PURWOREJO, purworejo24.com – Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Purworejo terus berupaya menekan angka kematian ibu dan bayi melalui inovasi LOGIN DIMAS (Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Mendampingi Puskesmas). Program yang diluncurkan pada 26 September 2025 ini menghadirkan dokter spesialis kandungan ke Puskesmas untuk memberikan pelayanan langsung kepada ibu hamil berisiko tinggi.
Inovasi tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Jumlah kematian ibu di Kabupaten Purworejo pada Januari hingga September 2026 tercatat dua kasus. Angka ini turun dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 10 kasus.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkesda Kabupaten Purworejo, dr. Nur Salim, mengatakan LOGIN DIMAS merupakan salah satu upaya strategis untuk mewujudkan Purworejo bebas kematian ibu.
“Tujuannya supaya Purworejo zero, tidak ada kasus kematian ibu. Karena itu, dokter spesialis Obgyn kami hadirkan untuk mendampingi Puskesmas,” ungkapnya, Selasa (29/9/2026).
Menurutnya, inovasi ini dilatarbelakangi tingginya angka kematian ibu dan banyaknya ibu hamil dengan risiko tinggi di Purworejo. Pada 2025, angka kematian ibu mencapai 173,43 per 100.000 kelahiran hidup, lebih tinggi dibandingkan target nasional sebesar 122 per 100.000 kelahiran hidup.
Sementara itu, dari 6.326 ibu hamil pada 2025, sebanyak 2.656 atau 41,99 persen di antaranya masuk kategori risiko tinggi. Persentase tersebut jauh melampaui batas maksimal 20 persen yang menjadi target daerah.
Kondisi tersebut semakin menjadi perhatian karena jumlah ibu hamil berisiko tinggi pada 2026 justru meningkat. Hingga Agustus 2026, persentasenya mencapai 45,7 persen.
Ibu hamil berisiko tinggi dapat memiliki berbagai kondisi, seperti hipertensi, anemia, penyakit jantung, gangguan ginjal, hingga asma. Apabila tidak ditangani dengan baik, kondisi tersebut dapat membahayakan keselamatan ibu maupun bayi.
“Selama ini, ibu hamil berisiko tinggi idealnya diperiksa dokter spesialis di rumah sakit. Namun, tidak semua masyarakat mudah mengakses layanan tersebut. Karena itu, kami menghadirkan dokter spesialis ke Puskesmas,” jelas Nur Salim.
Dalam pelaksanaannya, LOGIN DIMAS melibatkan sembilan dokter spesialis obstetri dan ginekologi (SpOG) untuk mendampingi 27 Puskesmas di Kabupaten Purworejo. Setiap dokter spesialis bertanggung jawab mendampingi tiga Puskesmas.
Program ini memiliki tiga bentuk pelayanan utama. Pertama, dokter spesialis datang langsung ke Puskesmas untuk memeriksa ibu hamil berisiko tinggi yang telah diidentifikasi oleh tenaga kesehatan setempat.
Apabila ditemukan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, dokter spesialis dapat merekomendasikan rujukan ke rumah sakit. Dengan demikian, keputusan rujukan didasarkan pada pemeriksaan dan pertimbangan dokter spesialis.
Kedua, menyediakan layanan konsultasi melalui grup WhatsApp yang menghubungkan dokter spesialis dengan Puskesmas dampingan. Melalui layanan tersebut, dokter dan bidan Puskesmas dapat berkonsultasi mengenai ibu hamil, ibu bersalin, maupun ibu nifas yang mengalami masalah kesehatan.
Untuk kondisi yang membutuhkan penanganan segera, tenaga kesehatan dapat menghubungi dokter spesialis secara langsung melalui telepon.
Ketiga, meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan Puskesmas melalui pendampingan dan transfer pengetahuan, termasuk dalam pemeriksaan ultrasonografi (USG) dasar.
Menurut Nur Salim, kehadiran dokter spesialis tidak hanya membantu penanganan pasien, tetapi juga menjadi kesempatan bagi dokter Puskesmas untuk memperdalam pengetahuan dan keterampilan.
“Ketika dokter spesialis datang ke Puskesmas, mereka juga memberikan pendampingan. Dokter Puskesmas bisa belajar, misalnya dalam pemeriksaan USG dan mengenali kondisi kehamilan berisiko tinggi,” ujarnya.
Dampak positif program ini tidak hanya terlihat pada penurunan kematian ibu, tetapi juga pada angka kematian bayi.
Pada Januari hingga September 2025, tercatat 55 bayi berusia 0–11 bulan meninggal dunia. Sementara pada periode yang sama 2026, jumlahnya turun menjadi 44 bayi atau berkurang 11 kasus.
Nur Salim menjelaskan, pendampingan dokter spesialis sejak masa kehamilan diharapkan dapat membantu mendeteksi dan menangani faktor risiko lebih dini sehingga kesehatan ibu dan bayi lebih terjaga.
“Kalau ibu hamil yang berisiko tinggi dikelola sejak awal, kesehatan bayinya juga bisa lebih terjaga. Jadi, secara tidak langsung, program ini juga membantu menurunkan angka kematian bayi,” katanya.
Ia berharap LOGIN DIMAS dapat terus berlanjut karena memberikan manfaat bagi berbagai pihak, mulai dari Dinkesda, Puskesmas, dokter spesialis, rumah sakit, hingga masyarakat.
Selain meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas, program ini juga memudahkan masyarakat memperoleh konsultasi dokter spesialis tanpa harus langsung datang ke rumah sakit.
Dinkesda berencana melanjutkan koordinasi dengan para dokter spesialis untuk menjaga keberlangsungan program tersebut pada 2027.
Selain penurunan kematian ibu dan bayi, Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkesda Purworejo juga menjalankan berbagai program promotif dan preventif berdasarkan siklus kehidupan, mulai dari bayi, anak-anak, orang dewasa hingga lanjut usia.
Program tersebut meliputi peningkatan gizi, Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), Kawasan Tanpa Rokok (KTR), serta kesehatan jiwa.
Dalam bidang kesehatan jiwa, Dinkesda juga terus berupaya mewujudkan Kabupaten Purworejo bebas pasung. Hingga saat ini, sebanyak 11 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang sebelumnya mengalami pemasungan telah berhasil dievakuasi dan dibebaskan dari pasung.
Berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya Dinkesda meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Melalui LOGIN DIMAS, pemerintah daerah berharap akses terhadap layanan kesehatan ibu semakin luas, penanganan kehamilan berisiko semakin optimal, dan angka kematian ibu serta bayi terus menurun. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








