Literasi

Sapu Geli Jangkau Desa Perbatasan Purworejo-Kebumen, Dorong Minat Baca dan Keterampilan Warga

45
×

Sapu Geli Jangkau Desa Perbatasan Purworejo-Kebumen, Dorong Minat Baca dan Keterampilan Warga

Sebarkan artikel ini
Foto bersama usai kegiatan
Foto bersama usai kegiatan

 

PURWOREJO, purworejo24.com – Gerakan literasi terus diperluas hingga ke pelosok desa. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinpusip) Kabupaten Purworejo melalui program Safari Perpustakaan Gema Literasi (Sapu Geli) menyambangi Desa Kunirejo Kulon, Kecamatan Butuh, Selasa (29/9/2026).

Kunirejo Kulon merupakan salah satu desa prioritas di wilayah perbatasan Purworejo-Kebumen. Kegiatan yang dipusatkan di Balai Desa Kunirejo Kulon tersebut diikuti ratusan siswa sekolah dasar (SD) dan masyarakat setempat.

Sapu Geli tidak sekadar menghadirkan buku dan perpustakaan keliling (perpusling). Dalam kegiatan yang digelar setiap tiga bulan itu, Dinpusip memadukan aktivitas membaca dengan berbagai kegiatan edukatif dan pemberdayaan masyarakat.

Anak-anak diajak membaca koleksi buku perpusling serta mengikuti berbagai lomba antarsekolah. Sementara itu, masyarakat, khususnya ibu-ibu, mendapat pelatihan merangkai mahar. Dinpusip juga memberikan pembinaan untuk pengembangan perpustakaan desa.

Camat Butuh, Dyah Sumanti Wulandriani, S.IP., M.AP, mengapresiasi pelaksanaan Sapu Geli yang menyasar desa di wilayahnya. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi sekaligus motivasi bagi anak-anak untuk terus belajar dan berani menggapai cita-cita.

“Siapa yang ingin jadi polisi, tentara, kepala desa, guru atau camat seperti saya? Semua pasti bisa terwujud, tapi harus rajin belajar dan membaca, jangan bermain HP terus,” kata Dyah saat memberikan motivasi kepada para siswa.

Ia berharap kegiatan literasi seperti Sapu Geli dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak anak-anak di wilayah perdesaan yang mendapatkan akses terhadap bahan bacaan dan kegiatan edukatif.

Kepala Desa Kunirejo Kulon, Harningsih, juga menyambut baik pelaksanaan Sapu Geli di desanya. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat tidak hanya bagi anak-anak, tetapi juga masyarakat secara umum.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi warga desa kami dan sekitarnya, sehingga kami berharap akan bisa dilanjutkan di waktu-waktu yang akan datang,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinpusip Kabupaten Purworejo melalui Kabid Perpustakaan Sigit Sudibyo mengatakan, Sapu Geli merupakan salah satu program inovasi Dinpusip untuk meningkatkan budaya literasi masyarakat.

Menurut Sigit, program tersebut dirancang tidak hanya untuk meningkatkan minat baca, khususnya di kalangan anak-anak, tetapi juga mendorong peningkatan keterampilan masyarakat sesuai potensi dan kebutuhan desa.

“Kami memfasilitasi pelatihan apa yang dibutuhkan warga desa, bisa pelatihan merangkai mahar atau buket, pelatihan content creator dan sebagainya,” jelasnya.

Dengan konsep tersebut, Sapu Geli diharapkan mampu menjadikan literasi lebih dekat dengan kehidupan masyarakat. Buku dan aktivitas membaca menjadi pintu masuk untuk membangun pengetahuan, sementara pelatihan keterampilan membuka ruang bagi warga untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.

Program yang menyasar desa-desa prioritas, termasuk wilayah perbatasan, tersebut sekaligus menjadi upaya memperluas akses layanan perpustakaan dan memastikan gerakan literasi tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.