjo, tersebut diikuti sekitar 46 guru dari jenjang SD, SMP hingga SMA/SMK. Bimtek ini menjadi bagian dari rangkaian Festival Literasi 2026 yang digelar Dinpusip Kabupaten Purworejo pada 14–24 Agustus 2026.
Mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Kepala Bidang Pengembangan Kurikulum, Bahasa, dan Sastra, Dwi Yuwono, S.E., M.M., mengatakan bahwa guru pada era saat ini tidak hanya dituntut sebagai pengajar, tetapi juga memiliki peran penting sebagai agen literasi.
“Di era sekarang, guru tidak hanya dituntut sebagai pengajar, tetapi juga sebagai agen literasi. Salah satu wujud nyata dari budaya literasi adalah kemampuan kita membaca, memahami, dan meresensi buku dengan baik,” ujarnya.
Menurut Dwi, melalui Bimtek tersebut para guru diharapkan mampu meningkatkan kompetensi dalam menganalisis dan meresensi buku secara kritis serta sistematis. Guru juga diharapkan mampu menjadi teladan literasi bagi peserta didik sekaligus menghasilkan karya resensi yang dapat memperkaya referensi bacaan di lingkungan pendidikan.
“Buku adalah jendela dunia. Dengan guru yang gemar membaca dan mampu meresensi, maka murid-murid kita pun akan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kritis, dan berkarakter,” katanya.
Dwi menambahkan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo mengapresiasi semangat para guru yang mengikuti kegiatan tersebut. Penguatan budaya literasi dinilai perlu dilakukan secara bersama-sama agar kebiasaan membaca dan menulis semakin tumbuh di lingkungan sekolah.

Sementara itu, Ketua Panitia yang sekaligus salah satu narasumber, S. Sri Rahayu, S.Pd.SD, mengatakan Bimtek Resensi Buku mendapat antusiasme tinggi dari kalangan guru.
Menurutnya, jumlah peserta memang dibatasi agar kegiatan dapat berlangsung efektif. Namun, setelah pendaftaran ditutup, masih banyak guru yang menghubungi panitia dan menyampaikan keinginan untuk mengikuti kegiatan.
“Ini menunjukkan keinginan dan semangat teman-teman guru untuk belajar dan meningkatkan kemampuan literasinya sangat luar biasa. Kami mohon maaf kepada yang belum dapat mengikuti kegiatan kali ini karena peserta memang kami batasi,” ujar Sri Rahayu.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut terlaksana berkat kerja sama dan dukungan berbagai pihak, antara lain Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Dinpusip Kabupaten Purworejo, Korwilcambidik Kutoarjo, serta dukungan Bupati Purworejo Yuli Hastuti.
Sri Rahayu juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia serta semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Lebih lanjut, ia mengatakan Bimtek tidak sekadar bertujuan mengajarkan teknik membuat resensi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan membaca dan menulis di kalangan guru.
Hal itu sejalan dengan program literasi yang tengah digalakkan, di antaranya BERJIBAKU (Bersama Wajib Baca Buku) dan GEMASEBUKU (Gerakan Membaca Satu Bulan Satu Buku).
“Kami berharap dari teman-teman yang mengikuti Bimtek ini nantinya bisa mengajak guru lainnya, baik melalui Kelas Literasi Guru maupun lingkungan sekolah, kemudian menyampaikan dan menularkan semangat literasi kepada peserta didik,” jelasnya.
Menurut Sri Rahayu, kemampuan meresensi juga dapat melatih guru untuk mengulas sebuah karya secara kritis dan objektif, memperkuat kebiasaan membaca, serta menyajikan informasi dan penilaian terhadap sebuah buku secara ringkas kepada masyarakat.
Ia berharap, ke depan bukan hanya guru yang semakin terbiasa mengunjungi perpustakaan, membaca, meminjam, menganalisis, dan merangkum buku menjadi sebuah resensi. Kebiasaan tersebut juga diharapkan dapat ditularkan kepada siswa.
“Kami berharap siswa juga nantinya terbiasa mengunjungi perpustakaan, meminjam dan membaca buku, kemudian mampu menganalisis serta merangkumnya menjadi sebuah resensi,” katanya.
Sebagai tindak lanjut kegiatan, Kelas Literasi Guru Kabupaten Purworejo berencana mengembangkan hasil Bimtek menjadi karya buku, baik karya pribadi maupun antologi. Selain itu, panitia juga berencana menggelar lomba resensi buku bagi guru.
“Harapan kami, kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi menghasilkan karya yang bermanfaat dan semakin menguatkan budaya literasi di Purworejo,” ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi dan wawasan dari narasumber yang berpengalaman di bidang literasi dan kepenulisan. Peserta juga memperoleh fasilitas secara gratis berupa materi, piagam, snack, jejaring, serta pengalaman belajar bersama sesama pegiat literasi.
Sri Rahayu secara khusus turut menyampaikan terima kasih kepada Bupati Purworejo Yuli Hastuti atas bantuan dan dukungannya terhadap kegiatan Kelas Literasi Guru Kabupaten Purworejo.
Melalui kegiatan ini, budaya literasi diharapkan tidak berhenti pada aktivitas membaca, tetapi berkembang menjadi kemampuan memahami, berpikir kritis, menulis, serta menghasilkan karya yang dapat memberikan manfaat bagi dunia pendidikan dan masyarakat. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









