Literasi

Festival Literasi Purworejo 2026 Kembali Digelar, Hadirkan Bursa Buku hingga Rencana Kehadiran Peter Carey

24
×

Festival Literasi Purworejo 2026 Kembali Digelar, Hadirkan Bursa Buku hingga Rencana Kehadiran Peter Carey

Sebarkan artikel ini
Kepala Bidang Perpustakaan Dinpusip Purworejo, Sigit Sudibyo
Kepala Bidang Perpustakaan Dinpusip Purworejo, Sigit Sudibyo

KUTOARJO, purworejo24.com – Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinpusip) kembali menggelar Festival Literasi Purworejo 2026 untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia.

Kegiatan tahunan ini akan berlangsung selama 11 hari, mulai 14 hingga 24 Agustus 2026, dengan menghadirkan beragam kegiatan edukatif, pameran buku, talkshow, hingga berbagai perlombaan yang melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan.

Kepala Bidang Perpustakaan Dinpusip Purworejo, Sigit Sudibyo, mengatakan Festival Literasi bukan sekadar agenda perayaan kemerdekaan, tetapi juga menjadi upaya strategis pemerintah daerah dalam menumbuhkan budaya membaca dan meningkatkan literasi masyarakat.

Festival Literasi diharapkan menjadi momentum untuk semakin mengobarkan minat baca masyarakat serta memperkuat budaya literasi di Kabupaten Purworejo,” ujarnya, Selasa (21/7/2026).

Tahun ini, festival dipastikan hadir lebih semarak dibanding penyelenggaraan sebelumnya. Salah satu daya tarik utamanya adalah Pameran Buku Utama yang melibatkan sejumlah penerbit nasional, di antaranya Gramedia, Mizan, dan Paguyuban Penerbit Jogja (PPJ). Pengunjung akan disuguhi ribuan koleksi buku dari berbagai genre dengan beragam penawaran menarik.

Selain pameran buku, panitia juga tengah mengupayakan kehadiran sejumlah tokoh literasi dan akademisi ternama. Salah satunya adalah Peter Carey, sejarawan dan penulis yang dikenal melalui kajiannya tentang sejarah Jawa, termasuk karya Babad Kedung Kebo. Kehadirannya masih dalam tahap konfirmasi, baik secara langsung maupun melalui konferensi daring karena menyesuaikan jadwal kepulangannya ke luar negeri.

Festival juga direncanakan menghadirkan Dr. Sudibyo, M.Hum pakar budaya dan sejarah Indonesia, yang akan membahas sejarah Purworejo, Babad Kedung Kebo, hingga kekayaan gastronomi daerah. Selain itu, akan digelar Creative Talk dan Talkshow Penulis bersama penulis-penulis pilihan dari Gramedia.

Menurut Sigit, menghadirkan Peter Carey merupakan bagian dari upaya memperkenalkan kembali sejarah lokal kepada masyarakat.

Harapannya, masyarakat semakin mengenal sejarah Purworejo melalui karya-karya ilmiah yang telah ditulis sehingga tumbuh rasa bangga terhadap warisan budaya daerah,” jelasnya.

Festival Literasi juga akan diramaikan berbagai kompetisi kreatif. Di antaranya Lomba Menyanyi Solo untuk kategori pelajar dan umum bekerja sama dengan Radio Irama FM, yang digelar pada 19–21 Agustus 2026 di area Perpustakaan Umum Kutoarjo. Kategori pelajar dapat mengikuti lomba secara gratis, sementara kategori umum terbuka tanpa batas usia.

Tak hanya itu, Lomba Mewarnai hasil kolaborasi Dinpusip, Gramedia, Agatis, dan Purworejo Fine Art (PFA) akan digelar pada 23 Agustus 2026 di Pendopo Wakil Bupati Kutoarjo. Perlombaan ini diperuntukkan bagi anak usia PAUD hingga siswa SD kelas 3, dengan total hadiah mencapai jutaan rupiah.

Festival juga memberikan ruang bagi sekolah dan komunitas di Purworejo untuk menampilkan berbagai pertunjukan seni, kreativitas, dan bakat di atas panggung sebagai bagian dari semarak literasi.

Di sisi lain, Dinpusip Purworejo terus meningkatkan kualitas layanan perpustakaan. Perpanjangan jam operasional hingga malam hari, termasuk layanan pada akhir pekan, dinilai berhasil meningkatkan jumlah kunjungan masyarakat.

Hingga akhir tahun 2025, Perpustakaan Umum Kabupaten Purworejo telah memiliki lebih dari 55.300 koleksi buku fisik serta 9.953 judul buku digital (e-book). Pada semester pertama tahun ini, koleksi perpustakaan juga bertambah 1.353 eksemplar buku baru, sementara penambahan tahap berikutnya direncanakan pada Oktober mendatang.

Sigit menilai tingginya minat masyarakat Purworejo membeli buku menjadi sinyal positif bagi perkembangan literasi daerah. Namun, ia berharap kebiasaan tersebut tidak berhenti pada aktivitas membeli buku semata.

Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat benar-benar membiasakan diri membaca dan menjadikan literasi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,” katanya.

Melalui Festival Literasi 2026, Pemerintah Kabupaten Purworejo berharap lahir semakin banyak masyarakat yang gemar membaca, mencintai sejarah daerah, serta mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui budaya literasi yang kuat. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.